嗡。古魯。蓮生。悉地。吽 - Om Guru Lian Sheng Siddhi Hum

嗡。古魯。蓮生。悉地。吽 - Om Guru Lian Sheng Siddhi Hum
Showing posts with label Sadhana. Show all posts
Showing posts with label Sadhana. Show all posts

Friday, November 21, 2014

9 Langkah Pernafasan

Melakukan Sembilan Langkah Pernafasan sebelum memasuki samadhi bermaksud untuk menghentikan pengembaraan pikiran dengan memperhatikan pernafasan. Manfaatnya besar sekali. Ini adalah hasil penghayatan dan pengalaman saya saya (Mahaguru Liansheng) selama melatih diri dalam Tantra.
Waktu melakukan sembilan langkah pernafasan, sebaiknya mengendalikan keluar masuknya nafas melalui lubang hidung kanan dan kiri dengan pikiran. Jika belum bisa melakukan demikian, boleh menggunakan jari manis (jari tengah) menutupi lubang hidung dengan lembut. Misalnya tarik nafas melalui lubang hidung kanan, tutupilah lubang hidung kiri dengan tangan; tarik nafas melalui lubang hidung kiri, tutupilah lubang hidung kanan dengan jari tangan, kedua tangan bertugas secara bergantian, berlatihlah dengan pelan-pelan (Mengeluarkan nafas melalui lubang hidung kanan, tutupilah lubang hidung kiri dengan jari tangan; mengeluarkan nafas melalui lubang hidung kiri, tutupilah lubang hidung kanan dengan jari tangan).
Namun saya tetap beranggapam, mengendalikan keluar masuknya nafas melalui lubang hidung kiri dan kanan dengan pikiran adalah yang terbaik, sehingga ketenangan tidak terganggu oleh banyaknya gerakan tangan. Dengan pikiran mengendalikan keluar masuknya nafas melalui hidung kiri dan kanan, pada awalnya memang agak susah. Namun jika dilatih terus, akan menjadi mahir.
Pada saat melakukan sembilan langkah pernafasan, boleh bervisualisasi di depan sadhaka ada cahaya putih yang terang-benderang. Atau boleh juga bervisualisasi Yidam berada tepat di hadapan sadhaka. Dari lubang hidung Yidam mengalir cahaya putih.

Penjelasan terperinci dari sembilan langkah pernafasan:
Sadhaka duduk diam, kedua tangan membentuk mudra Dhyana. Pertama-tama bervisualisai seluruh tubuh sadhaka bersih bening seperti kristal, memancarkan cahaya elok; ketiga nadi dalam tubuh, tegak dan sejajar. Ketiga nadi ini adalah lalana (nadi kiri), rasana (nadi kanan) dan nadi tengah, bentuknya seperti pipa. Lalana terhubung ke lubang hidung kiri, rasana terhubung ke lubang hidung kanan. Diameter nadi tengah bagian atas lebih besar dari pada bagian bawah, bagian atasnya seperti sebuah trompet, terhubung ke otak, hingga cakra puncak. Bagian bawah ketiga nadi ini bertemu di Avadhuti (sebuah titik yang jaraknya empat jari di bawah pusar).
Kemudian bervisualisasi, di depan sadhaka terdapat cahaya putih yang terang-benderang atau dari lubang hidung Yidam mengeluarkan cahaya putih.
  1. Bervisualisasi cahaya putih masuk dari lubang hidung kanan, begitu sampai di rasana langsung berubah menjadi cahaya merah, turun menelusuri rasana hingga Avadhuti, kemudian naik keatas melalui lalana, keluar dari lubang hidung kiri dan berubah menjadi hawa hitam.
  2. Bervisualisasi cahaya putih masuk dari lubang hidung kiri, begitu sampai di lalana langsung berubah menjadi cahaya merah, turun menelusuri lalana hingga Avadhuti, kemudian naik keatas melalui rasana, keluar dari lubang hidung kanan dan berubah menjadi hawa hitam.
  3. Bervisualisasi cahaya putih masuk dari lubang hidung kiri dan kanan, begitu sampai di lalana dan rasana langsung berubah menjadi cahaya merah, turun menelusuri lalana dan rasana sampai di Avadhuti, kemudian naik keatas mendobrak ke ubun-ubun melalui nadi tengah, tidak tembus, kembali lagi ke Avadhuti, lalu melalui lalana dan rasana, keluar dari lubang hidung kiri dan kanan dan berubah menjadi hawa hitam.
  4. Masuk dari lubang hidung kiri, keluar dari lubang hidung kanan (seperti langkah kedua).
  5. Masuk dari lubang hidung kanan, keluar dari lubang hidung kiri (seperti langkah pertama).
  6. Masuk dari kedua lubang hidung, keluar dari kedua lubang hidung, (seperti langkah ketiga).
  7. Masuk dari kedua lubang hidung, keluar dari kedua lubang hidung, (seperti langkah ketiga).
  8. Masuk dari lubang hidung kanan, keluar dari lubang hidung kiri (seperti langkah pertama).
  9. Masuk dari lubang hidung kiri, keluar dari lubang hidung kanan (seperti langkah kedua).
Demikianlah latihan sembilan langkah pernafasan. Sembilan langkah pernafasan ini sebenarnya hanya ada tiga jinis langkah, Cuma urutannya ditukar saja.
Namun penukaran urutan ini mempunyai maksud tertentu, yaitu untuk melatih kekuatan pikiran dan konsentrasi, merupakan latihan yang sangat penting.

