嗡。古魯。蓮生。悉地。吽 - Om Guru Lian Sheng Siddhi Hum

嗡。古魯。蓮生。悉地。吽 - Om Guru Lian Sheng Siddhi Hum
Showing posts with label Dharmapala. Show all posts
Showing posts with label Dharmapala. Show all posts

Friday, November 21, 2014

Simhamuka Dharmapala

 
Asal Mula Pintu Dharma Simha Mukha Dakini:

Pintu Dharma Simhamuka Dakini adalah salah satu dari sedikit Pintu Dharma silsilah dari India, Pintu Dharma ini diperoleh dari India tengah yang dekat dengan lokasi pencapaian Kebuddhaan dari Siddharta Gautama, berbagai sekte tantra sangat menghormati Simhamuka Dakini.
Pada saat Luozhawa Sang Guru Penterjemah hendak memohon Dharma, Beliau sempat menetap di Nepal, beliau sempat berdebat dengan seorang guru trithika (penganut ajaran diluar Buddha Dharma) Gadengjiebu, Luozhawa memperoleh kemenangan karena Beliau banyak mengetahui keunggulan Buddha Dharma.

Gadengjiebu tidak bisa menerima kekalahan ini, dalam hati timbul kebencian, mengancam supaya Sang Penterjemah meninggalkan Triratna dan berlindung di bawah agamanya, bila tidak dalam tujuh hari dia akan menggunakan kekuatan doa bahasa gaib untuk mencabut nyawanya, Luozhawa Sang Penterjemah tidak takut mati. Namun Gadengjiebu sang pendeta memiliki daya kuasa yang besar, tulah kutukannya sangat manjur.

Karena tidak sanggup menghadapinya, Luozhawa sang penerjemah pergi menghadap Arya Pangtingba, beliau menjelaskan duduk persoalannya dan memohon sadhana yang mampu melindungi dirinya.

Pangtingba sang Arya memberikan petunjuk supaya sang penterjemah pergi menuju ke Vajrasana di India, kelak disana dia akan menemukan cara mematahkan tulah pendeta itu, Sang Arya mengadhistana Luozhawa dengan kekuatan kaki sakti supaya bisa cepat mencapai tempat tujuan, dalam waktu sehari langsung mencapai Vajrasana di India.
Di Vajrasana dia bertemu dengan Mahasiddha Duojiedanba, setelah menjelaskan kisahnya, dia memohon bantuan Yang Arya.

Arya Dujiedanba mengatakan :
“Hari ini adalah tanggal 9, siapkanlah persembahan besar untuk kita melakukan mahapuja besok, maka Dakini Bunda Semesta akan membantumu.”
Maka sang penterjemah juga menyiapkan persembahan untuk Acarya Duojiedanba, pada tanggal 10 melakukan mahapuja.

Pada saat mahapuja dilaksanakan, Simhamuka Dakini muncul dengan tubuh sejati Nya, memberi nasehat pada Luozhawa sang penerjemah :
“Tidak perlu takut dengan tulah doa doa penganut ajaran tirthika, di sebelah Utara Vajrasana ada sebuah Gunung yang berbentuk seperti sapi, di bagian jantung Gunung ini ada sebuah gua yang terbentuk secara alami, masuklah dan menggalilah, dalam kedalaman tiga bahu empat jari kau akan menemukan sebuah kitab yang dilapisi oleh nyala api, hancurkan api itu dan di dalamnya akan tampak kotak emas, di dalam kotak emas ada kotak kayu pohon Boddhi yang dihiasi oleh berbagai mustika, bukalah dan dilamanya da sebuah kain biru kehitaman, di atasnya ada sebuah mantra yang dituliskan dari lubuk hati dan darah Ku serta para Dakini, mantra itu dibagian depannya tiada kata OM dan dibelakangnya tiada kata SOHA, tiada penggalan di tengahnya, bila kau bisa menjapakan dengan tulus setiap hari 21x saja maka akan memperoleh perlindungan, jangan menjapakannya lebih banyak dari itu, ingatlah !”

Di hari kedua, sang penerjemah menuruti petunjuk Simhamuka Dakini, mencari gua tersebut dan setelah memberikan persembahan pada Dakini Merah, ternyata di dalam tanah tergali kotak berbagai mestika yang berisi kitab, setelah melihat dia membawanya dengan hormat diikatkan di atas leher, dia menjalankan penjapaan dengan tulus tanpa henti, bahkan melebihi jumlah yang ditetapkan oleh Bunda Dakini.

Pada malam hari ketiga, bala tentara makhluk kasat mata dari ajaran sesat yang muncul dari kekuatan doa sang pendeta tirthika datang menyerang, ada yang berbentuk seperti perempuan , mara dan lain sebagainya datang berbondong bondong untuk mencelakai, namun mereka semua tidak sanggup !

Di pagi harinya, Simhamuka Dakini memberitahukan pada sang penerjemah bahwa pendeta Gadengjiebu telah mati muntah darah.

Sebenarnya pendeta sesat itu tidak akan mati jika sang penerjemah tidak menjapa mantranya terlampau banyak, kekuatan mantra yang terlampau besar membuat pendeta sesat itu menelan kembali kutukan keji yang dilontarkannya.

Mendengar kabar ini, Luozhawa sang penerjemah girang bukan main, namun Arya Dujiedanba justru tidak senang, dia menuding sang penerjemah tidak punya belas kasihan dan berkata :
“Di jaman akhir Dharma, akan ada Guru seperti saya, dan muridnya pasti sepertimu !”
beliau merampas kitab di leher sang penerjemah dan mengusirnya sambil mengatakan bahwa beliau tidak ingin bertemu lagi dengan sang penerjemah .

Namun keyakinan Luozhawa sang penerjemah tetap kuat, dia meninggalkan Vajrasana tempat Sang Guru, sehingga bertahun tahun hidup bergantung dari sedikit makanan yang disembunyikan di pinggang pendamping Guru yang bernama Mahahasama.

12 tahun kemudian Yang Arya mewariskan semua abhiseka Simhamuka Dakini beserta ajaran dan karman kepada sang penerjemah.

Sekembalinya di Tibet , sang penerjemah mewariskan sadhana Simhamuka Dakini kepada pimpinan Lima Tetua Sakya, yaitu Gongganingbu, sehingga sadhana ini menjadi salah satu dari 13 ajaran emas yang tidak pernah keluar dari tembok vihara.

Kemudian para Guru mewariskannya dari generasi ke generasi tanpa terputus sampai sekarang.

Pahala

Menurut apa yang tercatat dalam sutra, ada 25 macam manfaat :
  1. Mantra ini dapat mengembalikan semua tulah kutukan dan mantra lainnya yang berusaha melukai sadhaka, semua hal yang berupa rintangan dan tidak baik akan dilontarkan kembali pada asalnya.
  2. Mampu menaklukkan musuh
  3. Bila berada di istana Vajra dan menekuni perlindungan cakra maka akan mampu melindungi diri sendiri dari bahaya alam dan gangguan manusia, makhluk bukan manusia , para setan dan dewa serta lain sebagainya yang berusaha membuat rintangan.
  4. Dapat memperoleh panjang usia.
  5. Bagaikan mensthanakan Dewa Rejeki, kekayaannya akan terus bertambah.
  6. Vasikarananya mampu membuat atasan menyukai.
  7. Vasikarananya mampu membuat kerabat dan rekan menyukai.
  8. Memperoleh anak cucu.
  9. Menurunkan hujan dikala terjadi kekeringan.
  10. Menghentikan huja dikala terjadi bencana air.
  11. Menghentikan petaka yang berhubungan dengan kekurangan pangan (dijaman dahulu digunakan untuk menghentikan hama).
  12. Menyingkirkan bencana musim dingin.
  13. Menyingkirkan bencana hujan es.
  14. Menghentikan bencana petir.
  15. Menyembuhkan penyakit.
  16. Menghentikan wabah.
  17. Menyingkirkan sakit tenggorokan.
  18. Menyembuhkan flu dan sakit panas.
  19. Menyembuhkan penyakit cacar.
  20. Menyembuhkan penyakit kejiwaan seperti halusinasi dan lain sebagainya.
  21. Menyingkirkan penyakit daerah kepala, seperti pusing2 dsb.
  22. Menyingkirkan penyakit mudah lupa.
  23. Menyingkirkan bencana senjata.
  24. Terhindar dari stroke dan lain sebangsanya.
  25. Terhindar dari bencana perampokan.

Om Mani Padme Hum

Simhamukha Dakini Homa Ceremony

Sembah sujud kepada Biksu Liaoming, Acarya Sakyazhengkong, Karmapa 16, Acarya tubten Dhargye dan Tri Ratna Altar Mandala.
Hari ini kita melaksanakan api homa Simhamukha Dakini, homa hari ini dengan homa yang dulu perbedaannya adalah Simhamukha Dakini kali ini dengan suka cita dating dan dengan suka cita pula kembali. Penyatuan juga terjadi beberapa kali. Baru saja hendak membentuk mudra, Beliau sudah tiba. Pada saat api homa belum di nyalakan, Beliau juga hadir. Kemudian saat hendak berakhir, Beliau datang lagi.

Kekuatan Beliau sangat besar, karena Beliau merupakan Guru , yidam dan sekaligus Dharmapala dari Padmasambhava. Simhamukha Dakini satu tubuh namun terdiri dari Tiga kesadaran, asal mula Nya adalah Baghavati Prajnaparamita, Bunda yang paling utama di antara para Baghavati. Dharmakaya dari Simhamukha Dakini adalah Baghavati Prajna Paramita. Sambhogakaya adalah Dorje Pagmo atau Tara Merah atau disebut juga Vajravarahi. Nirmanakaya adalah Simhamukha Dakini. Maka Beliau adalah penggabungan dari tiga Adinata , yaitu Baghavati Prajnaparamita, Vajravarahi dan Simhamukha. Maka bisa dikatakan Simhamukha Dakini adalah yang utama diantara Baghavati , yang utama diantara Tara dan yang memiliki kekuatan paling dahsyat.
Saya ingat dalam kisah riwayat Padmasambhava Bodhisattva, Beliau pernah dikeroyok oleh Lima Orang Pertapa Sesat, saat kondisi kritis, Simhamukha Dakini muncul, mengajari Nya mantra pembalik dari Simhamukha, begitu selesai dijapa, kelima sesat itu habis semua.
Maka, kekuatannya adalah sangat dahsyat, mantra Nya adalah : “….(censored) harus pewarisan langsung dari Acarya…”, mantra ini tidak boleh dijapa terlalu keras, karena kekuatan mantra ini terlampau dahsyat, bila terlalu keras, maka para dewa dan roh di empat arah akan melarikan diri.
Baru saja menjapanya keras sekali (Mahaguru tertawa), namun bila menjapa dengan keras di dalam daerah yang di berikan perbatasan sakral (Simabandhana) oleh Mahaguru ini tidak apa, bila tidak , maka roh yang terkena mantra ini akan habis, termasuk Raja Naga. Maka mantra ini tidak boleh dijapa di pinggir laut atau air. Banyak sadhaka yang menjapa mantra ini tanpa mengeluarkan suara.
Vajravarahi disebut sebagai Dorje Pagmo, sedangkan Simhamuka Dakini adalah Sendonma, dalam buku Saya ke 122 Upanisad tantra, ada menjelaskan tata cara sadhana Simhamukha. Yang terutama adalah Beliau berkepala satu , wajah Singa. Kenapa wajah singa ? karena diantara semua hewan, singa adalah yang paling beringas. Semua hewan takut pada singa, maka Beliau menggunakan wajah singa.

