嗡。古魯。蓮生。悉地。吽 - Om Guru Lian Sheng Siddhi Hum

嗡。古魯。蓮生。悉地。吽 - Om Guru Lian Sheng Siddhi Hum

Sunday, August 17, 2014

Karma Ucapan

Karma Ucapan

Source :
蓮生活佛開示1998-01-02
Dharmadesana Mahaguru Liansheng 02 Jan 1998

Translated by Lianhua Jun Shian


Karma ucapan merupakan salah satu dari tri-karma, yaitu tubuh, ucapan dan pikiran. Karma ucapan adalah yang paling mudah dilanggar, karena ini termasuk ucapan dusta, lidah dua, ucapan jahat dan obrolan yang tidak berguna.

Dusta adalah kebohongan ; Lidah dua adalah menghasut pertikaian ; Sedangkan obrolan yang tidak berguna adalah ucapan-ucapan yang tidak ada hubungannya dengan kemajuan batin. Ucapan jahat adalah ucapan yang tidak enak didengar,ucapan kotor, ini semua termasuk ucapan jahat.

Sangat penting untuk diketahui bahwa diantara Tri-karma, yang paling mudah dilanggar adalah karma ucapan.

Kita sadhaka yang terpenting adalah mengucapkan ucapan yang murni dan berarti.

Barusan Bhiksu Lian-ying membahas mengenai pepatah : “Makin banyak bicara pasti ada kesalahannya.” , Vihara Vajragarbha Seattle kita ini ternama sebagai “Pusat Curhat”.

Terjadi hal kecil apapun, seluruh dunia akan mengetahuinya. Sekalipun Anda mengatakan kepadanya : “Rahasiakanlah ini.” , dia akan mengatakan kepada orang lainnya lagi : “Saya hanya memberitahumu saja, jadi jangan katakan kepada orang lain.”

Satu patah kata : “Jangan katakan pada orang lain.” Ini, pada akhirnya seluruh dunia juga akan tahu.

Jika sebuah hal sepele , disiarkan juga tidak apa-apa. Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak disebarkan, juga akan disebarkan keluar.

Waktu lalu di Villa Pelangi, saya mengatakan untuk sementara kita menghentikan kegiatan puja bakti bersama tiap hari pukul empat, tidak lagi membahasnya, karena telah dipindahkan di Vihara Vajragarbha.

Kabar ini tersiar sampai sekarang, saat ini yang seluruh dunia tahu adalah Mahaguru telah memutuskan untuk mengundurkan diri., semua mengatakan bahwa Mahaguru telah mengundurkan diri.

Sebenarnya masalah mengundurkan diri saya akan mengumumkannya, saya akan menulis sebuah pernyataan di koran, sejak hari itu kelak, hanya saja saya masih bertahap.

Sehingga saat ini surat dari berbagai penjuru dunia, tidak ada yang menulis「Sheng-yen Lu」lagi ,mereka menujukannya untuk「Acarya Lian Ning 」(Mahaguru tertawa). Kabar ini tersebar sampai saat ini, semua telah menulis dengan ditujukan kepada Acarya Lian Ning untuk kemudian diserahkan kepada Mahaguru, maksudnya saya sudah tidak lagi berada di Vihara Vajragarbha Seattle.

Saya hanya ingin mengubah cara pembabaran Dharma, memindahkannya di Vihara Vajragarbha, tapi kabar yang beredar adalah saya telah mengundurkan diri.

Jika memang demikian halnya, maka mau tidak mau mengundurkan diri.

Yang seluruh dunia tahu adalah saya telah mengundurkan diri, Hongkong juga tahu, Singapura juga tahu, Malaysia juga tahu, banyak tempat yang sudah mengetahuinya.

Puja bakti setiap hari pukul empat dihentikan untuk sementara, karena dipindahkan disini , juga tidak meneruskan pengulasan Keberhasilan Sinar Pelangi, namun malam hari Sabtu masih memimpin, perlahan saja. Kemudian Upacara Dharma kali ini juga memimpin secara langsung, melakukan transmisi, masih ada berbagai kegiatan.

Kelak secara bertahap melakukan perubahan sampai keseluruh kehidupan, secara bertahap jalan yang akan ditempuh juga akan berubah, akan berbeda.

Semuanya terlanjur menyebarkan kabar menyimpang, disinilah letak makna dari pepatah “Makin banyak ucapan, pasti aka nada kesalahannya.” Yang mendengar kabar tersebut akan segera menelepon, sampai akhirnya seluruh dunia tahu.

Setelah kalian mendengar ini, boleh mulai menyiarkan kembali : “Mahaguru telah kembali ke dunia persilatan.” , kalian boleh kembali menelepon. Bahwa mulai hari ini kembali lagi ke dunia persilatan, hanya melakukan pengunduran diri dan penyepian selama lima hari saja (Mahaguru tertawa) .

Tapi kalian semua tentu saja tahu bahwa saya hanya bergurau, kalian juga tidak akan menelepon kembali.

Karma ucapan sungguh sangat berat, banyak orang yang melanggar karma ucapan ! Ada beberapa Acarya yang datang kemari, saya meminta mereka untuk mengambil ramalan di Metode ramalan Ksitigarbha Bodhisattva, ada satu kitab yang disebut sebagai Metode Ramalan.

Saya minta mereka mengambilnya secara acak, mereka mengambilnya, dan semua mendapat kata-kata “Dusta”. Saya menyuruh beberapa Acarya untuk mengambilnya secara acak, ternyata kebanyakan yang dilanggar adalah “Dusta.”

Setelah mengambil kata “Dusta”, saya mengatakan : “Apakah Anda berdusta ?”

Dia menjawab : “Mana ada ?”

Saya mengatakan : “Anda pergilah kembali untuk merenung dengan baik.”

Ada beberapa yang kembali dan mengatakan kepada saya :
“Ya ada ! Yaitu dulu pada saat saya berbisnis, jika tidak berdusta, mana bisa memperoleh untung ?”

Dia mengatakan : “Ya, ya, saya ada berdusta, yaitu dulu saat saya berbisnis, tentu saja harus berdusta. Ada kalanya berbisnis tanpa dusta tidak akan bisa memperoleh keuntungan.”

Sesungguhnya saat ini dia juga sedang berdusta, bukan hanya dulu saat dia berbisnis.

Sungguh sukar untuk mengatakan kata-kata yang sejati.

Membicarakan hal-hal yang tidak penting termasuk pada obrolan sia-sia, seorang sadhaka hendaknya tidak melakukan hal ini.

Beberapa obrolan yang tidak bermanfaat, jangan dilontarkan.

Sehingga ucapan kita para sadhaka adalah ucapan yang bermanfaat dan ucapan yang murni.

Tiap kali Anda hendak berbicara, hendaknya berpikir : “Apakah ini kata-kata yang murni?”

Kemudian renungkanlah lagi : “Apakah ini ucapan yang bermakna ?”

Ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat, lebih baik dibatasi, untuk menghindari pelanggaran karma ucapan.

Selain itu juga harus mengucapkan kata-kata yang sejati, yaitu yang benar.

Ada lagi, yaitu hendaknya berkata-kata yang lembut, yaitu ucapan yang mengandung maîtri-karuna, yang mengandung kasih luas. Jika mengingat ini semua, maka tidak akan salah berbicara.

Batasilah obrolan – obrolan sepele dan tidak bermanfaat, apalagi ucapan kepalsuan justru jangan diucapkan. Selain itu juga jangan melontarkan ucapan kasar dan kotor.

Demikianlah inti Dharmadesana hari ini.

Om Mani Padme Hum.

◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦⌣◦

口業方面,這是身、口、意,三業之一。口業也是最容易犯的,因為它包括妄「妄語」、「兩舌」、「惡口」,跟「綺語」。

「妄語」就是講假的話;「兩舌」就是挑撥是非;「綺語」就是講一些不關係到修行的這些話,就是屬於綺語;「惡口」就是講不好聽的話、不清淨的話,都屬於是惡口。

三業當中,最容易犯的口業,是很重的。我們學佛的人,最重要的講清淨的話,跟有意義的話。

剛才蓮贏法師(音譯)講的「言多必失」,我們「西雅圖雷藏寺」是很有名的「情報中心」。

發生一點小事,全世界上都會知道。就算你叫他「不要講」,他也會跟別人講:「我只有告訴你,你不要講。」

這一句「不要講」,也就是最後全世界都會知道的。

假如是無關緊要的事情,傳播倒是不要緊。有些事情不能夠傳播的,也傳播出去。

上回我在「彩虹山莊」的時候,我很簡單的說,每一天四點的同修,稍微停一下,不再講了,改到雷藏寺來。

傳到現在,目前全世界上都知道師尊已經退隱。傳到現在,大家都說已經退隱。

其實退隱,我會聲明,我會寫聲明在報紙上登,從哪一天開始,我只是慢慢來。

所以現在世界各地來信,都沒有寫「Sheng-yen Lu」,就寫「蓮寧上師」(師尊笑)。傳到現在,已經有人寫信來,都寫「蓮寧上師收、轉師尊收」這樣子。意思我已經不在「西雅圖雷藏寺」了。

我只是想改變一個弘法的方式,到雷藏寺來,現在變成我已經退隱了。既然這樣子的話,就不得不退隱。

已經傳了全世界都知道我已經退隱了,香港也知道,新加坡也知道,馬來西亞也知道,很多地方,通通都知道了。

每一天四點先停止,就是轉到這邊來,也不要講「虹光大成就」,星期六晚上還是有主持,慢慢來。然後這一次的法會也有親臨、傳法,這都是有的。

以後慢慢會改變整個生活,自己本身未來的路途怎麼走,慢慢會改變,會變不一樣。

大家就是傳播,「言多必失」就是在這裡。聽到的話,馬上電話就開始打,全世界上通通都知道。

你們今天聽了以後,就可以開始再傳播-「師尊重出江湖」,你們可以再打。從今天開始,又重出江湖了,退隱了五天(師尊笑)!這樣子可以了吧!

但是你們當然知道我這個是講著玩的,你們也不會再打電話了。

口業真的是很重,很多人犯了口業。有幾個上師,到我這邊來,我叫他抽地藏菩薩占算的法,有一本書,叫做占算的法。

我叫他們抽,他們抽出來,都是「妄語」。幾個上師,我叫他們抽一下。他們抽出來,犯的大部分都是妄語。

抽出「妄語」,我就說:「你有沒有妄語?」

他說:「我哪裡有?」

我說:「你回去好好想一想。」

有幾個回來跟我講,他說:「有啦!我以前做生意的時候,我不講妄語,怎麼會賺到錢?」

他說:「有、有、有,我以前做生意,一定要妄語的。做生意你有時候不妄語,賺不到錢。」

其實他現在也在妄語,並不是以前做生意的時候。
講真實的話很難,相當困難。

講一些不干重要的話,就是「綺語」,修行人不應該講。有些不重要的話、不相干的話,不可以講。

所以我們行者講話,就是講有意義的話,講清淨的話。

你每一要講話以前,你要想一想:「這個是清淨的話嗎?」
再想一想:「這是有意義的話嗎?」

其它不相干的話,最好少講,免得犯了口業。

另外還有要講「真實語」,真實語就是真的話。

還有一點,就是要講「柔軟語」,柔軟語就是講一些比較有慈悲心、有愛心的話。記得這樣子講的話,就不會有錯。

其它的話、閒言閒語少講,「假話」那更不用講。另外,粗口、講粗話、口出惡言,不要講。這是今天講的重點。

Kisah Bhikkhu Radha (Syair 76)

 Kisah Bhikkhu Radha  (Syair 76)


Radha adalah seorang brahmana miskin yang tinggal di vihara. Ia hanya melakukan sedikit pelayanan untuk para bhikkhu. Atas pelayanannya ia memperoleh makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya.

Tidak ada seorang pun yang mendorongnya menjadi seorang bhikkhu, meskipun ia mempunyai keinginan yang besar untuk menjadi bhikkhu.

Suatu hari, ketika hari menjelang pagi, Sang Buddha mengamati dunia dengan kemampuan batin luar biasa-Nya. Dilihat-Nya brahmana tua itu mempunyai kesempatan untuk mencapai tingkat kesucian arahat.

Paginya, Sang Buddha pergi menemui brahmana tua itu dan mengetahui bahwa para bhikkhu di vihara tersebut tidak menginginkan brahmana tua itu bergabung dalam persamuan bhikkhu.

Sang Buddha mengundang para bhikkhu dan bertanya, “Apakah ada di antara para bhikkhu di sini yang mengingat hal baik yang pernah dilakukan oleh orang tua ini?”

Atas pertanyaan ini Yang Ariya Sariputta menjawab, “Bhante, saya mengingat satu peristiwa ketika orang tua itu memberikan sesendok nasi kepada saya.”

“Jika demikian”, Sang Buddha berkata: “Tidakkah seharusnya kamu menolong dermawan itu untuk membebaskannya dari penderitaan hidup?”

Yang Ariya Sariputta setuju untuk menjadikan orang tua itu sebagai seorang bhikkhu dan kemudian menerima sebagaimana mestinya. Yang Ariya Sariputta membimbing bhikkhu tua itu dan bhikkhu tua itu mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Dalam waktu beberapa hari, bhikkhu tua itu telah mencapai tingkat kesucian Arahat.

Ketika Sang Buddha datang untuk menemui para bhikkhu, mereka melaporkan bagaimana tekunnya bhikkhu tua itu mengikuti bimbingan Yang Ariya Sariputta. Kepada mereka, Sang Buddha menjawab bahwa para bhikkhu seharusnya mudah dibimbing seperti Radha dan tidak marah ketika mendapat celaan atas kesalahan atau kegagalannya.

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 76 berikut ini:
Seharusnya seseorang bertemu dengan orang bijaksana yang dapat menunjukkan kesalahan-kesalahannya dan memberikan peringatan, seperti orang yang menunjukkan tempat tersimpannya harta karun. Dengan orang seperti itulah seharusnya seseorang bergaul. Pergaulan yang demikian itu akan membawa kebaikan, bukan kemerosotan.

Friday, August 15, 2014

Vajrakilaya - Dorje Phurba

Vajrakilaya - Dorje Phurba




Mantra Panjang:
Mandarin : OM. BIE ZHA. JI LI JI LA YA. SAERWA. BI JIA NIAN. BANG. HUM PEI.
Tibet : Om Benza Kilikilaya Sarva Bhiganen Bham Hung Phet
Sansekerta : Om Vajra Kilikilaya Sarva Viganen V am Hum Phat
Mantra Pendek:
Mandarin : Om Puba Duojie Hum Pei
Tibet : Om Phurba Dorje Hung Phet


CERAMAH TRANSMISI SADHANA OLEH DHARMARAJA LIAN SHENG

(Sadhana Vajrakilaya Mudah Kontak Yoga, Menaklukkan Semua Makhluk Halus dan Rintangan Kerisauan)

23 Oktober 2011 -- Rainbow Temple

Pertama-tama kita sembah sujud pada Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Dezhung, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye, sembah sujud pada Triratna Mandala, sembah sujud pada Vajrakilaya, Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, dan umat se-Dharma di internet, tamu agung kita hari ini adalah yang terhormat Dubes Liao dan istri, selain itu, akuntan kita Mrs. Teressa and husband, tadi masih ada seorang tamu agung, selamat datang.

Hari ini kita mengadakan homa Vajrakilaya. Homa Vajrakilaya belum pernah diadakan baik di Rainbow Temple maupun vihara mana pun, ini pertama kali mengadakan Vajrakilaya. Sebenarnya, Kilaya adalah Vajrakila. Di dalam Tantra, banyak manfaat dari Vajrakila, Ia juga digunakan dalam sadhana. Vajrakilaya boleh dikatakan adalah bagian pertama dari Sadhana Vajra, di bumi Tibet, banyak orang begitu mulai sudah belajar Sadhana Vajrakilaya, karena Ia adalah sesosok Vajra Vidyaraja yang sangat dahsyat di antara para dewa Dharmapala.

Ia berkepala 3 dan berlengan 6, agak mirip Pangeran Ketiga Nazha dari China, sekali menjelma bisa menjelma menjadi berkepala tiga dan berlengan enam, Vajrakilaya itu sendiri berkepala tiga, berlengan enam, sebenarnya, gambarupang-Nya mudah dikenali, gambarupang yang terpenting, Ia memiliki sayap, Anda melihat di dalam gambarupang-Nya ada sayap, kurang lebih adalah Vajrakilaya. Saya ingat masih ada satu yidam lagi yang memiliki sayap, hanya ada dua yidam! Letak keistimewaan Vajrakilaya ada pada sayap-Nya.