Makna pentingnya sembilan langkah pernafasan:
Sembilan langkah pernafasan adalah cara untuk memfokuskan pikiran dengan memikirkan sesuatu. Umat awam seperti kita ini, pikirannya suka berkelana kemana-mana, tidak mungkin bisa langsung memasuki samadhi (tidak memikirkan sesuatu pun). Oleh sebab itu dengan satu pikiran menggantikan pikiran yang bercabang-cabang. Dengan memikirkan lubang hidung kiri, lubang hidung kanan, kedua lubang hidung, cahaya putih, cahaya merah dalam tubuh, hawa hitam yang keluar, dengan penukaran masing-masing langkah ini, dan perhatian pada pernafasan, pikiran yang bercabang-cabang dihentikan. Pikiran sadhaka menjadi hanya terpusat pada perubahan dalam sembilan langkah pernafasan.
Dulu, banyak siswa bertanya kepada saya, apa yang harus dilakukan bila pikiran suka mengembara? Saya menjawab, menghentikan pengembaraan pikiran dengan pikiran. Melakukan sembilan langkah pernafasan sebelum memasuki samadhi. Pengembaraan pikiran diatasi dengan pikiran tunggal.
Sembilan langkah pernafasan adalah salah satu cara yang efektif untuk melenyapkan karmawarana. Kita bervisuasi Yidam dan cahaya putih berada didepan, lalu menarik nafas, berarti menghirup cahaya yang suci murni. Perubahan menjadi cahaya merah adalah untuk membersihkan karmawarana yang ada dalam tubuh. Setelah disirkulasi, akhirnya menghembuskan semua hawa kotor (hawa hitam) keluar dari tubuh. Pernafasan sembilan langkah pernafasan adalah sadhana rahasia Tantra untuk melenyapkan karmawarana. Jika seorang sadhaka dengan khusyuk melakukan penghimpunan cahaya putih dan penghembusan hawa hitam, lama kelamaan, dirinya akan memancarkan cahaya yang suci murni, akan manunggal dengan cahaya Yang Maha Esa, ini merupakan pencapaian dari penghancuran sang aku.
Senbilan langkah pernafasan merupakan cara untuk memasuki samadhi. Umumnya seorang sadhaka yang sudah cukup terlatih, setelah meklakukan sembilan langkah pernafasan, pikirannya sudah terpusat, terserap ke dalam dhyana, segera memasuki Vajra samadhi, bebas dari segala khayalan, berdiam dalam samadhi, memasuki sunyata, ini merupakan pradyana paramita sehingga panca skandha terlihat sunya.

Bagi seorang sadhaka Tantra yang telah mencapai pembebasan, yang telah mengembangkan Maha-bodhicitta, visualisasinya amat berbeda.
Yang dihirupnya adalah asap hitam, karma buruk dari makhluk luas berupa asap hitam, dibebankan pada diri sadhaka. Yang masuk ke dalam tubuh adalah cahaya merah, mengubah karmawarana menjadi cahaya merah, sehingga karma buruk dihancurkan. Yang dihembuskan adalah cahaya putih, kebajikan diberikan kepada semua makhluk hidup, membuat mereka semua terselamatkan.
Ini adalah jalan Bodhisattva, mengembangkan bodicitta, menifestasi Mahamaitri dan Mahakaruna dari seorang sadhaka Tantra.

Sumber:: majalah Satya Buddha Edisi 4 (Oktober 1999)

Catur Prayoga

CATUR PRAYOGA


Konsep Sadhana Catur Prayoga : 
Latihan Dharma Tantrayana Satya Buddha terbagi menjadi lima bagian yaitu :
 1. Sadhana Empat Langkah Dasar – Catur Prayoga
2. Sadhana Guru Yoga (tahapan awal dimana mulai muncul kontak batin tertentu dengan Maha Mula Vajra Acarya, Maha Guru Lu)
3. Sadhana Yidam Yoga
4. Sadhana Vajra Dharma Yoga
5. Anuttara Tantra -> Maha Dzogchen

Empat Langkah Dasar meliputi :
1. Sadhana Maha Namaskara
2. Sadhana Catur Sarana
3. Sadhana Maha Puja
4. Sadhana Vajrasattva – Vajra Citta Bodhisattva, yang merupakan penjelmaan kemurnian Panca Dhyani Buddha

Empat Langkah Dasar atau Catur Prayoga ini merupakan latihan dasar yang menjadi pondasi utama di dalam latihan esoteris. Bagaikan sebuah bangunan kokoh yang harus memiliki dasar yang kuat, maka demikian pula Sadhana Catur Prayoga merupakan pondasi yang paling utama di dalam semua tingkatan sadhana-sadhana selanjutnya.

Ada banyak orang yang mempelajari esoteris atau Tantrayana tetapi meremehkan dan enggan memulai tahapan Sadhana Catur Prayoga. Sesungguhnya, Sadhana Catur Prayoga ini merupakan latihan dasar utama yang melatih semua aktifitas badan jasmani, pikiran dan ucapan untuk menyesali semua karma-karma buruk yang dimiliki oleh sadhaka, juga untuk menyingkirkan segala mara bahaya dan memunculkan kesejahteraan duniawi serta kebijaksanaan.

Seorang sadhaka Satya Buddha, seandainya di dalam latihan Sadhana Catur Prayoga telah memperoleh hasil, maka di dalam kehidupan yang sekarang atau yang akan datang akan memperoleh kesejahteraan duniawi atau kelahiran di alam dewa, selain itu juga dapat berhubungan batin dengan Vajra Citta Bodhisattva, sehingga saat itu sebenarnya sadhaka tersebut telah mencapai hasil dalam tingkatan Bodhisattva. Oleh karenanya, Sadhana Catur Prayoga meskipun sebuah latihan yang amat mendasar, tetapi sesungguhnya juga merupakan tingkat Anuttara Tantra pula.