Selain itu , Dharmabala Nya sangat besar, mampu mengatasi bencana alam, yaitu bencana matahari, bulan, bintang, tanah, air, api dan angin, semua dapat diatasi Nya. Selain itu, bila ada bencana peperangan dan senjata, petaka dari manusia, dengan menekuni Sadhana Simhamukha, maka semua akan teratasi.

Bencana itu termasuk kekurangan pangan, asalkan menjapa mantra Simhamukha maka Anda akan mampu mengatasi nya.

Mengikis lobha, dosa dan moha, bagi kita umat manusia sangat penting.
Simhamuka Dakini mampu memotong habis lobha, dosa dan moha. Beliau bisa menyeberangkan kea lam manusia, dewa dan bahkan sampai ke Tanah Suci Buddha.Maka kita semua sebagai manusia harus melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban kita sebagai manusia dengan baik, memotong loba dosa dan moha, terlebih lagi bagi Anda para sadhaka. Seorang sadhaka harus menjaga sila, mengikis loba, dosa dan moha. Hari ini sampai di sini, Om Mani Padme Hum.


∞∞∞

INTISARI
Mahaguru Liansheng
Sadhana Avenika Simhamukha Dakini
獅面空行母金剛不共大法 (一)
2-7-98
Sembah sujud pada Para Guru Leluhur….
『獅面空行母』曾經誓願為我們『真佛宗』的第一護法。
Simhamuka Dakini pernah bertekad menjadi Dharmapala Nomor 1 bagi Zhen Fo Zong

為什麼『獅面空行母』是 第一護法呢?
烏金第二佛就是蓮華生大士,蓮師的『獅面空行母』曾經是蓮華生大士的上師,而且是蓮華生大士的本尊,又是蓮 華生大士 的護法。
Kenapa Simhamuka Dakini merupakan Dharmapala Nomor 1 ?
Sebab, Buddha yang kedua (setelah Sakyamuni Buddha) adalah Padmasambhava ; Simhamuka Dakini pernah menjadi Acarya bagi Padmasambhava ; Juga merupakan Yidam dari Padmasambhava ; Dan juga merupakan Dharmapala dari Padmasambhava.

曾經『獅面空行母』把最猛烈的降伏法,交給蓮華生大士,這就是祂本身的上師的傳法,祂 傳授蓮華生大士最猛烈的降伏咒語。
Simhamuka Dakini pernah mewariskan Sadhana Abhicaruka yang paling dahsyat kepada Padmasambhava, ini juga berarti pewarisan dari Acarya, Beliau mewariskan mantra yang paling kuat berwibawa kepada Padmasambhava.

為什麼又是本尊呢?我們曉得變化,蓮華生大士本身真正的本尊是西方極樂世界阿彌陀佛,他們同一 個種子字;都是『咄利』。由阿彌陀佛變化成為蓮華生大士,『獅面空行母』又是由蓮師本身來變化出來的,所以 可以講又是本尊,蓮華生大士是『獅面空行母』的 本尊,『獅面空行母』的本尊也是蓮華生大士,那麼蓮華生大士的本尊又是『獅面空行母』,互有關 係。
Kenapa juga merupakan Yidam ? Kita mengetahui tentang manifestasi. Yidam sejati dari Padmasambhava adalah Amitabha Buddha dari Sukhavatiloka.
Mereka memiliki satu bijaksara yang sama, yaitu HRIH. Jadi dari Amitabha Buddha bermanifestasi menjadi Padmasambhava, kemudian Simhamuka Dakini sendiri adalah manifestasi dari Padmasambhava, jadi bisa dikatakan juga merupakan Yidam.
Padmasambhava adalah Yidam dari Simhamuka Dakini.
Yidam Padmasambhava juga adalah Simhamuka Dakini.
Saling berkaitan.

『獅面空行母』本身也是護法,我們曉得空行母都是護法。
Simhamuka Dakini pada dasarnya juga adalah Dharmapala.
Semua Dakini adalah Dharmapala.

護法當中,最溫和 的就是山神跟守方神
Diantara para Dharmapala, yang paling lembut adalah Dewa Gunung dan Dewa Pelindung Penjuru / Tempat

也有天星的護法,像二十八星宿,二十八星宿來講起來,這些護法祂們比較粗暴,我們『真佛宗』的 縵天華蓋裡面 有二十八星宿的名號在裡面。
Ada juga Dharmapala Dewa Bintang, seperti 28 konstelasi, mereka lebih keras.
Di dalam Mantianhuagai (Payung Konstelasi) dari Zhenfozong terdapat nama nama 28 Konstelasi di dalamnya.

另外金剛明王護法,具有最大的權威的力量,是屬於明王護法。
Selain itu adalah Vidyaraja Dharmapala, memiliki kekuatan wibawa dan kekuasaan paling besar, termasuk golongan Vidyaraja Dharmapala.

另外還有一種,就是 屬於魔界來的,魔界來轉而護持佛教行者,這個魔界來的護法是無所不為,其中空行母當然都是護法,空行母的特 性是什麼呢?空行母的 特性是很兇狠。
Selain itu masih ada lagi satu jenis yaitu yang berasal dari alam mara, dari alam mara berubah menjadi pelindung siswa Buddha. Tidak ada yang tidak dilakukan oleh Dharmapala yang berasal dari alam mara.
Apakah sifat khas dari Dakini ? sifat khas Dakini adalah garang.

空行母是兇惡、兇狠的護法,獅面空行母也是 兇惡、兇狠的護法。
Dakini sangat garang, merupakan Dharmapala yang garang, Simhamuka Dakini juga sangat garang.

這裡面大家也是覺得很奇怪,大部份來講,女性都是屬於比較溫和的,但是,事實上,經過多年的觀察,在天上界 女 性的空行母護法,男性的不出名,像空行勇父,沒有什麼出名的,大部份出名的都是空行母。
Sampai disini, mungkin Anda sekalian merasa heran, kebanyakan wanita bersifat lebih lembut, namun pada kenyataannya setelah menelitinya bertahun tahun, Para Devi di alam surga yang merupakan Dakini Dharmapala, yang pria seperti Daka tidak terkenal, namun kebanyakan yang terkenal adalah Dakini.

密教對空行母的護法非常的尊崇,因為祂們本身很兇狠
Tantrayana sangat menghormati Dharmapala yang termasuk Dakini, karena mereka pada dasarnya sangat garang.

為什麼這些空行母會那麼兇狠呢? 母系的空行母為什麼會兇狠?我曾經這樣子想過,我們在人間也差不多可以看出一點的徵兆。
大家想一想,我們常常講一句俗話,癩蛤蟆想吃天鵝肉,但是根據動物學家的研究,癩蛤蟆是很溫和的一種動物, 它不會傷害人的,而天 鵝是很兇狠的,往往癩蛤蟆還沒有吃到天鵝,轉頭它已經被天鵝啄,癩蛤蟆就死了,當然癩蛤蟆想吃天鵝肉是夢想 啦,經過研究所知,那 些動物學家去研究動物,所謂天鵝是最兇狠的,表面上看起來,它很溫和、慈祥,慈母一樣的,事實上,它兇起來 的時候,是不顧一切的 。
Kenapa beberapa Dakini bisa demikian garang ? Kenapa Dakini yang berasal dari garis Ibu sangat garang ?
Di dunia ini kita bisa melihat contohnya.
Coba kita pikir, kita sering mengucapkan pepatah : Katak ingin makan daging angsa.
Namun menurut penelitian katak adalah hewan yang lembut, mereka tidak akan melukai manusia, sedangkan angsa lebih garang. Sebelum katak berhasil memangsa angsa, begitu menoleh dia sudah dipatuk angsa, maka matilah katak itu. Tentu saja maksud pepatah Katak ingin makan daging angsa adalah mimpi belaka.
Menurut penelitian para ahli, sebenarnya angsa sangat garang, secara penampilan mereka kelihatannya lembut, belas kasih, bagaikan ibu yang penuh kasih, namun kenyataannya begitu dia dibuat marah , dia tidak akan pandang bulu.

所以天鵝的本性是兇狠的,癩蛤蟆的本性是溫和。所以癩蛤蟆想吃天鵝肉,我看都是夢想。可以講,獅面空行母的 本性,所以稱為第一護 法不是沒有原因的,祂第一護法有祂本身的道理存在。
Maka pembawaan dari angsa adalah sangat galak, sedangkan katak adalah lembut. Maka katak ingin makan daging angsa , menurut saya merupakan mimpi belaka. Boleh dikatakan, pembawaan Simhamuka Dakini demikian, maka disebut sebagai Dharmapala nomor satu bukan tidak ada sebabnya, kenapa Beliau adalah Dharmapala nomor satu ada alasannya sendiri.

我們修法開始的時候,第一節大部份都是入獅面空行母密壇,你一定要供獅面空行母,要供養祂的曼 陀羅。
Saat kita mulai bersadhana, pertama kali biasanya adalam memasuki Mandala Simhamuka Dakini, Anda harus mempersemayamkan Simhamuka Dakini, harus puja pada mandala Nya.

蓮華生大士有講過一句話,祂 是虹光化身,祂說以後的密教弟子只要做出祂的曼陀羅,就是壇城,你供養我的曼陀羅,我就顯身在曼陀羅裡,這 是蓮華生大士本身的誓 句三昧耶,就是蓮華生大士發的誓願;『你供我的曼陀羅,我必顯身在曼陀羅之上』。
Padmasambhava pernah mengatakan, Beliau adalah manifestasi sinar pelangi, kelak asalkan siswa tantra membuat mandala Nya, yaitu altar, kau puja pada mandala Ku, maka Aku akan tampil dalam mandala, ini adalah ikrar samaya Padmasambhava Bodhisattva, tekad Padmasambhava :

Kau mempersemayamkan mandala Ku, Aku pasti muncul di atas mandala!


我要跟大家講,蓮華生大士在西藏建立的一間寺廟,叫做松耶寺,松耶寺,上面那一層是屬於梵的,就是印度天竺 的造形 ,中間大殿。第二層是屬於漢,中國的造形,第三層才是西藏的造形。所以當初的人,松耶寺又稱為三樣寺,三樣 就是表示印度、中國跟 西藏,這三樣合起來的寺院。
Saya ingin memberitahukan kepada Anda sekalian mengenai vihara yang dibangun oleh Padmasambhava, Samye Monastery (桑耶寺; Tibetan: བསམ་ཡས་). Tingkat atas adalah termasuk sansekerta, merupakan bentuk India, sala utama. Tingkat kedua termasuk tipe Tiongkok, tingkat tiga barulah Tibet. Maka orang -orang dulu pada awalnya menyebut Samye Monastery sebagai Vihara Tiga Rupa, Tiga Rupa yaitu India, Tiongkok dan Tibet.