(Penjelasan Tambahan: Vajrakilaya memiliki 3 Kepala melambangkan Tri Kaya Buddha. Memiliki 3 mata di setiap kepala, melambangkan melihat ketiga waktu. Memiliki 4 taring melambangkan menghancurkan 4 bentuk kelahiran. Memiliki 6 lengan melambangkan 6 Paramita. Kedua lengan utama memegang Vajrakila / Phurpa melambangkan dapat menyingkirkan semua rintangan, baik itu rintangan luar, dalam, maupun rahasia. Bersatu dengan pasangan melambangkan kesatuan antara Metode dan PRajna. Memiliki 2 sayap melambangkan 2 sayap utama dalam Upaya Mencapai Ke Buddha an, yaitu Prajna dan Upaya Kausalya. 4 Kaki melambangkan praktek untum memperoleh pengikut / menyeberangan insan luas. Mengenakan pakaian dari kulit manusia melambagkan telah terbebas dari segala bentuk keserakahan. Mengenakan pakaian dari kulit harimau, melambangkan sudah terbebas dari segala bentuk kebencian. Mengenakan pakaian dari kulit gajah, melambangkan telah terbebas dari segala bentuk kebodohan. Mengenakan kalung dari untaian 50 kepala manusia, melambangkan telah terbebas dari segala bentuk dualisme pikiran. Tubuh yang telanjang melambangkan tidak ada lagi kemelekatan terhadap apa pun.)

Menurut legenda, Vajrakilaya ternyata adalah sesosok raja setan mahabala dari semua kuburan di bumi Tibet. Bicara tentang setan, bicara tentang dewa, sebenarnya, dewa dan setan tidak jauh beda. China banyak dewa, manusia setelah meninggal dunia disebut dewa. Setan belum tentu tidak baik, aneh sekali, ada umat begitu dengar ini setan, semua berkata, "Saya tidak mau tekuni lagi!" Mengapa? Karena jika ditekuni, setan pun datang! Anda kira setan itu tidak baik, di mata Mahaguru, tidak ada yang tidak baik, asalkan setan memiliki pandangan benar; setan itu baik, Ia memiliki kekuatan, Ia adalah dewa. Setan yang memiliki kekuatan besar disebut dewa, kekuatan kecil disebut setan. Banyak paranormal, semua orang mengira mereka hebat, bisa meramal karma tiga kehidupan, bisa mengetahu kehidupan lampau dan kehidupan yang akan datang. Sebenarnya "roh" adalah makhluk halus, mereka sekedar berkomunikasi dengan makhluk halus. Apa yang paling mudah kontak yoga? Yaitu setan, Anda paling mudah kontak yoga dengan setan, karena Ia paling dekat dengan kita. Jadi, jangan kira paranormal sangat mulia, Ia sekedar lebih dekat dengan setan saja, setan memberitahu mereka banyak hal dan sangat tepat, Anda pun akan mengira, luar biasa, mereka adalah juru bicara Buddha Bodhisattva. Sebenarnya, mereka tidak mampu berkomunikasi dengan Buddha Bodhisattva.

Untuk menjadi juru bicara Buddha Bodhisattva. Satu kalimat di dalam Sutra Satya Buddha, perbuatan bersih, ucapan bersih, pikiran bersih, maka, Anda bisa saling kontak yoga dengan Bodhisattva, Arahat, bahkan Buddha tingkat tinggi. Anda tidak mencapai kesucian perbuatan, ucapan, dan pikiran, yang datang mutlak bukan Buddha, bukan Bodhisattva, bukan Arahat, bukan Pratyeka, bukan 4 alam suci, pasti makhluk halus saja. Jadi, bicara tentang paranormal, sebenarnya, makhluk halus suka sekali menyamar menjadi Avalokitesvara, menyamar menjadi Dewi Matsu, atau menyamar menjadi Tuhan, menyamar menjadi Yesus, menyamar menjadi Buddha Sakyamuni. Begitu sarira kita dikeluarkan, semua orang mengatakan itu milik Buddha Sakyamuni. Oh, Tuhan! Kalau begitu, sarira yang dihasilkan Buddha Sakyamuni luar biasa sekali, digabungkan pun tidak cukup dimuat di sepanjang kereta api, setiap biji adalah sarira Buddha Sakyamuni, sebenarnya, tidak sebanyak itu. Buddha, Bodhisattva, Vajra, Dharmapala, Dakini, para dewa, orang biasa sedang kontak yoga, kecuali Anda benar-benar mencapai kesucian perbuatan, ucapan, dan pikiran, Anda baru dapat komunikasi dengan para dewa tingkat tinggi, umumnya, hanya komunikasi tingkat rendah dengan manusia. Jadi, paranormal itu bukan apa-apa, mereka hanya berkomunikasi dengan makhluk halus tingkat rendah saja.

Vajrakilaya adalah Raja Setan Mahabala, di bumi Tibet, Ia telah mencelakai banyak orang, memangsa banyak orang, begitu Ia terbang keluar, menggigit sesuatu lalu dimakan. Oleh karena itu, yang hidup maupun mati di kuburan, semua dimakan oleh-Nya; di bumi Tibet, Ia telah mencelakai banyak orang. Pemimpin Tantra Vajrasattva melihat kondisi ini, Ia pun menjelma persis seperti tubuh-Nya, juga bersayap, juga berkepala tiga berlengan enam, yaitu titisan Vajrasattva, Vajrasattva turun menaklukkan Setan Mahabala Vajrakilaya, setelah Ia ditaklukkan, berubah menjadi Dewa Dharmapala Tantra, Dewa Dharmapala adalah Vajrakilaya, karena Ia ditaklukkan oleh Vajrakilaya jelmaan Vajrasattva. Jadi, di dalam Vajrakilaya ada kekuatan Vajrasattva dan kekuatan Raja Setan Mahabala-Nya, sehingga berubah menjadi Dewa Dharmapala Agama Buddha.

(Penjelasan Tambahan: Legenda yang mengatakan bahwa Vajrakilaya adalah Raja setan Maha Bala yang sangat ganas di Bumi Tibet dan ditakhlukan oleh Vajrakilaya manifestasi Vajrasatava sebenarnya merupakan simbol. SAdhana dari VAjrakilaya ini bersumber dari Terma (Harta terpendam yang berupa Ajaran) dari Guru PAdmasambhava, Vajrakilaya sendiri meruakan Tubuh Cakra Pengajaran dari Vajrasatva. Di dalam legenda Vajrakilaya manifestasi Vajrasatva menaklukkan Vajrakilaya Raja Setan Maha Bala, ini bermakna kesadaran Anutara memasuki Kesadaran rendah. Vajrakilaya awalnya adalah Raja Setan Maha Bala yang ganas di dalam Legenda ini merupakan simbol bahwa kita sebagai Sadhaka memiliki kualitas Raja setan atau bahkan kualitas hewan (Kualitas yang sangat rendah / buruk) hal ini disebabkan karena kita masih belum dapat mengalahkan 5 racun batin di dalam diri kita. Vajrakilaya manifestasi Vajrasatva menakhlukkan Vajrakilaya Raja Setan Maha Bala merupakan simbol kita sebagai Sadhaka yang belum dapat menakhlukan 5 racun batin di dalam diri kita, dengan menekuni Sadhana Vajrakilaya yang merupakan Tubuh Cakra Pengajaran dari Vajrasatva, maka akan dapat menakhlukkan kelima racun batin di dalam diri kita dan mengubahnya menjadi 5 Prajna, pada akhirnya kita juga dapat merealisasikan Kualitas Sejati dari Vajrakilaya, yang sebenarnya merupakan kualitas dari Vajrasatva sendiri.)

Saya mengajari Anda mudra, karena mudra Vajrakilaya di bumi Tibet sangat jarang, ini adalah rangkap luar, jari tengah tegak, seperti Vajrakila. Mantra-Nya "OM. BIE ZHA. JI LI JI LA YA. SARWA. BI QIE NIAN. BANG. HUM PEI." Raja Setan Mahabala ini sangat hebat. Lain kali, Anda bertemu setan, tidak suka Anda, maka, bentuklah mudra ini, "OM. BIE ZHA. JI LI JI LA YA. SARWA ...." Belum selesai dijapa, Anda sudah dimakan. Anda tidak ingat yang panjang, Ia juga ada mantra pendek, "OM. PU BA. DUO JIE. HUM PEI." Ini sangat pendek, Anda bisa mengingatnya. Melihat setan, Anda bentuk mudra ini, "OM .PU BA. DUO JIE. HUM PEI." Ia pun menghilang. Ini justru setan pukul setan, Vajrakilaya adalah Raja Setan Mahabala, Ia memiliki Dharmabala Vajrasattva, dahsyat mandraguna, menjadi Dewa Dharmapala Agama Buddha dan Agama Tantra.