----------

Sadhana Catur Sarana

1. Bervisualisasi permberkatan silsilah Mahaguru, Vairocana Buddha (matahari)- Buddha Locani (Piramida terus ada mata di tengah)- Mahapadmakumara Putih-Maha Guru- Diri kita (sadhaka).
2. Menjapa Mantra Guru 7x (Om Guru Lian Shen Sidhi Hum).
3. Mudra pembukaan.
4. Melakukan Mahanamaskara dan visualisasi pemberkatan namaskara.
5. Duduk dengan tenang mengatur nafas, mengkatupkan tangan dengan setulus hati mengundang mahaguru dengan menjapa 3x "Namo Hong Guang shi mian Jin         Gang Shang shi Lian Shen Fa wang"
6. Visualisasi Mahaguru memancarkan sinar pancawarna (Putih, Merah, Kuning, Biru, Hijau)
7. Menjapa Mantra Catursarana 5000x (Paling bagus selama menjapa mantra catur sarana kita tetap bervisualisasi shecun memancarkan sinar panca warna ke diri kita)
8. Menjapa Syair pengembangan Bodhicita "Di zi gui yi shang shi, san bao, zi zhi pu ti, yong bu tui zhuan, suo yo da xiao ge san, xi yi hui chi zong shen, su cheng fo dao"
9. Menjapa mantra Mahaguru sebanyak 108x (Om Guru Lian Shen Sidhi Hum)
10. Menjapa mantra hati Padmasambava 108x (Om Ah Hum Bieza gurupei ma siddhi hum xie)
11. Menjapa mantra hati Amitofo 108x (Om Amitewa xie)
12. Menjapa mantra hati Avalokitesvara 108x (Om Mani Padme Hum)
13. Menjapa mantra hati Tara Hijau 108x (Om Tare Tutare ture soha)
14. Hui Xiang (penyaluran jasa) : Lian Shen sheng zun zhi jia be li, san bao fang guang qu ye zhang, wo yu zhong sheng cheng fo dao, jie gong wang sheng ji le guo.
15. Mantra Sataksara 3x 
16. Maha Namaskara
17. Mantra paripurna 3x (om Bu lin 3x - Om Mani Padme Hum)
18. Mudra penutup

Tahapan Pembinaan Diri Dalam Tantrayana

MENGENAL TAHAP-TAHAP PEMBINAAN DIRI DALAM AJARAN BUDDHA TANTRA.


Tahap pertama dalam mempelajari buddhisme adalah mengerti tentang sutra-sutra klasik. dengan membaca sutra kita mengerti doktrin-doktrin dasar yang diajarkan sang buddha (masuk ke “menjapa mantra”). doktrin-doktrin dasar tersebut adalah :
  1. Penderitaan = menyadari adanya penderitaan/kesulitan di dalam dunia ini. (1) Kesulitan melatih diri dengan sempurna. (2) Kesulitan mencari penghasilan. (3) Kesulitan berhubungan dengan orang lain
  2. Kosong = Anda harus menyadari semua fenomena di dunia ini kosong belaka,kekayaan, nama, napsu semua mengarah kepada penderitaan. Mau lepas dari penderitaan harus melepaskan juga hal-hal kosong yang tersebut diatas.
  3. Tidak abadi/perubahan = Sang buddha mengajarkan lihatlah semua keadaan di dunia ini semua pasti berubah, tidak ada yang abadi. Dari lahir lalu mati, ada menjadi tiada begitu juga sebaliknya. jadi inti dari doktrin dalam agama buddha adalah mengenai penderitaan, kekosongan dan ketidak abadian.
Tahap kedua terbangkitnya keinginan untuk mengatasi kesengsaraan di dunia ini. Untuk itu anda harus menjalankan sembahyang/sadhana. Pembinaan diri.dalam buddha tantrayana
Dimulai dari Sadhana luar :
  • Sadhana Catur Prayoga
  • Sadhana Guruyoga
  • Sadhana Adinatayoga.
Untuk mengatasi kesulitan dunia anda harus memasuki tahap ketiga.

Tahap ketiga yaitu bersumpah untuk melaksanakan disiplin menjalankan sila. ketiga langkah dasar ini adalah sadhana luar untuk membuat seseorang siap memasuki sadhana dalam yaitu meditasi dan pembangkitan api kundalini. Mulai mendapatkan kekuatan /power. Power masih naik turun berarti power masih dari hadiah dari alam dewa untuk mendapatkan kekuatan sejati dari diri sendiri yang sejati dan selalu stabil harus melatih sadhana dalam.

Sadhana dalam adalah :
  • Pernapasan ratnakalasa (botol)
  • Sadhana membangkitkan api kundalini
  • Membuka nadi tengah
Untuk menjadi Buddha dalam kehidupan sekarang maka dilanjutkan dengan Sadhana Rahasia
  • Membuka lima cakra utama
  • Sadhana vajra (5 raja Dharmapala)
  • Annutara yoga tantra Dzogzhen Maha sempurna
Di dunia ini bagi yang serius dan mau melatih diri banyak sekali tapi banyak yang hanya sebatas keinginan belaka, dalam hal melatih diri dibutuhkan tekad yang sangat kuat dan konstan. Lihatlah semangat seorang Arya Milarepa (disarankan baca riwayat hidup Arya Milarepa) Apalagi setelah datang ujian-ujian dalam menjalankan sadhana. Seperti di sekolah ada waktu proses belajar setelah matang akan datang ujian, bila lulus baru naik tingkat selanjutnya. Untuk tahap awal seperti proses belajar membaca, butuh bimbingan seorang guru setelah bisa membaca tetap membutuhkan guru untuk mengetahui fenomena membedakan yang sejati dan palsu. Setelah mempunyai kekuatan sendiri baru bisa berdikari dan tetap dipantau dari jauh oleh guru. Tidak mau melatih diri takut dengan ujian yang datang ? tetap saja kesulitan dalam hidup ini pasti datang tinggal menunggu waktunya tiba. Lebih baik menghadapi kesulitan hidup dengan bimbingan seorang guru daripada sendirian. Yang lemah imannya menghadapi penderitaan akan terpuruk lebih dalam lagi. Mencari seorang guru juga tidak gampang, guru sejati harus yang sudah pernah menghadapi ujian-ujian tersebut . Sudah teruji lulus dari ujian tersebut belajar dari guru yang hanya menghapal dari buku dan belum bisa membaca, bagaimana bisa membimbing anda ? diri sendiri belum bisa ? apalagi hanya punya iri hati dan menjelek-jelekkan guru yang lain. Jika anda mendapatkan yang demikian itu sudah menunjukkan kwalitas anda hanya bisa ditingkat tersebut mau naik harus cari guru yang lebih berkwalitas lagi. Mau belajar, cari tahu dulu konsep ajarannya ! jangan membuang waktu anda yang sangat berharga itu. Takut dengan gaib itu tahyul ? di abad ini memasuki tahun 2000 dunia mulai memasuki alam gaib lihat saja film-film amerika/eropa seperti lord of the ring, harry potter dan film-film kartun/komik jepang. Buddha dan dewa-dewa semua itu gaib. Takut dengan hantu dan setan ! kita hidup ditengah hantu anda sudah tahu tapi tidak mau tahu kelihatan munafik khan? Yang penting menjaga hati kita tidak melakukan perbuatan jahat dapat membuang semua rasa takut. Takut itu timbul karena adanya dosa. Menghilangkan dosa juga menghilangkan rasa takut. Ajaran agama lain hanya tahu mengusir hantu dan setan. Hantu dan setan itu juga seorang mahluk yang mau lepas dari penderitaan setahu saya hanya ajaran