蓮華生大士造松耶寺,按造什麼去造的?按造宇宙的意識去造的,須彌四周並日月,化諸珍寶供養佛。蓮華生大士 中間的大殿就是須彌山 ,四周圍有四個殿,就是四大州,再含八小州,還有日殿、月殿。須彌四周並日月,就是中央大殿是須彌,四大州 分成四大殿,又八小殿 八小州,再來還有日殿、月殿,這是松耶寺。
Apakah pedoman Padmasambhava dalam membangun Samye Monastery ? Yaitu berpedoman pada kesadaran alam semesta, Empat benua gunung Sumeru Matahari dan Rembulan, semua jenis permata dipersembahkan pada Buddha. Sala utama di tengah adalah Sumeru, di empat penjurunya ada catursala, merupakan empat maha benua. Mengandung delapan benua kecil, ada juga suryasala dan candrasala. Inilah Samye Monastery.

松耶寺的建立,當初可以這樣子講,是蓮華生大士使藏王在西藏建立的第一座寺院
Saat itu, berdirinya Samye Monastery adalah Vihara pertama yang didirikan oleh karena Padmasambhava mengusulkannya pada Raja Tibet.

當初祂灑米、灑花去開光,按造傳說講,只要祂灑花一開光,那些佛像都會從廟裡面跑出來,跑出來再跑進去,廟 的門很 小,祂出來的時候,神像很大,神像會縮小,咻!然後出了門以後,咻!又變大,然後再回去的時候,又會縮小, 休!縮進去又會再擺回 原來的樣子,哇!這個是很厲害!傳說是這個樣子啦。
Saat itu Beliau menebarkan beras dan bunga untuk memberi abhiseka pratima, berdasarkan kisah Nya, begitu Beliau menebarkan bunga untuk mengabhiseka pratima, maka rupang itu bisa keluar dari vihara dan kemudian masuk lagi. Pintu Vihara sangat kecil, namun saat rupang itu di luar menjadi sangat besar, kemudian saat kembali lagi ke dalam vihara berubah kecil.

我是從蓮華生大士開光松耶寺所有的佛像想出來的,祂那時候,一灑花佛像都會動的,而且會跳金剛舞,佛像出來 到外面,跟所有的人民 跳金剛舞,哇!這個是很精采的,而且所有的佛像會動、會開口,會騰空,又會回去,又會顯現。
Saat itu, asalkan Beliau menebarkan bunga, maka rupang Buddha akan bisa bergerak, bahkan bisa menarikan tari Vajra, Rupang Buddha bisa keluar kemudian menarikan tari Vajra bersama para rakyat. Bahkan semua rupang bisa bergerak, berbicara, terbang, kemudian kembali, bisa juga menampakkan diri.

師尊有一次也是很精采,但是彌勒佛並沒有動啊!我是開光的時候,剛好一照彌勒佛,虛空中第一條太陽光線照在 彌勒佛的身上,這個本 來是很平常,因為光照在彌勒佛的身上,這是小事,樹林裡面所有的鳥全部下降叫(眾鼓掌),這個 才是大事。
Mahaguru juga pernah satu kali , namu rupang Maitreya itu tidak bergerak ! Saat Saya mengabhiseka pratima, sinar matahari membentuk satu garis menyinari Maitreya, ini masih biasa, ini hal kecil. Namun kemudian semua burung di hutan turun dan berkicau , ini barulah luar biasa!
(Peristiwa ini terjadi di Rainbow Villa saat peresmian rupang Maitreya di hutan, dan disaksikan umat banyak)

你想想看,在彩虹山莊的山頂那一尊小彌勒菩薩,放在那裡,當時也有人在場,他們可以證明的,要開光的時候, 很靜的,什麼聲音都沒 有,一開光的時候,一講:開光,所有的鳥全部飛下來,在彌勒菩薩的周圍的樹邊全部一起叫(眾鼓 掌)。
Coba Anda bayangkan, rupang Maitreya Bodhisattva di puncak gunung Rainbow Villa, saat itu juga ada umat disana, mereka bisa menjadi saksi, saat hendak dilaksanakan persemian suasananya sangat tenang, tidak ada suara apapun, begitu diucapkan : Kaiguang ! saat abhiseka pratima, semua burung mendadak turun ke pohon sekeliling Maitreya Bodhisattva dan semuanya berkicau. (tepuk tangan hadirin)

我希望我們『真佛宗』的上師、法師,所有的同門,學會 開光法(眾鼓掌)。你們學會開光法出去跟人家開光的時候,哇!所有的金剛女性的空行母全部跳金剛舞,神像、 佛像全部出來跳金剛舞, 哇!那個時候就不得了,希望你們能夠有這樣子的成就。
Saya harap para Acarya, biksu dan para umat di Zhen Fozong belajar bagaimana mengabhiseka pratima (tepuk tangan hadirin)
Saat Anda sekalian telah belajar tata cara abhiseka pratima kemudian mengabhiseka pratima orang lain, wah ! Semua rupang Dakini bisa menari Vajra, rupang dewa dan Buddha semua keluar menari Vajra ! Saat itu sungguh luar biasa ! Saya harap kalian memperoleh realisasi yang demikian!

蓮華生大士所講的曼陀羅,意思講的就是壇城,今天我們供壇城很重要的地方就是在這裡,我們每一次修法都要進 入壇城。獅面空行母本 身有獅面空行母的壇城。你要修法要進入獅面空行母的壇城,根據四昧四句三昧耶都是需要有壇城的 。
Apa yang dimaksud sebagai mandala oleh Padmasambhava adalah altar, ini adalah makna penting pada hari ini kita membangun altar , tiap kita bersadhana harus memasuki altar. Simhamuka mempunyai altar Simhamuka, bila Anda hendak bersadhana maka masukilah altar Simhamuka, berdasarkan catursamaya empat kata altar adalah sangat perlu.

再來呢,唸清淨咒,我們曉得清淨在我們佛經裡面都是有清淨咒的,清淨咒是清淨自己。最早的時候,我得到的清 淨法,我每一次拿筆起 來,要開光清淨的時候:『嗡修利修利,嘛哈修利,修修利,梭哈』,在唸清淨咒,自動手跟筆會比出一種形式, 比久了,我就知道了, 原來這就是清淨的印。
Kemudian, menjapa mantra pembersihan, kita semua tahu di dalam setiap kitab Buddha ada mantra pembersihan, maknanya adalah menyucikan diri sendiri.
Sadhana Penyucian yang saya peroleh dulu, saat mengabhiseka pratima melakukan penyucian sambil memegang pena, “Om. Xiuli Xiuli Mahaxiuli Xiuxiuli Soha.” saat menjapa mantra pembersihan dengan sendirinya tangan dan pena akan membentuk suatu gambar, setelah membentuknya lama, saya tahu ternyata itu adalah mudra vimala.

筆這樣子(師尊示範),好像在畫一條線,這樣子來,一個魚,這樣子,這是一種清淨,我教你們絕對沒有錯哦, 你們記得哦,清淨一定是 這樣子,佛菩薩很直接這樣子告訴我,你只要做這一種手印就是清淨,所以你在清淨壇城,清淨自己都是這樣子清 淨。
Demikian pena bergerak (Mahaguru memperagakan), bagaikan menggambar satu garis, demikian, seekor ikan (bagai), Ini adalah semacam penyucian, apa yang saya ajarkan ini pasti benar, mohon Anda ingat, saat menyucikan harus demikian, Buddha Bodhisattva secara langsung memberitahu saya, asalkan Anda membentuk satu mudra ini maka bermakna suci, maka saat Anda hendak menyucikan altar ataupun diri sendiri, demikianlah menyucikannya.

那麼什麼是賜福啊?給人家賜福,將來上師、法師出去給人家賜福,怎麼樣子做?我告訴你,賜福也有一種手印, 他也是一種畫線,畫一 個圈圈,點兩點,賜福!這兩點經過我想了很久,這兩點代表什麼?一個圈圈代表圓滿,兩點代表福跟慧,這是佛 菩薩直接告訴我的,你 要給人家賜福,一個圈圈,點兩點,就是賜福。
Kemudian, apakah itu pemberkahan ? yaitu memberikan berkah pada orang lain, kelak Acarya , Biksu lama yang membabarkan Dharma hendak memberikan pemberkahan, bagaimana ? Saya beritahu kalian, pemberkahan juga merupakan satu macam mudra, juga merupakan bentuk gambar garis, menggambar satu lingkaran (menggambar di udara menghadap obyek) dan menitiknya dua kali di tengah, paustika !
Satu lingkaran bermakna sempurna.
Dua titik bermakna berkah dan prajna.
Ini adalah ajaran langsung dari Buddha dan Bodhisattva pada saya, bila Anda hendak memberkati orang lain, maka satu lingkaran dengan dua titik.

ket :
Cara diatas adalah membentuk garis yang meliuk liuk dari atas ke bawah setiap tiba di titik kanan menjapa OM, kemudian dibawahnya adalah AH, dan dibawahnya lagi adalah HUM (sinar putih)
Kemudian lingkaran dan dua titik (ada juga satu titik) dengan mantra XIE
(Tata cara ini masih dibagi menjadi beberapa lagi. Harap diketahui bahwa di artikel ini hanya sebagai gambaran saja, untuk prakteknya harus dibimbing oleh Acarya pembimbing Anda)

還有,你在修法當中,你要送神,我發覺到,佛菩薩直接告訴我的,四縱五橫印就是可以送神:臨兵鬥者皆陣列在 前,那個菩薩就咻!送 走了,這是遣送印,也是一種結界,甚至是一種防魔,像一個網子一樣推出去,把它推遠了,今天教大家這三個, 你在遣送、防魔或者做 結界,你可以做遣送印。這是我所知道的,現在教給大家 ( 眾鼓掌)。

Mudra penghantar (Mudra 9 aksara mantra)
Ada lagi, saat bersadhana Anda harus menghantarkan para dewa, Buddha Bodhisattva memberitahu saya secara langsung, 4 mudra vertikal dan 5 horizontal bisa menghantarkan dewa.
bagian terakhir menyusul
(KET : Lihat gambar dan sesuaikan karakter kanji nya dengan gambar mudra)
LIN (lin 臨 ); BING (ping 兵 ); DOU (tou 鬥 ); ZHE (cek 者 ) ; JIE (cie 皆 ); ZHEN (cen 陣 ) ; LIE (lie 列 ); ZAI (cai 在 ) ; QIAN (jien 前 )
maka Bodhisattva langsung akan dihantar pergi !
Inilah mudra menghantar , juga termasuk simabandhana, bahkan sebuah penangkal mara, bagaikan sebuah jala yang dilempar keluar. Mendorongnya jauh jauh.
Hari ini mengajari Anda sekalian tiga hal ini, Anda menghantarnya pergi, simabandhana dan menangkal mara, Anda bisa membentuk mudra penghantar.
Inilah apa yang aku ketahui, sekarang mengajarkan semuanya kepada kalian (tepuk tangan hadirin)

KET : Mudra dan mantra diatas perlu abhiseka dan lagi ini ada visualisasinya. Abhiseka dan Praktek harus melalui bimbingan Acarya Sejati.

再來,我們是做召請咒,召請咒也有印,我們曉得召請咒,以前教過大家用勾子,觀虛空中有雲,雲上面有本尊, 你這樣子一勾,跟著持 咒:嗡啊吽、梭哈。一勾,把祂的雲勾住,祂的雲就飛不走,而且被你一勾,祂就掉下來,進到壇城,這個是召請 印跟召請咒。
Kemudian, kita menjapa mantra pengundang, mantra pengundang juga ada mudranya, dulu pernah mengajari Anda sekalian untuk membentuk mudra pengait, visualisasi diangkasa ada awan dan diatas awan ada yidam, kaitlah awan tersebut dan sambil japa mantra OM AH HUM SOHA . Maka Beliau akan turun ke altar Anda.