Setiap kali kita bersadhana, harus menekuni sekali Sadhana Vajra, atau Sadhana Yidam, harus ada 3 faktor utama, pertama adalah visualisasi yidam yang satu ini, wujud yidam yang satu ini mesti Anda visualisasikan; kedua adalah mudra, ketika Anda visualisasi, Anda harus membentuk mudra, boleh rangkap dalam maupun rangkap luar, rangkap dalam adalah demikian, hanya saja, Vajrakila ini adalah tegak, sangat lancip. Rangkap luar juga boleh, juga sama. Inilah mudra Vajrakilaya, ada mudra dan visualisasi, kemudian ada sebuah mantra "OM. BIE ZHA. JI LI JI LA YA. SARWA. BI QIE NIAN. BANG. HUM PEI." Ketiga faktor penting ini digabungkan bisa menjadi sebuah tataara, Anda berlatih berdasarkan metode visualisasi, japa mantra, memasuki samadhi, lebih dulu visualisasi, kemudian japa mantra, memasuki samadhi, Vajrakilaya pun sangat mudah turun dan kontak yoga dengan Anda. Asalkan Anda menjadikannya sebagai Dharmapala, semua setan akan takut pada Anda; asalkan Anda kontak yoga dengan Vajrakilaya, Anda datang ke rumah paranormal, mengundangnya berkomunikasi dengan roh, akhirnya Ia berkomunikasi dengan roh, yang datang adalah setan palsu, setan asli sedari awal tidak datang. Karena Ia adalah raja setan! Semua setan pun takut pada-Nya. Anda datang ke kasino, di dalam kasino ada banyak setan judi yang didatangkan oleh orang pintar. Asalkan Vajrakilaya kontak yoga dengan Anda, Anda masuk ke kasino, Anda akan mendapatkan berapa pun yang Anda inginkan.

Mahaguru tidak pernah berjudi, namun, saya punya dadu. Hari itu, saya sedang mengocok dadu, dikocok sebentar lalu ditaruh di atas meja, saya teriak "lima", begitu dibuka adalah "lima"; dikocok lagi sebentar, ditaruh, saya berkata "dua", dibuka adalah "dua"; dikocok lagi, lalu ditaruh, saya berkata "enam"", begitu dibuka adalah "enam". Saat dikocok sangat nyaman, Gurudhara dan cucu saya Lu Jun masuk, "Kakek! What's that?" Anda sedang main apa? Benda apa ini! Saya berkata, ini adalah dadu. Ia bengong mendengarnya, karena ia tidak mengerti mandarin. Saya jelaskan padanya bahwa di dalamnya ada number, bagaimana pun kakek mengocok, ia akan muncul angka sesuai yang saya katakan. Saya kocok sebentar lalu taruh, saya suruh Lu Jun tebak, di dalam ada angka berapa, kemudian, Gurudhara juga tebak satu, satya juga tebak satu, mereka tebak "empat" atau "lima", saya berkata "dua", begitu dibuka adalah "dua". Gurudhara mata minus, ia berkata, "Benarkah dua?" Saya geser untuk diperlihatkan padanya, begitu ia lihat, memang dua, sampai akhirnya, tebakan mereka baru benar, tebak 4 kali baru tepat sekali. Saya tebak sangat tepat! Mengapa?

Di tempat Guru Thubten Dhargye, pertama kali bertemu, Ia memberikan saya sebuah Vajra Ekasula 3 sisi, yaitu Vajrakilaya. Saya bawa pulang Vajrakilaya, ditancap di atas ember beras, saya terus-menerus menekuni Sadhana Vajrakilaya. Setelah kontak yoga, saya pergi ke Las Vegas bersama beberapa Big Mama, sebenarnya kita tidak berjudi, namun, hari itu kebetulan mau menonton pertunjukan, berdiri di depan pintu kasino menunggu mobil, mobil belum datang, beberapa Big Mama mengatakan mari kita berjudi sekali saja! Baik! Berjudi sekali saja ya sekali saja. Saya tidak berjudi, keempat Big Mama, saya bediri di belakang japa Vajrakilaya. "OM. BIE ZHA. JI LI JI LA YA. SARWA. BI QIE NIAN. BANG. HUM PEI." "OM. PU BA. DUO JIE. HUM PEI." Setelah japa, semua setan judi yang dipelihara di kasino kabur semua, tersisa Raja Setan Mahabala Vajrakilaya kita di sana, begitu membentangkan sayap mengitari seluruh kasino. Keempat big mama berdiri di sana, begitu kartu dibagi, menang sekali, menang dua kali, menang tiga kali, menang empat kali, menang lima kali, setiap kali selalu menang, menang sampai petugas pembagi kartu diganti sampai kurang lebih 5-6 orang. Semua manajer kasino mengerumuni, semua orang melihat pada kami, keempat big mama histeris, terus histeris, biasanya suara mereka sangat keras, hari itu lebih keras lagi. Semua pengunjung kasino, semua melihat meja kami, manajer kasino sangat panik, semua datang, malah pembagi kartu berturut-turut diganti beberapa orang, yang ini tidak bisa, ganti lagi yang lain. Mobil yang mengantar kami menonton pertunjukan datang, naik mobil, langsung jalan. Vajrakilaya memang demikian, ketiga big mama menjadi saksi, hari itu pembagi kartu diganti beberapa orang, tidak ada satu pun yang bisa, mereka kira ada setan pada diri mereka, ganti setan pembagi kartu yang lain, diusir oleh Vajrakilaya, berturut-turut datang beberapa setan, semua dimakan oleh Vajrakilaya. Bagaimana mereka bisa menang? Setiap kali kita meneriakkan kartu, datang satu K tua, begitu dibuka menang, bandar terus-menerus kalah, kalah oleh big mama. Hari itu menang berapa? Saya belum membuat perhitungan dengan kalian, bukan saya yang main, mereka keempat big mama yang main!

Apa manfaat melatih Vajrakilaya? Ini sudah luar biasa! Dharmapala selalu mengikuti Anda ke mana pun Anda pergi. Asalkan Anda kontak yoga dengan-Nya, Vajrakilaya ini lebih mudah kontak yoga; ada satu yidam lagi, tidak boleh ditekuni di bumi Tibet, dilarang, ada dua kubu, satu kubu tekuni, satu kubu lagi melarang. Kubu yang melarang ini mengira, yidam yang satu ini walaupun memiliki kekuatan mahadahsyat, namun, bisa mempengaruhi Dharma yang benar, satu kubu lagi menyarankan untuk menekuni, Ia suka mahadahsyat, yidam yang satu itu disebut Dorje Shugden. Kubu Dalai Lama melarang menekuni Dorje Shugden; kubu satu lagi menyarankan untuk menekuni Dorje Shugden. Sebenarnya, Dorje Shugden dan Vajrakilaya, asalkan Anda berhasil mencapai salah satu dari kedua yidam ini, Anda pun memiliki kekuatan mahadahsyat, mau naik jabatan langsung naik jabatan, asalkan Anda japa mantra ini "OM. BIE ZHE. JI LI JI LA YA. SARWA. BI QIE NIAN. BANG. HUM PEI." Saya mau naik jabatan jadi manajer, saya mau naik jabatan jadi GM, saya mau naik jabatan jadi direktur, HUM PEI". Asalkan Anda kontak yoga, sekali japa, Anda pun menjadi kepala, jadi, yidam yang satu ini memiliki kekuatan Mahabala. Di tangan Mahaguru ada sesosok Raja Setan, disebut Raja Setan Ceria. Vajrakilaya juga merupakan raja setan. Vajrakilaya adalah Raja Setan Mahabala, Ia menaklukkan semua setan jahat, semua setan yang tidak baik, semua musuh dan penagih utang tidak dapat menghampiri, apapun yang dimohon akan terkabulkan. Kali ini, saya meliaht semua orang secepatnya berlatih Vajrakilaya! Kita minta TBF segera menuliskan tatacara Sadhana Vajrakilaya, agar kita semua bisa tekuni.

Ingat! Vajrakilaya terutama untuk menaklukkan, karena Ia memiliki Dharmabala Vajrasattva, jadi, Ia sama-sama mampu tolak bala, mampu meningkatkan kemakmuran, mampu cinta kasih, mampu menaklukkan; Vajrasattva juga bisa menjemput makhluk akhirat terlahir ke Buddhaloka yang suci, juga mampu menyembuhkan penyakit insan, Ia memiliki kemampuan demikian.

Kita belajar Tantra harus tahu, jangan serakah. Jangan hari ini dikatakan bahwa Vajrakilaya begitu bagus, semua orang penasaran, mau ke kasino, lebih baik jangan. Lebih baik melatih diri berdasarkan tatacara yang benar, tekuni sadhana yang Anda fokus, karena melatih diri mutlak bukan urusan setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, atau lima tahun, melainkan urusan seumur hidup. Saya sendiri bersadhana lebih dari 40 tahun, yang pertama kontak yoga adalah Yaochi Jinmu, dengan adanya kontak yoga yang pertama, selanjutnya mudah sekali kontak yoga dengan para yidam. Oleh karena itu, yang terpenting Anda lebih dulu kontak yoga dengan yidam sendiri, selanjutnya menekuni Vajrakilaya, pasti akan kontak yoga.