Buddha dan Tao yang membimbing bukan hanya manusia tetapi hantu-hantu juga untuk lepas dari penderitaan. Jika tingkat latihan kita sudah tinggi akan memancarkan aura membuat mahluk disekitar kita datang mau belajar atau minta tolong lepas dari penderitaan. dimulai dari yang berjodoh besar lalu kecil hingga yang tidak berjodoh. Kebanyakan hantu mempunyai kesaktian gaib lebih tahu dari manusia, mana yang sejati !. Manusia terlalu banyak mempertimbangkan untung ruginya. Sehingga kebanyakan ruginya Hanya manusia yang berkwalitas tinggi yang dapat menemukan guru sejatinya.

Dalam ajaran Tantra True Buddha Foundation menggabungkan ajaran Buddha tantra dengan ajaran Tao dari China. Ajaran Tao dibutuhkan untuk menghadapi masalah duniawi, biasanya hasilnya lebih cepat datangnya.

Manusia pada umumnya ingin buru-buru segera mendapatkan hasilnya. Dan ajaran Tao saling mendukung dan melengkapi dengan ajaran Buddha tantra.

Sumber : Padmakumara
∞∞∞

Latihan Supreme Kalachakra Vajra


Latihan Supreme Kalachakra Vajra adalah latihan tertinggi di Tantrayana. Berawal dari Buddha Sakyamuni lebih dari dua ribu lima ratus tahun yang lalu ketika beliau berubah ke dalam vajra Kalachakra di negara Shambala dan membabarkan latihan penyatuan antara individu dan alam semesta, untuk mencapai tingkat terakhir dari kesempurnaan.

Yang Suci Buddha Hidup Lian-Sheng adalah yang pemilik yang menyatukan dari tiga buah garis penurunan Kalachakra;
Beliau memiliki transmisi penuh dari utusan Sakya dari Guru Sakya Zhengkong yang memperoleh transmisi penuh dari Panchen Lama ke-9,
dan juga garis keturunan (warisan) dari Kanjurwa Khutughtu
juga dari Thubten Nyima dan Thubten Dargye.
Beliau juga adalah orang Cina pertama yang mentrasmisi latihan Supreme Kalachakra Vajra.

Satu diantara jutaan kesempatan Dharma yang tidak boleh terlewatkan, upacara langka yang dihargai oleh semua kita! Mari kita semua dengan hati yang paling tulus, untuk mencari Yang Suci Guru Besar Buddha Hidup Lian-Sheng untuk mendapatkan realisasi yang terdalam untuk mendapat Vajra Kalachakra dan semua dewa di alam Buddha, dan memutar roda Dharma untuk mendapatkan keuntungan berbagai segi dan makhluk hidup.


Kebahagiaan dan Keberuntangan yang langka dari Latihan Vajra Kalachakra
The Extraordinary Merits and Benefits of the Kalachakra Vajra Practice

Setelah seseorang memperoleh Abhiseka Kalachakra dan mendapat kekuatan dan keyakinan yang tidak tergoyahkan, seseorang dapat mencapai prinsip Buddha dengan dalam tujuh kali kehidupan, walaupun seseorang tidak melakukan latihan Kalachakra.

Yang telah memperoleh Abhiseka Kalachakra dan sering membaca mantra Kalachakra akan terbebas dari semua bentuk bencana dari bumi, angin, air, api dan udara, dan juga terhindar dari bencana dan penyakit yang tidak terobati.

Orang yang telah menerima Abhiseka Kalachakra tidak akan jatuh ke dalam tiga tingkat alam rendah, jika mereka tidak melakukan dosa besar atau lima dosa mematikan, mereka dapat terlahir ke dalam Tanah Buddha Shambala.


Source : 二千年八月二十七日蓮翰上師代師傳法開示
Dharmadesana Pembukaan Oleh Acarya Lian-han 27 Agustus 2000

Event : 香港真佛宗時輪金剛不共大法傳法灌頂大法會
Upacara Agung Transmisi Perdana Sadhana Avenika Kalacakra di Hong Kong

Translated by Lianhua Jun Shi An


Terlebih dahulu kita bersembah sujud pada Mahamulacarya Liansheng, Sembah sujud pada Kakek Guru Acrya Tubten Dhargye, Tubten Nima, Buddha Hidup Kangyurwa dan Tubten Dali ; Sembah Sujud pada Guru Leluhur kita Acarya Sakya Zhengkong (Dezhung Rinpoche), Bhiksu Liaoming, Karmapa 16, Sembah sujud pada Adinata Upacara Dharma Buddha Kalacakra, Sembah sujud pada Buddha Bodhisattva, Dharmapala dan para Adinata, memohon pada Mahamulacarya dan Para Guru Silsilah memancarkan cahaya mengadhistana upacara transimisi dan abhiseka ini, semoga dapat berjalan dengan sempurna. (Suara tepuk tangan hadirin)

Salam manggala pada Mahaguru, Gurudara, Para Acarya, Dharmacarya, bhiksu – bhiksuni, Pandita Lokapalasraya, para tamu agung dan para saudara-saudari Sedharma. (suara tepuk tangan hadirin)
Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi kita Satyabuddha, yaitu pelaksanaan Upacara Agung Transmisi Mahasadhana Kalacakra yang langka, yang diselernggarakan pada Tahun Naga Emas di Hong Kong. Ini merupakan nidana berkarunia bagi para insan di dunia saha, merupakan berkah agung bagi kita semua para siswa Satyabuddha di berbagai belahan dunia,juga merupakan berkah karunia bagi para insan di Hong Kong. Kita semua berterima kasih atas belas kasih yang tak terhingga dari Mahaguru Liansheng (suara tepuk tangan hadirin) yang berkenan mentransmisikan Mahasadhana Kalacakra, menganugerahkan berkah bagi para insan di dunia saha.