嗡啊吽梭哈是一種很大的召請咒,一般還有小的召請咒,嗡啊吽梭哈是我們共用、最大的一個召請咒,還有指示印 ,這個指示印(師尊示 範),指示什麼事情(師尊示範),這是指示印。還有一種是斗印,伸一指的,就是斗,斗印是做什麼?也是召請 ,斗是指天,我現在往上召 請,今天是什麼時辰,子、丑...(師尊唸十二時辰名),拇指按在那一個時辰,現在是什麼時辰,有時辰的, 你按在那一個時辰,一按 ,一指斗,這個神會下降的,這也是一種召請印,比較特殊的,召請值日功曹神的。
OM AH HUM SOHA adalah sebuah mantra pengundang yang sangat agung, biasanya masih ada lagi mantra pengundang yang lebih kecil. Kita bersama menggunakan Om Ah Hum Soha, merupakan mantra pengundang paling agung. Masih ada mudra petunjuknya, demikian (Mahaguru memperagakan) . menujukkan apa ? (Mahaguru memperagakan).
Ada lagi mudra bintang, yaitu meluruskan satu jari, ini adalah mudra bintang. Untuk apa ? juga adalah mengundang, bintang menunjuk pada langit.
Sekarang saya akan mengundang dengan menghadap atas, hari ini waktu apa ? (shichen – 時辰)…zi (子), chou (丑) , …(Mahaguru melafal nama 12 waktu) ibu jari menekan ke lokasi waktu tertentu sesuai waktu sekarang, satu mengacung satu menekan waktu, maka dewa itu akan datang, ini adalah juga termasuk mudra pengundang yang lebih spesial, mengundang dewa waktu hari itu.

另外還有一個忿怒印,平時,忿怒就是這樣子的(師尊示範),這是屬於忿怒印的,做忿怒印的時候,你唸本尊忿 怒的咒語,祂本身會顯現 祂本尊的威力出來。
Selain itu, masih ada lagi mudra krodha, biasanya demikian (Mahaguru memperagakan), ini termasuk mudra krodha, saat membentuknya, Anda menjapa mantra Adinata Krodha (angkara murka / Dharmapala), Beliau akan muncul dan wibawa Nya akan timbul.

我記得我以前好像講過,在召請佛菩薩的時候,你沒有結印,你也可以用一種東西來召請,觀想你自己的眼睫毛變 成很長,伸入虛空之中 ,眼睛勾幾下,把祂勾下來,用眼睫毛變成金剛勾,然後把佛菩薩勾下來
Saya ingat, sepertinya dulu pernah mengajari, saat mengundang Buddha Bodhisattva, Anda tidak membentuk mudra, bisa menggunakan suatu benda untuk mengundang, visualisasikan bulu mata Anda berubah menjadi panjang, memasuki angkasa, mata mengait beberapa kali, kaitlah supaya Beliau turun, gunakan bulu mata menjadi kaitan Vajra, kemudian mengait Buddha Bodhisattva turun.

所以這一招啊,也是勾引佛菩薩的方法。在密教裡面是有用眼睫毛當拘勾印,把祂勾下來,一般來講,我們召請咒 的召請印一起用,你就 很有功效。
Maka pengaitan ini juga merupakan cara untuk menghadirkan Buddha Bodhisattva. Dalam Tantrayana memang ada cara menggunakan bulu mata untuk mudra pengundang. Jika Anda memadukan mudra dan mantra pengundangan maka akan sangat bermanfaat.

再來我們知道修法要做大禮拜的,我講大禮拜不要以為很輕鬆,你只要大禮拜一直做,你就會流汗,你就會全身震 動氣跟脈,尤其在做飛 空的大禮拜,全身撲地的大禮拜
Kemudian, kita tahu bahwa dalam sadhana harus melakukan Mahanamaskara, jangan dikira Mahanamaskara sangat mudah, asalkan Anda melakukan Mahanamaskara terus menerus maka pasti akan berkeringat, nadi dan prana di sekujur tubuh akan bergetar, terlebih adalah mahanamaskara seluruh tubuh.

我們密教的大禮拜是在訓練你身體的氣跟脈,你一時臥下的時候,氣是要滿的
Mahanamskara dalam Tantrayana adalah melatih nadi dan prana sekujur tubuh Anda, saat Anda hendak rebah , prana harus penuh

起來的時候,是吸氣的
Saat bangun (berdiri) adalah menghirup nafas.

下去的時候,是閉氣的
Saat turun adalah tahan nafas

KET : Masukkan prana ke Dantian kemudian tahan dan lakukan namaskara ke bawah.

你的身體去碰地的時候,你身體的氣脈是震動的,你不會受傷的
Saat tubuh Anda membentur lantai, prana dan nadi akan bergetar, namun Anda tidak akan terluka.

大禮拜假如也是一直很激烈的運動哦,密教修行震動全身的氣脈,全身的氣脈通通要動,到微細的脈 通通要打開。
Mahanamaskara adalah olahraga yang keras, pembinaan dalam Tantra adalah menggetarkan prana dan nadi sekujur tubuh, semua nadi sampai sekecil kecilnya harus bisa tembus.

你知道大禮拜是金剛拳的基礎嗎?你知道金剛拳是做什麼嗎?金剛拳就是把脈鬆散,你身體的血跟氣能夠非常的流 暢,你的氣、拙火跟明 點能夠通行無阻,這是金剛拳的作用。
Tahukah Anda bahwa Mahanamaskara adalah dasar dari Tinju Vajra ? Tahukah Anda manfaat Tinju Vajra ? yaitu untuk merilekskan nadi, darah dan prana dalam tubuh Anda mengalir dengan lancar. Prana, kundalini dan bindu dapat tembus tanpa halangan. Inilah kegunaan Tinju Vajra.
 

Rahasia 5 Jambhala

1. Rahasia Jambhala Merah

Hari ini saya akan membahas rahasia rahasia dalam melakukan sadhana sadhana Jambhala ini. Sewaktu saya pergi ke Los Angeles, saya sudah membahas sebagian. Yang pertama adalah Jambhala Merah atau Ganesha yaitu Dewa Harta dengan kepala gajah. Rahasia sadhana ini terletak pada alat vajra dorje. Dalam sadhana, sadhaka harus mengangkat vajra dorje dan menekankan nya di kepala Ganesha. Ini untuk mengingatkan nya akan sumpah nya yang telah ia buat dihadapan Budha. Ganesha bersumpah untuk menghadiahkan kekayaan kepada siapapun yang menekankan vajra dorje ke kepala nya. Bila patung Ganesha ditempatkan terlalu tinggi untuk dijangkau tangan sadhaka, maka sadhaka dapat memvisualisasikan alat vajra dorje nya terbang dari tangan nya untuk menyentuh kepala Ganesha. Namun, janganlah mengetuk kepala Ganesha terlalu keras hanya karena anda perlu uang! [tawa riuh rendah pendengar]. Jangan membangkitkan amarah Ganesha dengan memukulnya terlalu keras. Jadi, sedikit ketukan ringan sudah cukup. Jangan berlebihan. Tidak boleh memaksa sewaktu meminta uang dari orang lain.
Bagaimana visualisasi nya? Setelah menyentuhkan vajra dorje ke kepala nya, bayangkan belalai Ganesha menjadi sangat panjang. Bila memanjang ke arah sini [barat], maka belalainya akan menyeberangi lautan Pasifik dan mencapai Taiwan. Bila belalai nya memanjang ke selatan, maka mencapai Los Angeles. Bila belalai nya memanjang ke utara, maka mencapai Seattle. Bila memanjang ke timur, maka mencapai New York. Sewaktu anda perlu bertransaksi dagang dengan seseorang yang tinggal di New York, maka anda dapat menyentuh kepala Ganesha dan membayangkan belalai nya memanjang sampai ke New York. Lalu, dari belalai nya muncul sebuah kaitan merah yang menjerat (mengait) leher rekan dagang anda. Anda kemudian memvisualisasikan belalai Ganesha menarik nya dan membawa nya untuk menanda-tangani kontrak perjanjian yang anda inginkan. Setelah itu, anda visualisasikan mengembalikan rekan dagang anda itu ke tempatnya semula. Bayangkan rekan dagang anda itu menyetujui segala sesuatu di dalam kontrak perjanjian dan menanda-tangani nya. Ini adalah satu cara menggunakan sadhana ini.

Jambhala Merah juga dapat berfungsi sebagai mak-comblang. Misalnya, anda bisa memvisualisasikan belalai Jambhala Merah memanjang ke Taiwan dimana pacar anda tinggal. Kemudian, bayangkan kaitan merah Jambhala menjerat leher si pacar dan membawa nya ke San Francisco. Ia kemudian berlutut dan mengajukan lamaran perkawinan. [tawa pendengar]. Itulah visualisasi dan sebagian kegunaan dari belalai Jambhala Merah. Setelah mengetuk perlahan kepala nya sekali, anda membayangkan belalai Jambhala Merah memanjang dan membawa kembali apa yang anda inginkan. Bila uang, bisa membayangkan belalai nya memanjang ke bank dan mengait uang. Bila anda memiliki restoran, kaitan Ganesha dapat digunakan untuk menarik banyak pengunjung untuk makan di restoran anda sehingga anda menjadi kaya. Itulah rahasia dan manfaat manfaat visualisasi sadhana Jambhala Merah

2. Rahasia Jambhala Putih  
Jambhala Putih menunggangi seekor naga dan senang mandi. Jadi, anda harus mempersembahkan air mandi kepadanya. [Catatan: Apakah air mandi itu? Anda bisa menaruh sabun atau bubuk sabun ke dalam air untuk menjadikannya air mandi.] Setelah mempersiapkan air mandi dan menaruhnya di altar, anda kemudian memvisualisasikan Jambhala Putih masuk kedalam air mandi itu. Mengapa Jambhala Putih dipanggil Putih? Karena kulitnya putih bersih akibat seringnya mandi. Ia begitu senang mandi sehingga ia bisa mandi banyak kali dalam sehari. Sewaktu ia selesai mandi dan keluar dari air, maka anda dapat membasahkan jari jemari anda di air mandinya itu dan mencipratkan air itu ke angkasa. Kemudian, anda membayangkan banyak sekali uang muncul di angkasa dan turun ke bawah -- sebegitu banyaknya sampai anda tenggelam dalam uang itu! [tawa pendengar].
Mandi adalah hobby Jambhala Putih. Sewaktu anda memvisualisasikan dirinya memasuki air mandi, ia menjadi sangat senang sehingga ia akan mengubah air mandi itu menjadi uang. Jadi, anda harus mencipratkan air itu ke depan, ke belakang, ke kiri, dan ke kanan, kemudian membayangkan hujan uang kertas US $100 menumpuk disekeliling anda. Bayangkan diri anda sedang duduk di tengah tengah tumpukan uang itu. [Catatan: Jangan menggunakan denominasi $1. Itu tidak efisien dan akan memakan waktu terlalu lama.]