Pekerjaan rumah kita harus dikerjakan dengan baik, harus tekun, malah harus konsisten. Melatih diri adalah urusan seumur hidup, bukan beberapa tahun, bukan tiga tahun, Anda mutlak mahir, bukan. Banyak orang melatih diri beberapa bulan, tidak kontak yoga, Ia tidak melatih diri lagi. Tidak semudah itu. Tahukah Anda kisah Virupa (Tib: Biwarpa)? Virupa melatih diri bertahun-tahun tidak kontak yoga, pada akhirnya membuang japamala ke toilet, tidak melatih diri lagi. Malamnya, saat tidur, dakini datang memberitahu-Nya, "Anda sudah hampir kontak yoga, mengapa Anda buang japamala?" Begitu Ia bangun, segera ke toilet mencari japamala, segera cuci dan semprot parfum, akhirnya Ia pun mencapai kontak yoga. Virupa menjadi Mahasiddha Tantra, bukan tiga tahun, lima tahun, paling tidak 20 tahun. Yang terpenting apakah kita punya konsistensi tersebut. Seperti tadi malam menjelaskan Sadhana Air Sakti, Anda kira ajaran Mahaguru sangat bagus, lain kali saya awet muda, setelah dilatih sebulan, melihat cermin, begitu dilihat, masih "nenek"! Oh, Tuhan! Bukan berarti sebulan saja sudah mahir, Mahaguru sudah menekuni bertahun-tahun masih wajah tua, harus lanjut, konsisten, boleh menyembuhkan penyakit dalam tubuh Anda, ia sendiri adalah obat, pil, "Yu Ye Huan Dan", setiap hari Anda melatih diri seperti ini, sepuluh tahun, dua puluh tahun, mengembalikan wajah asli diri sendiri, disebut "Huan Dan".

Pekerjaan rumah kita tidak boleh sebentar bagus, sebentar buruk, setiap hari harus dilakukan terus-menerus. Di sini ada sebuah cerita lucu, guru bertanya, "Xiaoming, akhir-akhir ini pekerjaan rumah kamu bagus, mengapa bisa demikian?" Xiaoming berkata, "Ini semua jasa polisi razia tempat prostitusi." "Apa hubungan antara polisi razia tempat prostitusi dengan pekerjaan rumahmu?" Xiaoming berkata, "Ayah saya malamnya tidak ada tempat untuk dikunjungi, lebih baik di rumah memperhatikan saya mengerjakan pekerjaan rumah." Kita mengerjakan pekerjaan rumah, Tantra adalah ketrampilan, sama dengan pekerjaan rumah, setiap hari harus dikerjakan, setiap hari harus dikerjakan dengan baik, tidak peduli Anda mencapai kontak yoga atau tidak, Anda terus-menerus kerjakan, Bodhisattva Avalokitesvara paling welas asih, Ia melihat Anda begitu tekun dan gigih, saya tidak percaya Beliau tidak memberikan Anda kontak yoga, pasti kontak yoga.

Bodhisattva Mahapratisara, Anda memohon kontak yoga dengan-Nya, setiap hari tetap tekun mengerjakan pekerjaan rumah, dalam waktu yang singkat Ia akan kontak yoga dengan Anda. Vajrakilaya, setiap hari Anda japa mantra-Nya, membayangkan-Nya, memasuki samadhi-Nya; visualisasi Dia, membayangkan Dia datang, memasuki tubuh Anda, Anda sendiri berubah menjadi Vajrakilaya, setiap hari membayangkan-Nya. Saya juga sama, setiap hari membayangkan Guru Akar saya, membayangkan yidam saya, membayangkan Dharmapala saya, setiap hari, setiap bulan, setiap tahun, setiap detik, setiap menit, setiap hari membayangkan, setiap tahun, setiap bulan, setiap hari, setiap saat, setiap menit, membayangkan Yidam, Guru, dan Dharmapala Anda, kekuatan pikiran Anda keluar, Ia pun datang, inilah ketrampilan. Diasah terus! Batangan baja diasah menjadi jarum sulam, melatih diri benar-benar adalah batangan baja diasah menjadi jarum, dengan demikian, baru manjur. Bukan dikatakan, hari ini pekerjaan rumah saya bagus, besok pekerjaan rumah saya tidak bagus, lusa malas lagi dan tidak mengerjakan. Melatih Sadhana Air Sakti juga sama, kita menekuni Vajrakilaya juga sama, melatih pada akhirnya kontak yoga berantai dengan Guru, Yidam, Dharmapala. Sejak itu, melanglang buana dan tidak ada yang bisa menandingi.

Kita mengatakan melanglang buana. Ada sepasang kekasih di Wanchai berdebat mau ke arah Causeway Bay, si pria berkata, "Seharusnya ke arah timur", si wanita bersikukuh, "Ke barat". Kebetulan bertemu seorang teman, sehingga memintanya membuat sebuah arbitrasi, "Dari Wanchai ke Causeway Bay itu ke timur atau ke barat?" Si pria berkata, "Jika Anda mau ke Causeway Bay, memang benar ke arah timur. Jika Anda mau teman wanita Anda, maka harus ke barat." Menurut saya, maksud dari cerita lucu ini adalah, asalkan Anda menenangkan hati Anda, Anda pilih yidam mana menjadi yidam Anda, menjadi Dharmapala Anda, setelah Anda tentukan, maka jangan diubah lagi. Kecuali, ia adalah teman wanita Anda, Anda mau teman wanita Anda, tentu harus mengikutinya, Anda tidak boleh bersikukuh. Namun, kita dalam melatih diri harus bersikukuh, Guru Anda, Yidam Anda, Dharmapala Anda, adalah dasar kita dalam melatih diri, satu adalah dasar pemberkatan, satu adalah dasar ke alam suci-Nya, satu adalah dasar yang mendukung Anda. Guru adalah akar pemberkatan, Yidam adalah akar melatih diri, Dharmapala adalah akar yang mendukung usaha Anda, ini sangat penting, disebut tiga akar.

Kita tidak boleh mendua. Anda mengatakan Anda ingin menekuni 2 yidam, jika berjodoh, Anda memang boleh menekuni 2 yidam. Mahaguru memiliki 3 yidam, Dharmapala yang terutama Mahaguru adalah Yamantaka. Kalau begitu, yidam saya yang terutama, guru yang terutama ada 4 orang, yaitu yang selalu saya japa "Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Dezhung, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye". Bagaimana pun juga, Guru adalah akar. Banyak orang mengira Guru tidak ada kekurangan, semua manusia memiliki kekurangan. Setelah Anda melihat kekurangan Mahaguru, Anda pun mengatakan, "Saya tidak mau lagi, guru ini ada kekurangan." Guru bukan Kongzi, bukan suciwan, guru sedang melatih diri, sebagai seorang manusia pasti memiliki kekurangan, namun, Anda melihat kekurangan guru, Anda jangan meniru kekurangannya, Anda tiru kelebihannya. Siapa dapat menandingi semangat Mahaguru, mengapa Anda tidak meniru semangat saya? Mengapa Anda tidak belajar dari saya? Saya telah menulis 225 buku! Saya setiap hari melatih diri, pekerjaan rumah setiap hari saya selesaikan. Anda dapat belajar teknik ketekunan saya. Teknik bersabar saya juga lumayan! Saya masih ada Sheng-yen Lu Foundation, khusus melakukan usaha Bodhi! Berdana! Mahaguru sendiri juga menaati sila! Anda lihat kapan saya pernah merokok? Kapan pernah minum minuman keras? Saya juga menaati sila! Saya sendiri memang kurang bijak, kebijaksanaan Mahaguru memang tidak tinggi, namun, saya hanya menulis 225 buku saja! Masih terus menulis. Saya tidak berani mengatakan betapa tingginya kebijaksanaan saya! Kekuatan meditasi Mahaguru juga lumayan. Anda belajar seperti ini, maka Anda tidak akan meniru kekurangan saya yang lain.

Mahaguru memang ada satu hal, Mahaguru hingga sekarang masih warga negara yang baik, hanya saja saya bukan pemuda tidak baik, juga bukan manula tidak baik, saya adalah manula yang sangat baik, saya tidak pernah melanggar hukum! Bahkan menyetir pun saya sangat taat peraturan, tidak menyalib mobil, tidak menyetir dalam kecepatan tinggi, tidak melanggar tata tertib lalu lintas. Jadi, hingga sekarang, saya tidak pernah ditilang, sangat standar! Mana yang tidak baik!