Dalam sejarah ribuan tahun di Tantrayana, orang Han yang telah merealisasi Siddhi Anuttara dan yang pertama kali memberikan abhiseka , menganugerahkan berkah pada para insan melalui transmisi Mahasadhana Kalacakra, adalah Mahaguru kita Buddha Hidup Liansheng. (suara tepuk tangan hadirin) Kemudian, dalam sejarah tradisi Upacara Agung Mahasadhana Kalacakra, belum pernah dijelaskan demikian mendetail mengenai kedalaman dan keluhuran Mahasadhana Kalacakra ini . Orang pertama yang mampu membabarkan kedalaman Mahasadhana Kalacakra dengan mendetail dan jelas, adalah Mahaguru kita juga. (Suara tepuk tangan hadirin)

Jika menurut tradisi Tantra, transmisi Mahasadhana Kalacakra harus terlebih dahulu melalui ritual dan proses yang sangat rumit. Sebelum abhiseka, harus didirikan mandala Kalacakra, perlu melempar bunga, meminum air suci, membagikan rumput kusa, membagikan benang panca warna, perlu menutup mata dan lain sebagainya, ritualnya sangat rumit. Upacara pun harus dilaksanakan selama beberapa hari berturut turut. Namun kali ini, kita hanya perlu setengah hari, kenapa kita bisa demikian baik ?
Karena Mahamulacarya kita Mahaguru Liansheng, yang telah merealisasi pencapaian Anuttara telah menyempurnakan semua ritual yang rumit tersebut, demi kemudahan bagi para insan dunia saha di masa kini. (Suara tepuk tangan hadirin). Sepertinya jika hendak mendirikan mandala Kalacakra perlu tiga sampai tujuh hari lamanya, sedangkan Mahaguru Liansheng kita, tubuh Beliau sendiri adalah Mandala Kalacakra yang hidup ! (Suara tepuk tangan hadirin) Di dalam Mandala Kalacakra ada 620 Buddha, semua itu sudah ada pada Mahaguru Liansheng ! (Suara tepuk tangan hadirin) . Ini adalah Mandala-kaya yang paling agung ! Asalkan Mahaguru kita duduk diatas Dharmasana, maka itulah Mandala Kalacakra yang sejati ! (Suara tepuk tangan hadirin) Sehingga kita dapat menghemat waktu tiga sampai tujuh hari, demikianlah betapa unggulnya Upacara Dharma kita ! (Suara tepuk tangan hadirin)

Hari ini, Mahamulacarya Liansheng akan berwelas asih menganugerahkan kepada kita tujuh macam abhiseka Mahasadhana Kalacakra. Tujuh Macam Abhiseka ini adalah :
  1. Abhiseka Air, yaitu panca bhuta ditransformasikan menjadi Panca Bhagavati.
  2. Abhiseka Mahkota, yaitu panca-skandha ditransformasi menjadi Panca-dhyani Buddha.
  3. Abhiseka pita, memurnikan sepuluh prana sadhaka.
  4. Abhiseka Vajra dan Gantha, memurnikan dua nadi.
  5. Abhiseka aktivitas, lima keinginan bertransformasi menjadi Bodhi.
  6. Abhiseka Gelar, gelar Vajra Vidyaraja.
  7. Abhiseka Keabsahan, keabsahan menekuni Sadhana Tantra.

Abhiseka yang akan kita terima nanti adalah Tujuh Macam Abhiseka ini. Kita berterima kasih kepada Mahamulacarya Liansheng. (Suara tepuk tangan hadirin)

Asalkan menerima Abhiseka Mahasadhana Kalacakra, akan memperoleh tiga berkah agung.
  1. Asalkan menerima abhiseka Mahasadhana Kalacakra dan memiliki keyakinan kokoh, meskipun tanpa bersadhana, dalam tujuh kehidupan dapat merealisasikan Kebuddhaan. (Suara tepuk tangan hadirin)
  2. Asalkan menerima Abhiseka Mahasadhana Kalacakra dan rajin menjapa mantranya, dapat terhindar dari berbagai macam malapetaka, termasuk unsur tanah – air – api – angina dan angkasa. (Suara tepuk tangan hadirin) Juga terhindar dari penyakit, peperangan, sakit parah, wabah, penyakit yang belum ada obatnya.
  3. Asalkan menerima Abhiseka Kalacakra, semua tidak akan terjerumus kedalam tiga alam sengsara ; (Suara tepuk tangan hadirin) Jika tidak melakukan pelanggaran berat, panca garuka karma, semua akan terlahir di Negeri Buddha Shambala. (Suara tepuk tangan hadirin) Inilah pahala anuttara dari Mahasadhana Kalacakra.

Mahasadhana Kalacakra sangat mengutamakan Bodhicitta, karena Bodhicitta adalah syarat utama keberhasilan bhavana kita. Mahaguru juga sering mengingatkan kita ada tiga macam Bodhicitta :
  1. Tekad Bodhi.
  2. Aktivitas Bodhi.
  3. Samadhi Bodhi.