Anda harus memvisualisasikan uang itu dari semua sisi, banyak sekali tak terhingga. Jangan bayangkan diri anda terkubur hidup hidup oleh uang itu. Meskipun jarang terjadi, sebagian orang rela mati demi uang. Dengan mengubah cipratan air menjadi uang, anda menciptakan jodoh yang lebih besar antara diri anda dengan uang. Uang itu menjadi milik anda. Itulah rahasia sadhana Jambhala Putih.

Rahasia Lanjutan Dari Sadhana Jambhala Putih
(bersumber dari Koran Satyabudha 15-31 Maret 1997)

Maha Acarya telah membuka sebelumnya bahwa rahasia dari sadhana Jambhala Putih terletak pada penggunaan air mandi nya. Rahasia rahasia tambahan tentang sadhana Jambhala Putih adalah sebagai berikut:

a.  Sadhana Jambhala Putih juga bisa membuat sadhaka menerima berkat dari para dakini dan dari Avalokitesvara Bodhisattva. Jadi, pahala dari sadhana Jambhala Putih bersifat ganda, baik duniawi maupun non-duniawi.

b.  Sebelum berlatih sadhana Jambhala Putih, sadhaka harus terlebih dahulu menjapa mantra hati Avalokitesvara Bodhisattva "Om Mani Padme Hum" sebanyak 100 ribu kali sebelum mulai berlatih sadhana Jambhala Putih. Karena Avalokitesvara Bodhisattva adalah Yidam dari Jambhala Putih, maka menjapa mantra hati Avalokitesvara sebanyak 100 ribu kali akan memudahkan sadhaka untuk dengan cepat memperoleh kontak batin dengan Jambhala Putih.

c.  Mantra hati Jambhala Putih harus dijapa sebanyak minimal 100 ribu kali.

d.  7 latihan pertama dari sadhana ini harus dilakukan secara berturut-turut untuk dianggap sebagai lengkap. (Setiap hari  sekali selama 7 hari berturutturut.)

e.  Penataan Altar

- Gunakan sebuah meja bulat sebagai meja altar.

- Di tengah tengah altar, tempatkan sebuah rupang Jambhala Putih di atas sebuah piring (nampan) putih keperak-perakan.

- Piring itu harus dikelilingi oleh 7 cangkir air mandi.

- Juga, harus ada satu piramida kristal ditempatkan antara setiap cangkir. (Berarti, ada lebih dari 1 piramida kristal.)  Karena Jambhala Putih bermukim di istana kristal, persembahan kristal ini akan membuatnya betah di altar.

- Bahan persembahan terbagi menjadi "dua barang putih dan satu barang manis". Dua barang putih adalah susu dan gandum yang sudah dimasak. Satu barang manis bisa gula putih, gula kristal, atau madu.

3. Rahasia Jambhala Kuning  
Jambhala Kuning adalah satu dari 8 Yidam Utama dalam aliran Satyabudha. Rahasia nya terletak pada sembuhnya bengkak di jempol kaki kanan nya. Sewaktu Panca Dhyani Budha muncul dan memberkati nya supaya rasa sakit di jempol kaki kanan nya itu lenyap, maka ia akan menjadi sangat senang. Sewaktu ia senang, tikus di tangan kiri nya akan membuka mulutnya dan memuntahkan semua permata dan kekayaan yang anda inginkan. Sangat sederhana. Anda harus memvisualisasikan Panca Dhyani Budha memancarkan sinar kepada Jambhala Kuning, sambil menjapa mantra "Om Hum Jen Se Ya". Kemudian, bengkak di jempol kaki kanan nya mengecil dan tikus di tangan kiri nya memuntahkan barang barang yang anda inginkan. Bila anda ingin sebuah rumah berwarna putih, maka sebuah rumah putih akan menjadi milik anda. Bila anda memvisualisasikan mobil Mercedes 600 [tawa pendengar] dengan pilihan warna anda, maka itupun akan muncul. Bagus! Kemudian anda visualisasikan uang dari bank keluar dari mulut tikus itu dan mengalir ke kaki anda.
Jambhala Kuning adalah satu dari 8 Yidam Utama dan rahasianya terletak pada jempol kaki kanan nya. Asalkan anda mengundang Panca Dhyani Budha untuk memberkati Jambhala Kuning sehingga bengkak di jempol kaki kanan nya hilang, maka ia akan menghadiahkan kekayaan kepada anda.

[Catatan Tambahan: Seorang siswa menulis kepada saya bahwa setiap kali ia memvisualisasikan tikus Jambhala membuka mulutnya, yang keluar adalah batu batu. Wah, kamu ini bodoh amat yah. Kok tidak bisa memvisualisasikan batu batu itu sebagai permata? Tapi, siswa itu tetap tidak bisa memvisualisasikan permata. Bila ia berusaha memvisualisasikan permata, batu yang segera muncul. Saya kemudian menyarankannya untuk membuka usaha konstruksi saja yang berkaitan dengan batu dan pasir. Bila ia membuka usaha di bidang yang berhubungan dengan batu dan pasir, maka usaha nya akan sukses. Saya menjawab suratnya dengan berkata bahwa karena batu yang dimuntahkan oleh tikus Jambhala dapat digunakan sebagai batu bata atau sebagai fondasi bangunan, maka ia sebaiknya memilih karir yang berkaitan dengan batu dan pasir.]

4. Rahasia Jambhala Hitam  
Selanjutnya adalah sadhana Jambhala Hitam. Jambhala Hitam suka sakit di dada nya yaitu terasa sangat panas. Bagaimana caranya anda melenyapkan panas di dadanya itu? Dengan mendinginkannya. Bagaimana caranya? Bayangkan Jambhala Hitam muncul dihadapan anda dan bayangkan dadanya sepanas api. Apakah kita harus memberikannya es batu? Bukan. Anda harus memvisualisasikan bongkah bongkah es dari Kutub Utara bergerak mengelilinginya. Hawa menjadi sejuk dan dada nya menjadi sejuk. Ia menjadi sangat sejuk. Dari warna merah yang panas, dada nya perlahan lahan menjadi sejuk dan berwarna merah pucat. [Catatan tambahan: Dalam ceramah yang lain, informasi dari Maha Acarya adalah bahwa wajah Jambhala Hitam berwarna hitam dan juga hati nya berwarna hitam. Karena hati nya berwarna hitam, maka ia suka merasa sakit di dada nya. Sewaktu bervisualisasi, sadhaka dapat membayangkan hawa panas di dada Jambhala Hitam berkurang sehingga warna dada nya berubah menjadi hijau sejuk. Jadi, sadhaka bisa memilih warna hitam panas atau warna merah panas sebagai visualisasi awal dada Jambhala Hitam. Sadhaka bisa memilih warna merah pucat atau warna hijau sejuk sebagai visualisasi lanjutan setelah dada Jambhala Hitam menjadi sejuk.] Kemudian, Jambhala Hitam menghadiahkan kekayaan kepada anda. Di tangan kanan nya ada semacam tempat penampung rejeki. Sewaktu anda memohon sesuatu barang kepada Jambhala Hitam, maka keinginan anda itu akan muncul di dalam tempat penampung itu, lalu Jambhala Hitam menghadiahkan nya kepada anda. Rahasia Jambhala Hitam terletak pada hati (dada) nya.

5. Rahasia Jambhala Hijau  
Bagaimana dengan Jambhala Hijau? Mengapa saya tidak membahas Jambhala Hijau sewaktu saya berceramah di Los Angeles? Karena saya belum belajar tentangnya. Sebelum saya datang ke San Francisco kali ini, Acarya Samantha mengirim faks permohonan kepada  saya di Redmond. Sewaktu Acarya Lian Hsiang membaca fax itu, disangkanya bahwa Acarya Samantha memohon ceramah tentang sadhana Dewa Rejeki 5 Penjuru sehingga itulah yang disampaikan kepada saya. Saya pikir wah itu mudah! Saya sudah pernah mengajarkan sadhana Dewa Rejeki 5 Penjuru sebelumnya. Saya tinggal mengulangi lagi saja. Sewaktu saya tiba, Acarya Samantha mengoreksi, "Tidak, saya meminta sadhana 5 Jambhala Tantrayana dan sadhana Raja Dewa Harta." Saya terkejut mendengarnya karena saya sendiri belum pernah belajar tentang sadhana Jambhala Hijau. Sampai semalam saya belum tahu tentang nya. Tapi Acarya Samantha berkata kepada saya, "Anda akan belajar sadhana ini sewaktu tidur malam ini." [tawa pendengar]. Ia berkata bahwa saya hanya perlu tidur sebentar saja untuk menyelidiki. Saya hampir bengong mendengarnya.

Sadhana Jambhala yang diajarkan kepada umum tidak berisi kunci kunci rahasia sadhana itu. Hanya seorang Acarya sejati yang tahu rahasia rahasia itu. Seorang Acarya sejati tahu misteri dari semua dewa dan apa yang mereka sukai. Sewaktu anda mempersembahkan apa yang dewa itu suka, ia akan mengabulkan permintaan anda. Dewa seperti begitulah. Jadi berilah persembahan yang disukai dewa.

Saya tahu bahwa di Bangkok (Thailand), dewa Brahma senang menonton wanita menari. Banyak wanita menari dihadapan dewa Brahma. Saya tidak tahu tarian apa yang mereka lakukan, tapi setelah tarian itu, si wanita mendapatkan keberuntungan sewaktu membeli loteri. Dewa Brahma suka menonton orang orang menari dihadapan nya. Sewaktu anda membuat dewa senang, ia akan berterima kasih dan membuat anda senang pula.

Apakah rahasia dari Jambhala Hijau? Jambhala Hijau mempunyai postur yang sama dengan Jambhala Kuning. Di tangan kiri nya, juga ada tikus, dan di tangan kanan nya, ada benda berharga. Kaki kanan nya menginjak sebuah keong pengabul keinginan. Sampai semalam saya masih tidak tahu apa rahasia nya. Jadi sebelum saya tidur, saya berdoa kepada Jambhala Hijau untuk memohon dibukakan rahasia nya! Saya berkata kepadanya bahwa bila saya tidak tahu, hari ini saya akan repot. Orang akan berkata, "Oh, jadi Budha Sinar Bunga Yang Leluasa tidak serba-tahu. Ada sadhana sadhana yang tidak diketahuinya."

Saya pergi tidur dan di pagi harinya sewaktu saya bangun, eh saya tahu! Keong pengabul keinginan yang diinjak oleh Jambhala Hijau adalah sebuah pedal gas. Perhatikan postur Jambhala Hijau. Tangan kiri nya memegang tikus. Tangan kanan nya memegang benda berharga. Kaki kanan nya menginjak lembut keong pengabul keinginan. Kata kunci nya disini

adalah "lembut" (halus/sedikit). Anda harus memvisualisasikan keong nya sebagai pedal gas. Jangan bingung dengan istilah "halus/lembut". Bayangkan saja Jambhala Hijau sedang sedikit menginjak keong itu. Anda bisa mulai dengan bervisualisasi kaki nya menginjak keong pengabul keinginan dengan halus/lembut, tetapi kemudian anda visualisasikan

Jambhala Hijau menginjak KERAS keong itu seperti menginjak pedal gas. Rahasia Jambhala Hijau adalah kaki kanan menginjak keras keong pengabul keinginan. Sewaktu ia menginjak keras, maka tikusnya akan membuka mulut dan memuntahkan uang. [tawa pendengar].