Anak berkata pada ayah, "Guru berkata, ayah pukul anak juga melanggar hukum." Ayah berkata, "Bodoh! Yang dimaksud oleh guru adalah hukum negara, saya pukul kamu dengan hukum keluarga." Saat saya muda, sering dipukul ayah saya, ia menggunakan hukum keluarga, saya tidak berdaya, juga tidak langgar hukum. Namun, ia memiliki hukum keluarganya, saya memiliki hukum keluarga saya. Hukum keluarga saya adalah "tidak pernah pukul anak". Hukum keluarga kami beda, ayah saya sekrang juga berubah menjadi seorang manula yang sangat ramah, kelak ia juga bisa terlahir di alam suci, karena ibu saya akan menjemputnya.

Pemikiran setiap orang berbeda-beda. Oleh karena itu, kalian menekuni yidam yang mana, kalian pilih sendiri. Vajrakilaya mudah kontak yoga. Ada sebuah cerita lucu, karena setiap orang memiliki sisi masing-masing, kita orang Taiwan mengatakan "semacam beras memelihara seratus macam manusia", oleh karena itu, kita dalam aspek melatih diri tentu saja beda. Namun, asalkan Anda menekuni Buddhadharma, Anda menuruti pandangan benar dari Sadparamita, kelak hasil yang Anda capai akan sama.

Ada sekawanan pria sedang minum minuman keras, ada seorang tiba-tiba punya ide cemerlang, ingin mengirim sms kepada istri sendiri. Ia menulis 3 kata "saya cinta kamu", lihat bagaimana reaksi mereka. Alhasil, istri pria berumur 20 tahun membalas "saya juga cinta kamu"; wanita umur 30 tahun membalas, "Apakah kamu kebanyakan minum?" Wanita umur 40 tahun membalas, "Apakah kamu sakit?" Wanita umur 50 tahun membalas, "Apakah kamu salah kirim sms, lihat saja nanti kamu pulang bagaimana saya memberesi kamu!" Wanita umur 60 tahun membalas, "Kamu sudah pensiun, apakah kamu kurang kerjaan sehingga menjadi gila, mari kita sama-sama naik gunung!" Wanita umur 70 tahun tidak membalas, ia langsung menelepon anaknya, "Ayah kamu sakit, cepat bawa dia ke rumah sakit." Wanita umur 80 tahun akan berbicara sendiri, "Aduh! Hari ini suami saya pasti lupa minum obat Alzheimer."

Cara berpikir setiap orang berbeda-beda! Kita setiap umat sedang melatih diri, setiap orang berbeda-beda, namun, yang terpenting adalah memiliki pikiran benar. Anda mesti memiliki pikiran benar, di dalam Tantra ada 3 pikiran benar yang paling utama, pertama Anda mesti memiliki "niat meninggalkan keduniawian", tidak mengharapkan segala duniawi -- meninggalkan keduniawian; kedua Anda mesti memiliki "Bodhicitta", hati Bodhi; ketiga Anda mesti memiliki "pandangan benar Madhaymika", dengan demikian baru tidak akan menyimpang; dengan adanya pikiran benar, maka tidak akan kerasukan mara. Jika pikiran Anda tidak benar, mudah sekali kerasukan mara. "Pandangan Benar Madhyamika" yang sesungguhnya sama sekali tidak ada pikiran. Jika Anda sama sekali tidak ada pikiran, menghentikan semua pikiran, api tummo Anda dengan sendirinya muncul, bindu dengan sendirinya turun, nadi tengah juga bisa terbuka, ketiga nadi dan ketujuh cakra pun bisa terbuka semua, yang satu ini paling penting.

Oleh karena itu, Laozi berkata, "Anda mendapatkan satu, maka segalanya lulus." Mendapatkan satu maka berhasil. Karena, Anda hanya memiliki satu pikiran, Anda sepenuh hati terlahir di Buddhaloka yang suci, maka dapat terlahir di Buddhaloka yang suci; Anda sepenuh hati mencapai kebuddhaan, maka bisa mencapai kebuddhaan. Laozi berkata, "Mendapatkan satu hal, maka segalanya pun lulus." Titik beratnya ada di sini. Oleh karena itu, Anda semua jangan berkhayal, berpikir terlalu banyak, berkhayal terlalu banyak, bersadhana tidak akan berhasil, yang terpenting fokus pada satu sadhana, fokus pada seorang Guru, satu yidam, satu Dharmapala, kecuali Anda adalah orang berbakat besar, Anda ingin menyeberangkan insan, Anda harus menekuni banyak sadhana, Anda baru lakukan, atau kita harus fokus, Anda "mendapatkan satu" maka "segalanya lulus". Sang Buddha juga bersabda, "Fokus pada satu hal, segalanya terlaksana."

Hari ini yang terpenting adalah saya memperkenalkan Vajrakilaya. Kelak, kita ada Sadhana Vajrakilaya. Ketahuilah, ketika kedua tangan Anda membentuk Vajrakilaya seperti ini, itulah Vajrakilaya. Ketika tangan Anda ini ditujukan pada diri Anda sendiri, maka menaklukkan khayalan Anda sendiri; jika ditujukan ke depan berarti menaklukkan segala kerisauan dan segala rintangan; ketika jari tengah Anda saling digosok 3 kali, satu panjang satu pendek, satu panjang satu pendek, satu panjang satu pendek, Vajrakilaya pun turun. Setiap kali Anda bersadhana, melakukan persembahan, Ia pasti menerima persembahan Anda. Sama seperti Mahaguru, sekarang Mahaguru setiap kali melakukan persembahan, sekali diangkat, Ia datang menerima persembahan, kita langsung tahu. Anda lihat Mahaguru setiap kali makan, pasti sayuran diangkat untuk melakukan persembahan, Ia datang atau tidak untuk menerima persembahan saya, saya tahu. Pertama kali datang ke Villa, diangkat, memohon Ia menerima persembahan, Ia tidak datang. Saya mohon lagi, tidak mungkin tidak datang, mohon lagi, Ia datang, menerima persembahan. Ditaruh, saya makan sebentar, sempat termakan kerang, kerang sudah basi. Jadi, pertama kali Ia tidak datang menerima persembahan, artinya di dalam sayuran Anda ada masalah, Ia tidak akan mempermasalahkan makanan itu tidak enak, lantas tidak datang menerima persembahan, Ia tidak mempermasalahkan. Namun, sayuran memang sudah basi, Ia tidak mau Anda makan, jadi, Ia pun memberikan petunjuk pada Anda, "Saya tidak menerima persembahan Anda, sayuran Anda bermasalah." Oleh karena itu, kerang minggu lalu itu basi, sehingga saya makan, ini basi, pantas Ia tidak datang menerima persembahan. Ia sudah memperingatkan Anda. Jadi, bahkan persembahan juga merupakan sadhana. Kita setiap kali bersadhana pasti melakukan persembahan, ingat! Dengan persembahan, Ia baru akan datang, persembahan yang sederhana pun boleh; Anda harus memberikan persembahan yang mewah dan perlihatkan pada-Nya, akan mengundang semua makhluk halus datang, Anda juga jangan takut, sadhana makhluk halus bukan tidak baik. Ia mampu membantu Anda berhasil, berarti baik, Ia tidak mampu membantu Anda berhasil, berarti tidak baik.

Oleh karena itu, banyak mitos, seperti mantra penyeberangan tidak boleh dijapa! Mantra penyeberangan justru menyeberangkan makhluk halus, membantu makhluk halus, tentu saja baik. Apaan Sadhana Dhumapuja tidak boleh ditekuni! Setan-setan akan datang! Itu diundang oleh musuh dan penagih utang, setelah menerima persembahan Anda, berubah pikiran, sebaliknya membantu Anda dan tidak merintangi Anda, Sadhana Dhumapuja mana mungkin tidak boleh ditekuni? Sadhana Dhumapuja memang bisa mengundang makhluk halus, namun, yang diundang musuh dan penagih utang Anda, menerima persembahan asap Anda, Ia pun balik membantu Anda, itu Dharma yang baik, bukan Dharma yang jahat, justru harus ditekuni. Oleh karena itu, banyak mitos di luaran, apaan SUTRA KSITIGARBHA tidak boleh dipanjatkan, makhluk halus dan Raja Setan yang dipanjatkan di dalam SUTRA KSITIGARBHA, semua akan datang, ada lagi semua musuh dan penagih utang, semua setan tetangga, semua berkumpul di dalam rumah Anda mendengarkan Anda memanjatkan SUTRA KSITIGARBHA! Baik untuk mereka, Mereka suka dengar, sebaliknya bisa membantu Anda, itu baik. Jangan sekali-kali percaya ucapan orang lain, apaan SUTRA KSITIGARBHA tidak boleh dipanjatkan, MANTRA PENYEBERANGAN tidak boleh dipanjatkan, SADHANA DHUMAPUJA tidka boleh ditekuni. Dasar! Jika kita baik terhadap makhluk halus, Ia balik akan membantu kita! Asalkan kita baik terhadapnya, memberikan persembahan kepadanya, ia akan datang membantu kita!