Terlebih dahulu kita harus membangkitkan tekad Bodhicitta agung, bertekad untuk memberi manfaat pada para insan, inilah Tekad Bodhi ; Masih perlu untuk bertindak, dengan tekun mempraktekkan tekad Bodhicitta ini, inilah aktivitas Bodhi ; Bodhicitta adalah dalam batin tiada kata “pahala” , jangan mengira Anda telah melakukan banyak perbuatan kebajikan, maka Anda mempunyai banyak pahala, namun semakin Anda berpikir menginginkan pahala besar, maka makin tiada pahala. Setelah melakukan perbuatan bajik, tidak hanya tidak perlu memamerkan pada orang lain, bahkan diri sendiri juga harus melupakannya, dengan demikian barulah dikatakan pahala ; Oleh karena itu, Mahaguru sering mengajari kita : “Tiada pahala adalah pahala kebajikan.” (Suara tepuk tangan hadirin)

Jika kita dapat melakukan aktivitas Bodhi, maka Buddha dan Bodhisattva akan mengadhistana, Para Dewa dan Dharmapala akan melindungi, segala malapetaka akan ditransformasikan menjadi manggala. Dalam menjalankan aktivitas Bodhi, harus tekun dipraktekkan secara konsisten, dengan demikian akan penuh dengan arus Dharma, jika dapat mempraktekkan dana tanpa pamrih, tiada ego, tiada orang , tiada masalah, acitta, mematahkan kerisauan, dapat mempraktekkannya sampai merealisasikan Samadhi cahaya terang, sampai Samadhi catur-sunyata, maka akan merealisasikan Samadhi Bodhi.

Oleh karena itulah pembangkitan Mahabodhicitta adalah syarat terutama untuk mencapai keberhasilan bhavana. Selain pembangkitan Bodhicitta, masih ada satu poin lagi yang sangat penting, yaitu sila.

Sekarang akan saya bahas sila utama apa saja yang perlu ditaati dalam abhiseka Mahasadhana Kalacakra .

Ketaatan pada sila merupakan nyawa segala Buddha Dharma. Buddha mengatakan bahwa salah satu faktor utama ada atau tidak adanya Buddha Dharma adalah praktek ketaatan pada sila. Dengan adanya ketaatan pada sila, maka ada Buddha Dharma, jika tiada ketaatan pada sila, maka tiada Buddha Dharma. Terlebih dalam Tantrayana, sangat mengutamakan ketaatan pada sila, karena praktek ketaatan pada sila ini merupakan unsur utama dalam keberhasilan bhavana. Dalam Tantra ada dikatakan : “Dalam menekuni Sadhana Tantra, jika tiada moralitas sila, tidak hanya tidak akan memperoleh keberhasilan apapun, malahan akan menghasilkan akibat buruk, setelah meninggal dunia akan terjerumus kedalam neraka avici.” Oleh karena itu, sadhaka tantra jangan sampai meremehkan Abhiseka Mahasadhana Kalacakra. Sila yang tercakup dalam ikrar siswa arya untuk ditaati, selain sila umum Catur-sarana, Sila Sepuluh Kebajikan, 14 Sila Mula , 50 Syair Pengabdian Pada Guru dan lain sebagainya, masih ada lagi beberapa sila tantra dan sila khusus Kalacakra.

Ada 14 Sila Berat Kalacakra :
  1. Tidak menghormati Mulacarya, berusaha mengganggu ketenangan Mulacarya.
  2. Melawan perintah dan instruksi Mulacarya.
  3. Menimbulkan pertikaian, menjelek-jelekkan saudara-i Vajra, tidak menjaga kerukunan dengan saudara Vajra.
  4. Tidak bermaitri karuna pada para insan.
  5. Sengaja menghamburkan Sukla-bodhi (Bodhi Putih).
  6. Memfitnah eksoterik, menghina kesunyataan yang diinsafi melalui penekunan bhavana eksoterik.
  7. Mengungkapkan makna rahasya pada insan yang belum matang dalam pemikiran dan keyakinan.
  8. Tidak menjaga tubuh jasmani, menekuni penyiksaan diri yang merusak kesehatan. Menghina kebenaran bahwa Panca-skandha adalah Panca Buddha Kaya.
  9. Mencampakkan, menolak dan melawan kesunyataan.
  10. Munafik, praktek sila hanya secara lahiriah belaka , tidak dengan hati.
  11. Meremehkan atau meragukan Prajna Mahasukha Anuttara Abadi yang dibabarkan Mulacarya.
  12. Mengukur kualitas seorang Sadhaka-yogi Tantra dengan sudut pandang duniawi, menjelek jelekkan perilaku para yogi dan yogini yang dipandangnya tidak sesuai dengan ukuran awam.
  13. Kaku pada pandangan diri sendiri, tidak mempersembahkan pemikiran dan perilaku diri sendiri kepada Sila Samaya Tantra.
  14. Merendahkan dan menjelek jelekkan kaum wanita.

Selain itu , berikutnya ada 8 Sila Berat Kalacakra:
  1. Menekuni yab-yum tanpa memenuhi persyaratan abhiseka, ketaatan sila samaya dan persyaratan penekunan.
  2. Tubuh, ucapan dan pikiran belum mencapai yoga dengan Yidam, namun menekuni yab-yum .
  3. Membuka ajaran tantra pada orang yang tidak memenuhi syarat.
  4. Mematik pertikaian dalam berbagai ritual maupun upacara Dharma.
  5. Memperdaya atau menyesatkan sadhaka.
  6. Menetap selama tujuh hari di rumah orang yang tidak memiliki keyakinan dan memfitnah Tantrayana.
  7. Belum merealisasikan Maha-yukta sejati, namun membualkan pencapaian dan abhijna diri sendiri.
  8. Membabarkan Dharma rahasya kepada orang yang tidak berkeyakinan.

Bagaimana jika lengah sehingga melanggar sila ? Ada tiga cara pemurniannya :
  1. Menyatakan pertobatan dihadapan Mulacarya, kemudian menerima abhiseka ulang.
  2. Melakukan retret penekunan Api Homa untuk menyatakan ketulusan bertobat, Homa menghaturkan pujana pada Mahamulacarya, Guru Leluhur dan Para Buddha, kemudian memohon abhiseka ulang.
  3. Dihadapan altar mandala menyatakan pertobatan, kemudian menjapa Vajrasattva Sataksara Mantra sebanyak lebih dari 100.000 kali.