Di awal visualisasi, Jambhala Hijau hanya menekan lembut keong itu, lalu ia menginjak keras sehingga langsung mulut tikus terbuka dan memuntahkan uang. Itulah rahasia Jambhala Hijau.

Source :  http://vincentspirit.blogspot.com

Awal Mula Guan Gong Sebagai Pelindung Dharma


Kisah berikut ini terjadi beberapa ratus tahun setelah gugurnya Guan Yu. Berdasarkan catatan sejarah Buddhis – Fozhu Tongji (佛祖統紀 – Taisho Tripitaka 2053), pada tahun 592 M, (Dinasti Sui, era Kai Huang ke-12), disebutkan bahwa pada suatu malam, langit tiba-tiba menjadi cerah, bulan terlihat jelas sekali, Guan Yu bersama Guan Ping dan sekelompok makhluk gaib muncul di hadapan Master Tripitaka Zhiyi (智顗 – pendiri aliran Tiantai Tiongkok) yang sedang bermeditasi di Bukit Yuquan. Guan Yu berkata, “Saya Guan Yu dari era akhir Dinasti Han. Ini adalah putra saya, Guan Ping. Kami terus berkelana setelah meninggal. Yang Arya, dengan tujuan apakah anda datang ke sini?" Master Zhiyi menjawab, “Aku datang ke sini untuk membangun vihara.”

Guan Yu menjawab, “Yang Arya, izinkanlah kami untuk membantumu. Tidak jauh dari sini, terdapat lahan yang kokoh tanahnya. Saya dan putra saya dengan senang hati akan membangun vihara di sana untuk anda. Mohon lanjutkan meditasinya, vihara akan selesai dalam waktu 7 hari saja.” Setelah Master Zhiyi selesai bermeditasi, terlihat sebuah vihara yang sangat indah muncul persis di tempat yang ditunjukkan oleh Guan Yu. Vihara itu kemudian diberi nama Vihara Yuquan (玉泉寺).

Suatu hari Guan Yu datang ke Vihara Yuquan untuk mendengarkan Master Zhiyi membabarkan Dharma, setelah itu beliau memohon untuk dapat menjadi siswa Buddha dengan menerima Trisarana dan Panca Sila Buddhis. “Aku sangat beruntung mendapat kesempatan mendengarkan Dharma dan beraspirasi mempraktikkan Jalan Bodhi (pencerahan) mulai dari sekarang. Mohon izinkanlah saya untuk menerima Sila dari Anda,” demikian ucap Guan Yu kepada Master Zhiyi. Master Zhiyi kemudian membangun sebuah kuil untuk Guan Yu di sebelah barat laut vihara. Sebuah batu ukiran yang bertajuk tahun 820 M di Vihara Yuquan mengisahkan tentang pertemuan antara Guan Yu dan Zhiyi tersebut. Di dinding kuil yang didirikan Zhiyi untuk Guan Yu, terdapat tulisan: “Di balik wajah merahnya, terdapat hati bagaikan batu merah delima. Guan Gong menunggang kuda melebihi kecepatan angin. Tetapi sejauh ia berkuda, ia melayani Sang Raja Api. Dengan lampu minyak Ia belajar sejarah, di mana ia mempercayakannya pada golok naga hijaunya. Kebijaksanaannya yang mendalam akan membawa terang bagi hari-hari yang ada.

Selain kisah di atas, ada satu versi lain tentang kisah bagaimana Guan Yu menjadi seorang pemeluk agama Buddha. Dikatakan bahwa pada suatu malam Guan Yu menemui Bhiksu Zhikai(智鎧), murid dari Tiantai Master Zhiyi, dan menerima Trisarana dari Bhiksu Zhikai. Kemudian Bhiksu Zhi Kai melaporkan perjumpaan dengan Guan Yu tersebut kepada Yang Guang, Pangeran Jin (yang kelak akan dikenal sebagai Kaisar Sui Yang Di – 隋煬帝). Pangeran Yang Guang memberikan Guan Yu gelar “Sangharama Bodhisattva”. Itulah asal muasal dari mana gelar Sangharama diberikan kepada Guan Yu.

Pada kisah lainnya, seperti dalam Catatan Kisah Tiga Negara (San Guo Yan Yi – 三国演), Guan Yu muncul di hadapan Bhikshu Pujing (普淨) di malam saat gugur karena dipenggal oleh pihak Sun Quan, Raja Wu. Tubuhnya dikubur di dekat Bukit Yuquan yaitu di Jingzhou. Di sela-sela kegalauan atas kehilangan kepala, raga halus Guan Yu bergentayangan mencari kembali kepalanya. Bhiksu Pu Jing dengan kekuatan batinnya melihat Guan Yu turun dari angkasa menunggang kuda sambil menggenggam golok besar Naga Hijau, bersama dengan 2 pria, Guan Ping dan Zhou Cang. Semasa hidupnya saat dalam pelarian dari kubu Cao Cao, Guan Yu pernah ditolong oleh Pujing di Vihara Zhen-guo. Lalu Bhiksu Pujing memukul pelana kuda dengan kebutan cambuknya seraya berkata, “Di mana Yun Chang?” Seketika itu juga Guan Yu tersadarkan.

Guan Yu kemudian memohon petunjuk untuk dapat terbebas dari kegelapan pengembaraan batin. Pujing memberi nasehat, “Dulu salah atau sekarang benar tak perlu dipersoalkan lagi, karena terjadi pada saat sekarang tentunya ada sebab pada masa lalu.” Pujing lalu melanjutkan, “Sekarang engkau meminta kepalamu, menuntut atas kematianmu di tangan Lu Meng, namun kepada siapa Yan Liang, Wen Chou dan penjaga lima perbatasan serta banyak lagi lainnya yang telah kau bunuh, meminta kembali kepala mereka?” Kata-kata Pujing itu terasa sangat menyentak.

Setelah tersadarkan dari kegalauannya, Guan Yu lalu menjadi pengikut Buddhis. Sejak itu Guan Yu sering muncul melindungi masyarakat di sekitar Bukit Yuquan. Sebagai rasa terima kasih kepada Guan Yu, para penduduk membangun kuil di puncak Bukit Yuquan.

Awal mula jodoh karma antara Bhiksu Pujing dengan Guan Yu, diceritakan dalam satu legenda. Alkisah kelahiran lampau Guan Yu adalah raja naga yang dengan welas asih membantu rakyat yang mengalami bencana kekeringan dengan menurunkan hujan. Setelah sang raja naga meninggal, Bhiksu Pujing membantu membacakan doa-doa di hadapan jasadnya dan akhirnya raja naga tersebut terlahir kembali menjadi Guan Yu.

Gubuk rumput tempat tinggal Pujing kemudian dibangun menjadi sebuah Vihara yang akan bernama Vihara Yuquan. Sebelumnya Vihara Yuquan ini bernama Vihara Fuchuan shan yang dibangun oleh raja Liang Xuandi pada abad ke-6 M. Namun karena sebab-sebab tertentu, vihara tersebut rusak dan bobrok. Kemudian pada abad ke-6 juga, Zhiyi berniat membangun kembali vihara baru di lokasi tersebut dengan nama Vihara Yuquan. Dalam pembangunan kembali ini dikisahkan Zhiyi mendapat bantuan dari Guan Yu, beserta pihak kerajaan seperti dari Pangeran Yang Guang dan ayahnya, Raja Sui Wendi yang memegang pemerintahan pada masa itu. Vihara Yuquan ini di dalam kompleksnya terdapat kuil Guan Miao (kuil untuk Guan Yu). Ini adalah salah satu tempat pemujaan Guan Yu yang tertua, juga merupakan vihara tertua di Dangyang. Tempat penampakan raga halus Guan Yu ditandai dengan sebatang pilar batu yang bertuliskan: “Di sini tempat Guan Yun Chang dari Dinasti Han menampakkan diri.” Pilar batu itu adalah hadiah dari kaisar Wan Li masa Dinasti Ming dan masih bisa dilihat sampai sekarang. Guan Yu sebagai dewa juga pernah bertanya jawab dengan kakak seperguruan Patriarch Ch’an ke-6, Shen Xiu (神秀).

Dalam Sutra Saptabuddha Ashtabodhisattva Maha Dharani Sutra (Sutra tentang Mantra Sakti Mahadharani yang dibabarkan 7 Buddha dan 8 Bodhisattva) tercatat bahwa ada 18 Sangharama (Qielan Shen) sebagai pelindung lingkungan vihara, yaitu: Meiyin, Fanyin, Tian’gu, Tanmiao, Tanmei, Momiao, Leiyin, Shizi, Miaotan, Fanxiang, Renyin, Fonu, Songde, Guangmu, Miaoyan, Cheting, Cheshi, dan Bianshi.

Guan Yu sendiri bukanlah sosok yang tercatat dalam Sutra Mahayana sebagai Sangharama. Term Sangharama sendiri mengandung pengertian sebagai tempat tinggal anggota Sangha, atau lebih umum dikenal sebagai vihara. Secara etimologi, istilah Sangharama telah dikenal sejak masa kehidupan Buddha. Selain 18 dewa Sangharama yang telah disebutkan di atas, dua tokoh yang dianggap sebagai pelindung utama Sangharama adalah Anathapindika dan Pangeran Jeta, penyokong Vihara Jetavanarama pada masa kehidupan Buddha.

Secara kualitatif, Guan Yu memiliki pengabdian yang setara dengan para Pelindung Sangharama, pun karena memiliki komitmen yang besar untuk melindungi lingkungan vihara, maka tidaklah mengherankan bila kemudian diapresiasi secara khusus oleh Mahayana Tiongkok sebagai Bodhisattva Sangharama. Ada juga yang menyebut sebagai Bodhisattva Satyadharma Kalama. Pada tahun 1081 M, tokoh politik Song Utara dan umat Buddha bernama Zhang Shangying (張商英)menyebut Guan Yu sebagai Pelindung Dharma.

Di kalangan Mahayana Tiongkok, Guan Yu sering ditampilkan berdiri berpasangan dengan Dharmapala Veda (Weituo Pusa) yang juga merupakan Pelindung Dharma. Keduanya mendampingi rupang Buddha atau Avalokitesvara.

H.H Gyalwa Karmapa ke-17, pemimpin dari Karma Kagyud pernah menulis buku Sadhana kepada Sangharama Maha Dewa Guan Gong. Selain itu, Ven. Hai Tao juga pernah memberikan ceramah mengenai Guan Gong. Belakangan ini di luar negeri, terdapat beberapa upacara Sangharama yang diadakan dan dihadiri bersama oleh Sangha Mahayana dan Vajrayana. Bahkan di Guandi Miao di Jepang, setiap kali pada perayaan hari raya Guan Gong (Kantei-tan/Guandi Dan) selalu dipimpin para Bhiksu Mahayana. Tidak seperti di vihara-vihara Mahayana Tiongkok, di Jepang, jarang ditemukan vihara yang memiliki altar Guan Yu. Hanya vihara-vihara beraliran Obaku Zen yang mendirikan Garando (Aula Sangharama), yaitu aula untuk Guan Gong, di kompleks viharanya, contohnya seperti Vihara Manpuku-ji.