Oleh karena itu, kita menjalin hubungan baik dengan insan. Di mata Mahaguru tidak ada baik dan jahat, orang jahat juga orang baik, menyadarkan insan itu tidak mengabaikan seorang insan pun, tidak boleh mengabaikan orang lain. Bagaimana pun semua itu baik. Di hati Mahaguru tidak ada yang namanya orang jahat, semua adalah orang baik; di hati Mahaguru tidak ada setan jahat, setan jahat juga bisa berubah menjadi setan baik. Dewa malah bercahaya dan bersih, para dewa juga bercahaya dan bersih, apalagi Buddha Bodhisattva. Oleh karena itu, hati semua orang jangan membeda-bedakan, dengan demikian, baru bisa kontak batin dengan Buddha Bodhisattva. Buddha Bodhisattva kontak batin dengan kita, karena di dalam hati kita seperti selembar kertas putih, Buddha Bodhisattva mana pun bisa masuk ke dalam hati kita, perbuatan-ucapan-pikiran kita bersih, Buddha Bodhisattva pun masuk ke dalam tubuh kita dan kontak yoga dengan kita. Sekian untuk hari ini.

Om Mani Padme Hum.

Vajrasattva



Mantra 100 Aksara:
Om Vajrasatva Samaya Manupalaya Vajrasatva Tvenopa Tistha Dridho Me Bhava Sutokayu Me Bhava Supukayu Me Bhava Anu Rakto Me Bhava Sarva Siddhi Meparyaccha Sarva Karma Succhame Chittam Shriyam Guru Hum Ha Ha Ha Ha Ho Bhagavan Sarva Thathagata Vajra Mamemuncha Vajre Bhava Maha Samaya Satva Ah Hum Phat (Sanskrit)


Mantra Pendek:
Om Bie Zha Sa Duo Ah hum Pei
Om Vajrasatva Ah Hum Phat
(Sanskrit)

Didalam mantra 100 aksara Vajrasattva juga terdapat Mantra pendeknya, tetapi jika dibilang sama juga berbeda.

Mantra 100 Aksara adalah mantra pertobatan sekaligus mantra penghapus pelanggaran sila samaya dan juga bisa memperbaiki segala Sadhana yang kurang sempurna.

Mantra Pendeknya adalah Mantra Hati Vajrasattva.


Dengan makna mendalam dalam pembinaan diri yang demikian, Adinata hadir dari Kesadaran Tertinggi Alam Semesta, inilah rahasya dalam Tantrayana ! Setelah bervisualisasi Vajrasattva bermanifestasi maya dari cakra-candra, di angkasa memancarkan cahaya terang, maka Anda boleh memulai visualisasi tri-aksara vidya mengadhistana Anda.

Setelah Anda mengundang kehadiran yidam, Anda juga harus memohon adhistana yidam untuk memurnikan tubuh-ucapan dan pikiran. Sadhana luar ini demi memurnikan klesha dan jnana-warana yang disebabkan oleh avidya sejak masa tanpa awal.

Anda memvisualisasikan ajna-cakra, visuddhi-cakra dan anahata-cakra dari Vajrasattva memancarkan cahaya adhistana Tri-aksara-vidya (Om A Hum), memurnikan tri-visa (tiga racun batin) lobha-dosa-moha Anda. Memurnikan kaya-vak dan citta (tubuh-ucapan dan pikiran). Jadi proses adhistana tersebut adalah melalui visualisasi kemudian menjapa mantra, visualisasikan cahaya putih dari bijaksara OM, menjapa mantra OM, mengadhistana ajna-cakra Anda. Visualisasikan cahaya merah bijaksara A, japa mantra “A”, mengadhistana visudhi-cakra Anda ; Visualisasikan cahaya biru dari bijaksara HUM, japa mantra HUM, mengadhistana anahata-cakra Anda.

Saat itu, yidam di angkasa telah memancarkan sinar Tri-aksara-vidya. Memurnikan semua karmawarana Anda sejak masa tanpa awal. Jadi yidam telah diundang dan telah mengadhistana Anda, berikutnya adalah beryoga dengan Anda. Proses yoga tersebut, kita harus melakukan visualisasi yang jelas, detail dan indah, dalam proses visualisasi cakra-candra sampai “memasuki aku” dan “aku memasuki” ada dibagi menjadi enam tahapan, jadi disebut “Enam bagian” .

Dari cakra-candra muncul bijaksara, menjadi yidam, mengadhistana, kemudian menetap di usnisa Anda, menyatu, turun untuk beryoga dengan Anda, semua tahapan ini divisualisasikan, jadi Anda harus melakukan visualisasi terlebih dahulu, kemudian menjapa mantra.

Setelah visualisasi yidam mengadhistana, menetap di usnisa, kemudian bervisualisasi yidam yang berada di usnisa memancarkan cahaya tanpa batas, memancarkan sinar ratusan mustika, berbagai warna, merah-oranye-kuning-hijau-biru-nila-ungu, berbagai macam warna sinar, mengabhiseka Anda.

Saat itu ada visualisasi yang lebih detail, Anda harus memvisualisasikan Dharmasana (tahta tempat duduk kehormatan bagi Suciwan Agung) adalah Dharmasana Padma kelopak seribu. Vajrasattva duduk di Vajrasana (tahta Vajra), di bawah padmasana (tempat duduk teratai) berkelopak seribu ada sebuah tahta kotak yaitu Fondasi Visva-vajra , Anda bisa memvisualisasikannya terdapat hiasan Visva-vajra (Vajra salib),dan dijaga oleh Singa Salju, jadi diatas Vajrasana tersebut dikelilingi oleh padma berkelopak seribu, Vajrasattva duduk diatas Vajra-ratna-sana (tahta tersebut) , inilah yang disebut Vajra-sana, Anda harus memvisualisasikannya dengan jelas.

Jadi Vajra-ratna-sana itu terdiri dari Fondasi Visva-vajra yang berbentuk bujur sangkar yang ditengahnya ada hiasan visva-vajra, ada Singa Salju yang melindungi Vajrasattva, mereka ada kula (anggota) dari Vajrasattva, sedangkan diatas Fondasi Visva-vajra terdapat padmasana berkelopak seribu yang memancarkan tujuh warna cahaya. Keseluruhan ini disebut Vajrasana (singasana Vajra).

Kemudian Mulapranidana-mudra (Mudra sikap tubuh yang melambangkan ikrar) dari Vajrasattva, tubuh Bodhisattva bhumi ke 11, berwarna putih, tangan kiri membawa vajra-gantha (bel), tangan kanan membawa vajra, vajra tersebut ditopang lurus oleh genggaman telapak tangan, inilah mula-pranidhana-mudra Nya.

Jadi, Anda memvisualisasikan yidam Vajrasattva yang ada di usnisa Anda, bertubuh putih, tangan membawa Dharmayudham (alat Dharma) mula-pranidhana, yaitu tangan kiri mmebawa gantha, tangan kanan membawa vajra, duduk di atas kepala Anda. Memancarkan sinar ratusan mustika, sinar tujuh warna mengabhiseka Anda, bahkan sinar tersebut mengitari seluruh penjuru Dharmadhatu. Anda harus memvisualisasikannya dengan sangat jelas, dalam sekejap, visualisasi Anda mencakup seluruh Dharmadhatu , baik itu dimasa lampau, yang akan datang dan saat ini.

Namun ada satu kiat yang mendetail, sebelum mampu menembus rintangan awal, panca-skandha akan sangat pekat, banyak klesha, maka walau Anda diberi arus abhiseka Dharma, namun Anda tidak mampu menerimanya. Yidam ada memancarkan cahaya, namun kita tidak mampu menerimanya, kenapa tidak mampu menerima cahaya terang tersebut ? Karena panca-skandha dan klesha Anda telah menolak cahaya terang dari yidam.

Kenapa dalam tahapan bersadhana Anda, dimana Anda telah bersadhana setiap hari, menjapa mantra juga sudah lebih dari seratus ribu kali, kenapa belum beryukta ?

Bahkan ada yang sudah menjapa Mantra Hati Guru sebanyak 500ribu kali, satu juta kali, ada juga yang sepuluh juta kali, namun disini yang sudah menjapa sepuluh juta kali hanya saya. Yang sudah menjapa sampai 500ribu sudah banyak, namun, kenapa Anda tidak merasakan apapun ? Kenapa masih belum dapat beryukta ? Karena Anda belum lolos dari rintangan awal.