Ada 25 Macam Perbuatan Yang Dilarang, 5 diantaranya adalah perbuatan kekejian paling parah, yaitu lima sila :
  1. Sila membunuh.
  2. Sila mencuri.
  3. Sila hubungan seks yang tidak patut.
  4. Sila berdusta.
  5. Sila minuman beralkohol.

Kemudian 5 perbuatan keji berikutnya adalah :
  1. Berjudi.
  2. Mata pencaharian yang tidak benar.
  3. Membaca dan menyebarluaskan karya tulis maupun gambar yang menjerumuskan.
  4. Memuja Dewa , preta dan leluhur dengan penyembelihan
  5. Meyakini ajaran sesat diluar Dharma.

5 Macam Pelanggaran Berat Melalui Penghancuran atau Pembunuhan :
  1. Membunuh pria.
  2. Membunuh wanita.
  3. Membunuh atau mencelakai bayi.
  4. Menyembelih sapi.
  5. Merusak vihara, stupa maupun rupang Buddha.

Lima Macam Tindakan Yang Bersifat Mencelakai :
  1. Mencelakai Buddha dan Guru.
  2. Mencelakai Sangha.
  3. Mencelakai keluarga dan teman.
  4. Mencelakai majikan.
  5. Mencelakai orang yang percaya pada kita.

Lima Macam Perbuatan Mengumbar Nafsu Keinginan :
  1. Mata serakah terhadap rupa rupa indah.
  2. Telinga serakah terhadap suara merdu.
  3. Hidung serakah terhadap bau wangi.
  4. Mulut serakah terhadap makanan lezat.
  5. Tubuh melekat dengan kenyamanan.

Sila Enam Buddha :
  1. Membangkitkan Bodhicitta, mentaati tiga sila ( Tidak melakukan kejahatan, menyebar luaskan aktivitas kebajikan, memberikan manfaat pada para insan) , memegang Vajra dan Gantha, membawa Mudra Buddha-kaya, menghormati Mulacarya ; Sila ini dilindungi oleh Akosbhya Vajra.
  2. Dengan hati lapang mendanakan harta kekayaan maupun milik pribadi demi menolong maupun menuntun para insan dalam jalan Dharma, menolong orang lain untuk keluar dari kondisi susah dan menjaga ketenteraman orang lain ; Sila ini dilindungi oleh Ratnasambhava Vajra.
  3. Lima daging , lima cairan dan lain sebagainya direalisasikan menjadi obat mujarab untuk menyembuhkan penderitaan insan ; Sila ini dilindungi oleh Vajra Yang Menerangi Secara Universal (Vairocana).
  4. Senantiasa menghaturkan pujana pada Mulacarya dan Tri-ratna ; Sila ini dilindungi oleh Vajra Keberhasilan Aktivitas (Amoghasiddhi).
  5. Menjaga supaya air mani tidak bocor ; Sila ini dilindungi oleh Amitabha Vajra.
  6. Menekuni Prajna tiada mendua antara Sukha dan Sunya ; Sila ini dilindungi oleh Vajracitta.

Diatas merupakan semua sila yang harus ditaati dalam menerima abhiseka Mahasadhana Kalacakra. (Suara tepuk tangan hadirin)

Tuesday, August 19, 2014

Sadhana Yao Chi Jin Mu





金母本尊法
Sadhana Yidam Yao Chi Jin Mu

先祈求根本傳承加持:Terlebih dahulu memohon adhistana Mahamulacarya :

先觀空,次觀想根本傳承上師蓮生活佛住頂放光加持,持「根本傳承上師心咒」七遍,祈求修法圓滿。Visua lisasi kesunyataan, kemudian bervisualisasi Mahamulacarya Liansheng menetap di cakra usnisa memancarkan cahaya adhistana, menjapa Mantra Hati Guru 7 kali, memohon kesempurnaan sadhana.

再作四無量心觀。Visualisasi Caturapramana.

作驚醒手印:拍掌兩下,再交加彈指。Mudra Pembuka : Bertepuk tangan dua kali , tangan disilangkan dan mengklik jari.

唸清淨咒Menjapa mantra pembersihan.

唸召請咒Menjapa mantra pengundang.

大禮拜Mahanamaskara.

大供養Mahamandalapuja.

四皈依咒Mantra Catursarana.

披甲護身Simabandhana diri.

唸高王觀世音真經Melafalkan Sutra Raja Agung Avalokitesvara.

加唸往生咒(七遍)Menjapa Sukhavativyuha Dharani (7x)

加唸根本傳承上師心咒:嗡。咕嚕。蓮生。悉地。吽。(一○八遍)Mantra Mulacarya : "Om Gulu Liansheng Xidi Hum " (108x)

結印及觀想Membentuk mudra dan bervisualisasi :

結印:雙手結「金母手印」:Mudra Yaochijinmu :
雙手先內縛,火指豎立接觸,風指豎立斜斜而立,空指豎立並列,則成印。(置胸前)Kedua tangan dirangkap ke dalam, kedua jari api berdiri saling bersentuhan, kedua jari angin berdiri dan dibuka, jari akasha sejajar. (mudra di depan dada)

金母手印
Mudra Yaochijinmu

觀想:Visualisasi :
先觀空,唸觀空咒:Visualisasi kesunyataan, menjapa mantra visualisasi kesunyataan 3x :
嗡。司巴瓦。速達。沙爾瓦。打爾嘛。司巴瓦。速朵杭。(三遍)
"Om Sibawa Suda Saerwa Daerma Sibawa Suduohang "

(一)大海上面,萬里無雲晴空,月輪從海上昇起虛空,月輪中有白色種子字「 」吽字,放大白光。Diatas samudera, langit cerah tanpa awan, cakracandra muncul dari permukaan laut, ditengah cakracandra terdapat bijaksara HUM berwarna putih, memancarkan cahaya putih.