Pemujaan Guan Yu Hingga ke Tibet.
Pemujaan Guan Yu juga meluas sampai ke Tibet (terutama di aliran Gelugpa dan Nyingmapa). Altar beliau ada di vihara-vihara Tibet, seperti Mahavihara Tsurphu, sejak kunjungan Maha Ratna Dharmaraja Karmapa V ke Tiongkok atas undangan Kaisar Yong Le. Dulu di Tibet, Guan Yu sebagai Sangharama dikenal dengan nama Karma Hansheng (噶瑪漢神).

Dalam lukisan Thangka Buddhisme Vajrayana, biasanya Guan Gong didampingi oleh Zhou Chang, Guan Ping, Liu Bei, Zhao Yun, Chitu Ma (kuda Guan Gong) dan Ma She Ye (penjaga kuda Guan Gong). Di atas kepala Guan Gong terdapat figur Amitayus Buddha (mungkin disebabkan karena ada beberapa kalangan yang menganggap Guan Yu sebagai Pengawal Tanah Suci Sukhavati Amitabha Buddha) dan terkadang figur Amitayus digantikan oleh figur seorang Guru dari sekte Gelug (Topi Kuning).

Di Tibet dan Mongolia, pemujaan Guan Di (Dewa Guan Yu) diasosiasikan sebagai Raja Gesar dari Ling yang dikenal merupakan emanasi Guru Padmasambhava. Pengasosiasian tersebut dimulai sejak zaman Dinasti Qing (Manchu). Lobsang Palden Yeshe, Panchen Lama ke-6 (1738 – 1780 M) adalah yang pertama kali mengatakan bahwa Guan Di adalah Gesar. Oleh karena itu Guan Di Miao (Kuil Guan Gong) di Lhasa disebut juga dengan nama Gesar Lhakhang. Ada juga yang percaya bahwa Guan Di dan Gesar adalah inkarnasi masa lalu dari Panchen Lama.

Guan Gong dipandang sebagai Dewa Pelindung Dinasti Qing, sedangkan Vajrayana Buddhis sekte Gelug adalah agama yang dianut anggota kerajaan Dinasti Qing. Demikianlah Guan Gong (Yang Mulia Guan Yu) dihormati baik oleh kalangan Mahayana maupun Vajrayana (Tantrayana) sebagai Bodhisattva Dharmapala (Pelindung Dharma). Bahkan dalam kepercayaan masyarakat, diyakini Guan Gong kelak akan menjadi seorang Buddha bernama Ge Tian (Ge Tian Gu Fo – 蓋天古佛).

Pemujaan di Kalangan Umat Tao dan Kong Hu Cu.
Guan Yu dihormati oleh ketiga agama (Buddha, Tao dan Khonghucu). Dalam kitab Taois Guansheng Dijun Baohua (關聖帝君寶誥) – Alamar Mulia Guansheng Dijun disebutkan bahwa Guan Gong, “Memegang Kekuasaan San Jiao (Tridharma) Konghuchu, Buddha dan Tao”.

Pemujaan Guan Yu juga luas di kalangan umat Tao dan Konghucu sebagai Guansheng Dijun (關聖帝君), Guan Gong (關公), dan Guan Di (關帝). Penghormatan ini tampak nyata sekali di banyak kelenteng. Sejak Dinasti Song para Taois memuja Guan Yu sebagai Dewata Pelindung Malapetaka Peperangan, sedang umat Konghucu menghormati sebagai Dewa Kesusasteraan – Wenheng Dadi (文衡大帝).

Pemujaan Guan Gong mulai meluas di kalangan Taois pada abad ke 12 M. Menurut sejarawan Boris Riftin dan Barend J. Ter Haar, pemujaan Guan Yu di kalangan Buddhis lebih awal daripada di kalangan Taois. Bahkan di dinding kuil Guan Miao di Vihara Yuquan terdapat tulisan “Tian Xia Di Yi Guan Miao” (天下第一關廟), yang berarti Kuil pertama Guan Yu di bawah Langit.

Pemujaan ini mulai popular pada masa Dinasti Ming. Guan Di dipuja karena kejujuran dan kesetiaannya, pun dipandang sebagai dewa pelindung perdagangan, dewa pelindung kesusasteraan dan dewa pelindung rakyat dari malapetaka peperangan yang mengerikan. Julukan dewa perang yang umumnya dialamatkan kepada Guan Di, harus diartikan sebagai dewa yang mencegah terjadinya peperangan dan segala akibatnya yang menyengsarakan rakyat, sesuai dengan watak Guan Yu yang budiman. Di kalangan rakyat, Guan Yu juga dianggap sebagai Dewa Rezeki – Wuchai Shen (武).

Bagaimana mungkin Guan Yu sebagai seorang jenderal yang sering berperang dan membunuh akhirnya dihormati sebagai Bodhisattva? Meskipun tampak kontradiktif, namun semua ini tak lebih hanyalah masa lalu yang telah sirna setelah disadarkan oleh nasehat bhiksu suci. Penyadaran ini seperti halnya kisah kehidupan Angulimala di masa kehidupan Buddha.

Sifat Keteladanan Guan Yu.
Meskipun pemujaan Guan Yu tersebar di berbagai kalangan, seperti lingkungan ibadah, kepolisian, bahkan hingga kalangan mafia yang konon dikatakan meneladani sikap kesetiakawanan Guan Yu, namun tidak berarti aspek negatif dari dunia mafia lalu dikaitkan dengan sosok Guan Yu. Ini hanyalah cermin kebebasan orang dalam memilih tokoh pemujaan. Terlepas dari hal ini, ada baiknya kita melihat sifat mulia yang tercermin dari sosok Guan Yu, yang bisa menjadi teladan bagi kita semua.
  1. Patriotis
  2. Menjaga norma susila
  3. Tidak tergiur akan kesenangan/kenikmatan
  4. Tidak silau akan nama dan harta
  5. Tidak mengharap yang baru dan membuang yang lama
  6. Tidak melupakan kesetiaan persaudaraan
  7. Berjiwa altruis (mementingkan orang lain)
Guan Yu bukan saja telah menjadi sosok yang identik dengan pemujaan spiritual, pun adalah penyatu kultur masyarakat Tiongkok di manapun berada dan menjadi sebuah maskot tentang semangat pengabdian, kesetiaan dan sikap lurus.

Sebagai penutup, kita kutip sebuah sajak yang dilantunkan sebagai apresiasi terhadap Guan Yu dalam Penuntun Kebaktian Sore kalangan Mahayana Tiongkok:
Pemimpin Sangharama, yang mempunyai wibawa dan keagungan menata seluruh vihara. Dengan penuh sujud dan kesetiaan menjalankan Buddha Dharma. Selalu melindungi dan mengayomi Dharma Raja Graha. Tempat Suci selalu damai tenteram selamanya.Namo Dharmapala Garbha Bodhisattva Mahasattva Mahaprajnaparamita.

Dharani Sangharama Bodhisattva Kumalaraja Guan / Qielanpusa Guanshengdijun Zancou 
(伽藍菩薩關聖帝君讚咒)

伽藍菩薩顯威靈,精忠義勇護法城,十方三界同欽敬,關聖帝君敬讚禮;
Qie lan pu sa xian wei ling , jing zhong yi yong hu fa cheng , shi fang san jie tong qin jing , guan sheng di jun jing zan li ;

敬關帝,頌關公,帝君原是真英雄! 虎牢關前戰呂布,白馬坡上誅猛將,
Jing guan di , song guan gong , di jun yuan shi zhen ying xiong ! hu lao guan qian zhan lu: bu , bai ma po shang zhu meng jiang,

水淹七軍擒于禁,單刀赴會震江東!桃園結義忠仁勇,今古英雄關公,
Shui yan qi jun qin yu jin , chan dao fu hui zhen jiang dong ! tao yuan jie yi zhong ren yong , jin gu ying xiong shuo guan gong ,

中陰得道成菩薩,尊者奉佛護伽藍,護國護民護正法,到處威靈顯 神勇!
Zhong yin de dao cheng pu sa , zun zhe feng fo hu qie lan , hu guo hu min hu zheng fa , dao chu wei ling xian shen yong !

聞名諸魔皆退 避,降伏羣邪護世間!護佑慈航護我眾,關帝威靈我敬誦;
Wen ming zhu mo jie tui bi , jiang fu qun [xie;ye] hu shi jian ! hu you ci hang hu wo zhong , guan di wei ling wo jing song ;

喃嘸伽藍尊者關聖帝君菩薩摩訶薩。
Nanwu Qielan Zunzhe Guansheng Dijun Busa Mohesa
Namo Sangharama Aryaraja Guan Bodhisattva Mahasattva!

(陳果齊敬題於香江與眾結緣)
(Chen Guo Qi jing Ti Yu Xiang Jiang Yu Zhong Jie Yuan)

Gatha Ge Tian Gu Fo (Buddha Ge Tian)

佛 號唱誦-
Fo hao chang sung
南無正氣神 關聖帝君
Namo Zhengchi shen Guansheng Dijun
南無救劫菩薩 思主公
Namo Jiujie Pusa SizhuGong
南無蓋天古佛 中天主宰
Namo Getiangu Fo Zongtian Zhuzai


∞∞∞

Thursday, September 18, 2014

Simhamukha Dakini




SENGE DONGMA

MOTHER SIMHAMUKA


Mantra:
A Jia Sa Ma La Zha Sa Da La Sa Ma La Ya Pei
A Ka Sa Ma Ra Tsa Ja Dha Ra Sa Ma Ra Ya Phat (Sanskrit)


狮面空行母法门,是少数几支印度的伏藏传承,它是在印度中部近佛陀成道之处取出的。主流派别都尊崇狮面空行 母。


Pintu Dharma Simhamuka Dakini adalah salah satu dari sedikit Pintu Dharma silsilah dari India, Pintu Dharma ini diperoleh dari India tengah yang dekat dengan lokasi pencapaian Kebuddhaan dari Siddharta Gautama, berbagai sekte tantra sangat menghormati Simhamuka Dakini.


来源

ASAL USUL

Pada saat Luozhawa Sang Guru Penterjemah hendak memohon Dharma, Beliau sempat menetap di Nepal, beliau sempat berdebat dengan seorang guru trithika (penganut ajaran diluar Buddha Dharma) Gadengjiebu, Luozhawa memperoleh kemenangan karena Beliau banyak mengetahui keunggulan Buddha Dharma.

Gadengjiebu tidak bisa menerima kekalahan ini, dalam hati timbul kebencian, mengancam supaya Sang Penterjemah meninggalkan Triratna dan berlindung di bawah agamanya, bila tidak dalam tujuh hari dia akan menggunakan kekuatan doa bahasa gaib untuk mencabut nyawanya, Luozhawa Sang Penterjemah tidak takut mati. Namun Gadengjiebu sang pendeta memiliki daya kuasa yang besar, tulah kutukannya sangat manjur.

Karena tidak sanggup menghadapinya, Luozhawa sang penerjemah pergi menghadap Arya Pangtingba, beliau menjelaskan duduk persoalannya dan memohon sadhana yang mampu melindungi dirinya.

Pangtingba sang Arya memberikan petunjuk supaya sang penterjemah pergi menuju ke Vajrasana di India, kelak disana dia akan menemukan cara mematahkan tulah pendeta itu, Sang Arya mengadhistana Luozhawa dengan kekuatan kaki sakti supaya bisa cepat mencapai tempat tujuan, dalam waktu sehari langsung mencapai Vajrasana di India.