Apa yang dimaksud dengan lolos dari rintangan awal ? Jika berhasil melampaui jhana awal yaitu Surga Kama-dhatu (surga nafsu keinginan) sampai ke Rupa-dhatu (Surga berwujud) , ini dinamakan telah melampaui rintangan awal. Sebab Anda masih berada di kama-dhatu ! Anda masih di bagian para penghuni surga ! Jadi cahaya tidak dapat mengabhiseka Anda . Sedangkan siddhi vidya-dhara (Siddhi mantra) dalam Tantrayana adalah melampaui kama-dhatu, telah naik ke rupa-dhatu, mencapai catvari-dhyanani asta-samadhi (empat dhyana di alam berwujud dan delapan konsentrasi, empat di alam berwujud dan empat di alam tak berwujud), merealisasikan Samata-jnana (Kebijaksanaan Sifat Setara) , sehingga siddhi vidya-dhara dalam Tantrayana juga disebut sebagai Siddhi Visuddhi-prabha (Siddhi Sinar Murni).

Saat kita melaksanakan api homa, melakukan tiga tahap visualisasi, semua memvisualisasikan Mahaguru menetap di usnisa (atas kepala), yidam menetap di usnisa, ada orang yang bisa merasakan, ada yang tidak merasakan apa-apa. Penyebabnya adalah klesha panca-skandha Anda telah menolak cahaya Buddha Bodhisattva.

Saya mengajari Anda sekalian sebuah visualisasi yang khusus, yaitu padmasana seribu kelopak yang ada diatas Vajra-ratna-sana, padmasana bersambungan dengan Vajrasattva, visualisasikan bijaksara HUM putih di cakra anahata Vajrasattva, bijaksara HUM ini berada di nadi susumna (tengah), nadi susumna Vajrasattva tembus sampai Vajra-sana sampai ke batang padma berkelopak seribu , batang padmanya berbentuk seperti sedotan, masuk ke dalam ubun-ubun kita, Sifat Sejati Vajrasattva , cahaya di anahata-cakra, mengalir masuk melalui saluran nadi tersebut , perlahan memasuki tubuh Anda.

Visualisasi dari nadi susumna Vajrasattva mengalirkan susu Dharma berwarna putih, meskipun susumna Anda sendiri belum tertembus, namun jika Anda melakukan latihan visualisasi ini dalam waktu lama, maka dengan adhistana Vajrasattva mampu menyucikan nadi ketujuh cakra Anda, menyucikan nadi-nadi kacau yang merintangi bhavana Anda, menyucikan nadi mara. Jika Anda sering melakukan visualisasi ini, maka makin lama nadi susumna Anda akan tembus, kemampuan ini dianugerahkan oleh Vajrasattva.

Kita semua tahu bahwa Vajrasattva adalah Pangeran Dharma bhumi 11, apa itu bhumi 11 ? Bhumi 10 adalah realisasi Kebuddhaan, bhumi 10 sudah kita sebut sebagai Tathagata, sedangkan Pangeran Dharma sendiri bermakna Beliau mempunyai keluhuran dan kualitas dari Para Tathagata di tiga masa (lampau, saat ini dan akan datang.)

Amarah dan Kebencian



Amarah dan Kebencian

Om. Guru. Lian-sheng. Siddhi. Hum
Source : The Scriptures
Translated by 蓮花 Jun 施安


Jika aku membenci, berarti aku sendiri yang melakukan kejahatan, kenapa demikian ? Sebab tiga alam rendah diciptakan oleh kebencian. Semua penderitaan di tiga alam rendah disebabkan perbuatan diri sendiri yang menghasilkan buah penderitaan bagi diri sendiri pula. - Sutra Vinaya Upasaka -

Dalam Sutra Vinaya Upasaka ada tertulis :

Orang yang bijaksana, jika berhadapan dengan makian, hendaknya berpikir demikian :

Kata-kata makian itu tidak muncul dalam satu saat, sebab saat huruf yang pertama keluar, huruf berikutnya belum muncul. Namun saat huruf yang berikutnya muncul, huruf yang pertama telah sirna. Jika bukan dalam satu waktu, apa itu makian ? Itu hanyalah suara angin, untuk apa aku emosi ?

Tubuhku merupakan gabungan panca-skandha, jika empat skandha tiada, tiada yang dapat dimaki.

Rupa-skandha terbagi menjadi sepuluh, nampak eksis karena gabungan, demikianlah gabungan tersebut didefinisikan oleh arus pikiran yang tidak berhenti, jika tidak berhenti, siapakah yang menderita makian ?

Ada dua jenis makian : 

  1. Kenyataan ; 
  2. Palsu. 
Bagi yang mengungkapkan kenyataan melalui makian, dimanakah letak kebencian dalam kenyataan tersebut. Bagi yang mengungkapkan kepalsuan, berarti dia memaki diri sendiri, dan itu bukan urusan kita, jadi mengapa kita harus emosi ? Orang yang membenci, berarti dia sendiri yang melakukan kejahatan, kenapa demikian ? Sebab tiga alam rendah diciptakan oleh kebencian. Bagi yang menderita dalam tiga alam rendah, itu semua disebabkan perbuatan diri sendiri yang menghasilkan buah penderitaan bagi diri sendiri pula.


Memaki suciwan agama lain, atau menggunakan kata-kata jahat dan kotor memaki sekte lain, meskipun menjuluki diri sendiri sebagai penganut Buddhist yang benar, namun jika kita memeriksa apa yang tertulis dalam Sutra Buddha , maka kita mengetahui siapakah mereka sesungguhnya :

"Rumah kediaman bagi Hyang Tathagata adalah sikap hati senantiasa menyingkirkan penderitaan dan memberikan kebahagiaan bagi para insan ; Jubah bagi Hyang Tathagata adalah sikap hati yang lemah lembut dan penuh kesabaran." - Saddharmapundarika Sutra -

"Orang yang mampu mempraktekkan kesabaran, adalah orang yang agung dan berkekuatan." -Sutra Warisan Ajaran Buddha -

Mulut yang selalu murni dalam ucapan, kelak tidak akan menderita bau busuk, suara yang dihasilkan akan merdu, sehingga menyenangkan semua yang mendengarnya. ( Saddharmapundarika Sutra )

Maha-ratna-kuta Sutra :
Satu pikiran kebencian mampu menghancurkan kebajikan yang telah ditimbun selama ribuan kalpa.

Avatamsaka Sutra Varga Aktifitas Samantabhadra : "Wahai putra Buddha, begitu seorang Bodhisattva Mahasattva membangkitkan satu pikiran kebencian, maka diantara segala macam kejahatan, tiada yang dapat mengungguli kejahatan ini. Kenapa demikian ? Wahai putra Buddha, begitu Bodhisattva Mahasattva timbul kebencian, berarti ia sedang didera ratusan ribu rintangan dalam pelatihan diri."

"Wahai putra Buddha, begitu Bodhisattva Mahasattva membenci, maka ratusan bahkan ratusan ribu rintangan menderanya. Kenapa demikian ? Wahai putra Buddha, Aku tidak menjumpai ada satu kejahatanpun yang melampaui kejahatan satu pikiran kebencian seorang Bodhisattva."

Sebagian umat Buddha, bisa sambil memuja Buddha, sambil membenci / mengumpat / memfitnah sekte lain. Atau bahkan sambil memaki orang suci agama lain.

Ataupun membenci saudara-saudari Sedharma sendiri. Mari kita lihat bagaimana Yesus mengajarkan, Yesus yang oleh sebagian oknum dijuluki sebagai Non Dharma :

Tetapi Aku berkata bahwa apabila kalian marah, sekalipun di rumah sendiri, kalian menghadapi kemungkinan dihukum.

Apabila kalian mengatai orang : 'tolol', kalian menghadapi kemungkinan diseret ke hadapan pengadilan.

Dan apabila kalian mengutuki dia, maka kalian akan sukar menghindari api neraka.

Oleh karena itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Matius 5:22-24)

Kerugian yang diakibatkan oleh amarah dan kebencian dapat menghancurkan Dharma kebajikan dan merusak nama baik. Dalam kehidupan saat ini maupun yang akan datang, menyebabkan orang lain tidak suka berjumpa dengan kita.

Ketahuilah bahwa kebencian bagaikan kobaran api, senantiasa waspada untuk mencegahnya, jangan biarkan diri sendiri terjerumus ke dalamnya. Tidak ada yang dapat melampaui kebencian dalam hal merampok semua kebajikan yang telah dipupuk selama berkalpa-kalpa.

Source : Sutra Ajaran Buddha