(二)月輪中「 」吽字旋轉,化為無極瑤池金母,戴鳳冠持拂塵及如意,面帶微笑,法相莊嚴,慈眼視眾生。Bij aksara HUM berputar searah jarum jam, berubah menjadi Yaochijinmu, memakai mahkota feniks, tangan kanan membawa Vjayana, tangan kiri membawa Ruyi. Berupa agung, tersenyum dan menatap para makhluk dengan penuh kasih .

(三)觀想金母的手中拂塵及如意放白光上昇,成一弧形從密宗行者的頂竅灌入,行者透體成白色水晶透明,業障 全消除。Bervisualisasi vyajana dan ruyi memancarkan cahaya putih melesat keatas, membusur memasuki ubun ubun sadhaka, menyebar ke seluruh tubuh, karma buruk berubauh menjadi asap hitam keluar melalui pori pori tubuh, sekujur tubuh menjadi sebening kristal.

(或觀想金母天心部位放出一道白光,直照自己天心。金母喉部放出一道紅光,直照自己喉部。金母心輪放出一道 藍光,直照自己心輪,白、紅、藍三光溶入自己身心。)(Atau bervisualisasi cakra dahi Yaochijinmu memancarkan cahaya putih menyinari dahi kita. Leher Yaochijinmu memancarkan seutas sinar merah menyinari leher kita, dan cakra hati Yaochijinmu memancarkan sinar biru menyinari cakra hati kita.)

持金母心咒Menjapa Mantra Hati Yaochijinmu.
持唸珠觀想:Visualisasi penggunaan japamala :
(雙手持唸珠置胸前,唸時用大拇指撥珠。)左手觀想成金剛鈴,右手觀想成金剛杵,佛頭珠觀想成多寶佛塔,四 粒間珠觀想成四大天王,穗鬚觀想成蓮花手(佛手)。串珠的線觀想成金剛薩埵本性的白光繞一圈。持咒時每撥一 粒珠子都觀想成一尊金母,來到自己面前。(kedua tangan memegang japamala di depan dada, ibu jari digunakan untuk menggeser butir mala) visualisasi tangan kiri berubah menjadi Vajragantha. Tangan kanan menjadi Vajra. Butir kepala japamala berubah menjadi stupa Prabhutaratna, empat butir pembatas japamala berrubah menjadi Caturmaharajika, rumbai berubah menjdai tangan teratai (tangan Buddha). Benang penghubung mala berubah menjadi seutas sinar putih sifat sejati Vajrasattva. Saat menjapa mantra, tiap butir mala yang digeser berubah menjadi Yaochijinmu di hadapan kita.

咒語:嗡。金母。悉地。吽。(一○八遍)
Mantra : "Om Jinmu Xidi Hum" (108x)

入三摩地Memasuki Samadhi.

(請詳閱蓮花童子相應法之九節佛風、入我我入觀、數息觀。)(Silahkan menyimak Sembilan Langkah Pernafasan Buddha, memasuki diriku dan diriku memasuki, dan metode menghitung pernafasan di kitab Sadhana Padmakumarayoga)

加持其他心咒Menjapa mantra 8 Yidam.

唸佛(三遍)Melafal nama Buddha (3x)

迴向Menyalurkan jasa.
願同唸佛者,同生極樂國,上報四重恩,
Yuan tong nian fo zhe, tong sheng ji le guo, shang bao si zhong en
下濟三途苦,見佛了生死,如佛度一切。
Xia ji san tu ku, jian fo liao sheng si, ru fo du yi qie.
Semoga kami umat Buddha, terlahir di Sukhavatiloka.
Keatas berbakti kepada Sang Buddha, Guru, Ayah ibu dan Negara.
Kebawah membantu mereka di tiga alam samsara.
Bertekad mencapai pencerahan Buddha.
Terbebas dari tumimbal lahir menyeberangkan makhluk samsara.
弟子○○○今依此作迴向。願將修法功德迴向給根本傳承上師,祈願師佛常住世間,不入涅槃,永轉法輪,佛體安 康。恭祝大家身體健康,萬事如意,道心堅固,逢凶化吉。願一切所求的願望都得到圓滿。願一切災 難退散。嗢! Siswa (nama) dengan ini melimpahkan jasa, jasapahala sadhana dilimpahkan kepada Mamamulacarya, semoga sehat walafiat, senantiasa menetap di dunia, tidak memasuki Parinirvana, selamanya memutar Roda Dharma. Semoga kita semua sehat lahir dan batin,memiliki sraddha yang kokoh, segala permohonan yang baik dan wajar dapat terpenuhi, semoga semua malapetaka sirna. WUN!
(有關「迴向」的觀想及細節,請詳閱『密教大光華—細說真佛密法完整修持儀軌』第172頁。) (Mengenai visualisasi dan detil dari "Penyaluran Jasa ", silahkan menyimak " Mijiao Da Guang Hua--Penjelasan Lengkap Tatacara Sadhana Tantra Zhenfo" halaman 172)

唸百字明咒(三遍)Menjapa Mantrasatksara 3x

大禮拜Mahanamaskara.

唸圓滿咒Menjapa mantra paripurna
嗡。部林。(三遍)Om Pulin (3x)
嗡。嗎呢。唄咪。吽。Om Mani Beimi Hum.

作遣散手印:拍掌兩下,再交加彈指。Mudra penutup : Bertepuk tangan dua kali, kedua tangan bersilangan dan mengklik jari.

修法圓滿。如意吉祥。Sadhana selesai dengan baik dan sempurna

Taisho Tripitaka No.1230, Sakyamuni Buddha mengatakan :
Bagi yang mendengar mantra dan tata cara, bila menekuninya tanpa tata aturan yang sah (arus abhiseka Gurumula) ~ Dharani Mahacakravajra, semua mantra tak akan berfungsi, berarti melakukan penyimpangan dan merupakan pencurian Dharma, setelah meninggal dunia akan terjatuh dalam neraka, kemudian terlahir kembali di alam hewan. Inilah akibat pelanggaran dari penyimpangan tersebut