往 昔,巴日译师罗扎瓦赴印求法,居于尼泊尔时,曾与外道长老嘎登杰布辩论,以超胜的佛法取得胜利。嘎登杰布不 甘心失败,心生怨恨,威逼译师舍弃三宝,改归其 门宗,否则将在七日内以咒诅之术取译师的性命,译师罗扎瓦宁死不从。但是嘎登杰布是一位具有极大神通力的外 道长老,其咒术极其灵验,无奈,译师立即前往拜 见庞亭巴尊者,陈述事情经过,寻求庇护之法。庞亭巴尊者指示,译师应立即前往印度金刚座,在那里将会找到破 解的办法,并加持译师令得神足疾行,一上午便到 达了印度金刚座。


Di Vajrasana dia bertemu dengan Mahasiddha Duojiedanba, setelah menjelaskan kisahnya, dia memohon bantuan Yang Arya.

Arya Dujiedanba mengatakan :

"Hari ini adalah tanggal 9, siapkanlah persembahan besar untuk kita melakukan mahapuja besok, maka Dakini Bunda Semesta akan membantumu."

Maka sang penterjemah juga menyiapkan persembahan untuk Acarya Duojiedanba, pada tanggal 10 melakukan mahapuja.

Pada saat mahapuja dilaksanakan, Simhamuka Dakini muncul dengan tubuh sejati Nya, memberi nasehat pada Luozhawa sang penerjemah :

"Tidak perlu takut dengan tulah doa doa penganut ajaran tirthika, di sebelah Utara Vajrasana ada sebuah Gunung yang berbentuk seperti sapi, di bagian jantung Gunung ini ada sebuah gua yang terbentuk secara alami, masuklah dan menggalilah, dalam kedalaman tiga bahu empat jari kau akan menemukan sebuah kitab yang dilapisi oleh nyala api, hancurkan api itu dan di dalamnya akan tampak kotak emas, di dalam kotak emas ada kotak kayu pohon Boddhi yang dihiasi oleh berbagai mustika, bukalah dan dilamanya da sebuah kain biru kehitaman, di atasnya ada sebuah mantra yang dituliskan dari lubuk hati dan darah Ku serta para Dakini, mantra itu dibagian depannya tiada kata OM dan dibelakangnya tiada kata SOHA, tiada penggalan di tengahnya, bila kau bisa menjapakan dengan tulus setiap hari 21x saja maka akan memperoleh perlindungan, jangan menjapakannya lebih banyak dari itu, ingatlah !"


在金刚座,译师拜见了大成就者多杰丹巴,再次陈述事情经过,请求尊者的帮助。多杰丹巴尊者说:“今天是九号 ,你筹备丰盛的供品,明天我们做一次荟供,空行母会有办法帮助你的。”译师用四两金子置备供品、四两金子供 奉上师多杰丹巴,在十号这天,如期举行荟供。荟供时,狮面空行在空中显现真身,并告诉译师罗扎 瓦:

“外 道咒诅,勿需害怕,金刚座北,有山如牛,于此山中,如心脏处,天成之洞,进入洞中,掘开土层,三肘四指,有 一经卷,火漆包裹,击碎火漆,内有金箱,内复有 箱,菩提木制,松耳石箱,玛瑙石箱,数重宝箱,依次打开,最内中置,蓝黑布料,其质上乘,上有咒文,我等空 行,心血所书,前无‘嗡’字,后无‘梭哈’,中无加字,亦无断点,如是咒语,心生虔敬,日日念诵,二十一遍 ,自得救护,多不可诵,切切牢记。”


Di hari kedua, sang penerjemah menuruti petunjuk Simhamuka Dakini, mencari gua tersebut dan setelah memberikan persembahan pada Dakini Merah, ternyata di dalam tanah tergali kotak berbagai mestika yang berisi kitab, setelah melihat dia membawanya dengan hormat diikatkan di atas leher, dia menjalankan penjapaan dengan tulus tanpa henti, bahkan melebihi jumlah yang ditetapkan oleh Bunda Dakini.


第二天,译师按照狮面空行指示,找到山洞,奉献红色空行母食子后,果然在地下掘得种种宝箱,取出了经卷,看 后将其珍重地佩于颈上,并不断地依之进行了念诵,所念咒数远远超出了空行所告诫的数目。


Pada malam hari ketiga, bala tentara makhluk kasat mata dari ajaran sesat yang muncul dari kekuatan doa sang pendeta tirthika datang menyerang, ada yang berbentuk seperti perempuan , mara dan lain sebagainya datang berbondong bondong untuk mencelakai, namun mereka semua tidak sanggup !

Di pagi harinya, Simhamuka Dakini memberitahukan pada sang penerjemah bahwa pendeta Gadengjiebu telah mati muntah darah.

第三天晚上,由于嘎登杰布的咒诅之力,外道所供奉的各种神女、魔神等纷纷于前夜、中夜、后夜时前来施障加害 ,但均未成功。凌晨时分,狮面空行再次现身,告诉译师,嘎登杰布已吐血而亡。


Sebenarnya pendeta sesat itu tidak akan mati jika sang penerjemah tidak menjapa mantranya terlampau banyak, kekuatan mantra yang terlampau besar membuat pendeta sesat itu menelan kembali kutukan keji yang dilontarkannya.


其实,外道师本来可以不死,但是由于译师念诵了过多的咒语,咒语巨大的力量令外道师自食恶果。


Mendnegar kabar ini, Luozhawa sang penerjemah girang bukan main, namun Arya Dujiedanba justru tidak senang, dia menuding sang penerjemah tidak punya belas kasihan dan berkata :

"Di jaman akhir Dharma, akan ada Guru seperti saya, dan muridnya pasti sepertimu !"

beliau merampas kitab di leher sang penerjemah dan mengusirnya sambil mengatakan bahwa beliau tidak ingin bertemu lagi dengan sang penerjemah .

Namun keyakinan Luozhawa sang penerjemah tetap kuat, dia tidak mau meninggalkan Vajrasana tempat Sang Guru, sehingga bertahun tahun hidup bergantung dari sedikit makanan yang disembunyikan di pinggang pendamping Guru yang bernama Mahahasama.

12 tahun kemudian Yang Arya mewariskan semua abhiseka Simhamuka Dakini beserta ajaran dan karman kepada sang penerjemah.

得此消息,译师罗扎瓦欢喜无比,迫不及待地禀明了多杰丹巴尊者,此时,尊者心中已经知道了事情的经过,又见 译师乐于外道的死亡,甚为不悦,责备译师毫无慈悲可言,发怒说:“末法时代,有师如我,则弟子必如你!”一 把夺走了译师脖子上佩戴的经卷,将译师轰了出去,声称再不相见。但译师信心丝毫不退,不肯离开上师所在的金 刚座,多年间仅靠多杰丹巴的侍者玛哈哈萨玛在腰带中夹裹少许食物维生,直到十二年后,尊者终于将狮面空行的 各种灌顶、教敕、窍诀并诸事业支分等圆满赐予。


Sekembalinya di Tibet , sang penerjemah mewariskan sadhana Simhamuka Dakini kepada pimpinan Lima Tetua Sakya, yaitu Gongganingbu, sehingga sadhana ini menjadi salah satu dari 13 ajaran emas yang tidak pernah keluar dari tembok vihara.

Kemudian para Guru mewariskannya dari generasi ke generasi tanpa terputus sampai sekarang.


巴日译师罗扎瓦学成返藏后,将狮面空行法门圆满授予了萨迦五祖之首大慈贡嘎宁布,成为了不出寺墙的“十三金 法”之一,以后历代辗转相传,从未间断地传至今天。


功德利益

PAHALA


修持狮面空行法门的利益,总的来说有25种,均载于经典。

menurut apa yang tercatat dalam sutra, ada 25 macam manfaat :


1、可为他人进行回遮咒诅、障难等种种不详;


Mantra ini dapat mengembalikan semua tulah kutukan dan mantra lainnya yang berusaha melukai sadhaka, semua hal yang berupa rintangan dan tidak baik akan dilontarkan kembali pada asalnya.


2、可诛杀、镇伏怨敌;


Mampu menaklukkan musuh


3、如处于金刚宫殿中或如修护轮般保护自身免受自然界及人与非人等种种障难;


Bila berada di istana Vajra dan menekuni perlindungan cakra maka akan mampu melindungi diri sendiri dari bahaya alam dan gangguan manusia, makhluk bukan manusia , para setan dan dewa serta lain sebagainya yang berusaha membuat rintangan.


4、可得长寿;


Dapat memperoleh panjang usia.


5、如供奉财神般,可令资财增长;


Bagaikan mensthanakan Dewa Rejeki, kekayaannya akan terus bertambah.


6、行怀爱事业,令上司钦敬;


Vasikarananya mampu membuat atasan menyukai.


7、行怀爱事业,令部属钦敬;


Vasikarananya mampu membuat kerabat dan rekan menyukai.


8、可令子嗣繁盛;


Memperoleh anak cucu


9、旱时降雨;


Menurunkan hujan dikala terjadi kekeringan


10、雨量充沛多至成灾时,令其息止


Menghentikan huja dikala terjadi bencana air


11、消弭庄稼的虫灾;


Menghentikan petaka yang berhubungan dengan kekurangan pangan

(dijaman dahulu digunakan untuk menghentikan hama)


12、消弭霜害;


Menyingkirkan bencana musim dingin


13、消弭冰雹之灾;


Menyingkirkan bencana hujan es


14、消弭雷灾;


Menghentikan bencana petir


15、令身体之病康复;


Menyembuhkan penyakit


16、令传染病息止;


Menghentikan wabah


17、令喉部病痛康复;


Menyingkirkan sakit tenggorokan


18、令感冒、发热等病康复;


Menyembuhkan flu dan sakit panas


19、令天花、痘病等息止;


Menyembuhkan penyakit cacar


20、令幻听、幻视等精神类疾病康复;


Menyembuhkan penyakit kejiwaan seperti halusinasi dan lain sebagainya


21、令头晕、头痛等头部疾病康复;


Menyingkirkan penyakit daerah kepala, seperti pusing2 dsb


22、令健忘、失忆等病症消失;


Menyingkirkan penyakit mudah lupa


23、可令免于刀枪之灾;


Menyingkirkan bencana senjata


24、可令免于中风等疾病;


Terhindar dari stroke dan lain sebangsanya


25、可令免于偷盗之灾。


Terhindar dari bencana perampokan

Om Mani Padme Hum


Menekuni Sadhana Simhamukha Dakini
Menaklukkan Bencana Alam dan Bencana Buatan Manusia


(Ceramah Buddha Hidup Lian Sheng di Rainbow Temple Usai Upacara Homa Simhamukha Dakini Tanggal 13 April 2008)

Sembah sujud pada Y.M. Liao Ming, Guru Sakya Zhengkong, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye, sembah sujud pada Triratna Mandala. Gurudhara, para acarya, dharmacarya, para lama, para umat se-Dharma, selamat siang semuanya.

Yang kita adakan hari ini adalah Homa Simhamukha Dakini. Homa yang saya adakan hari ini agak berbeda dengan homa-homa sebelumnya, perbedaan utama adalah Simhamukha Dakini ini turun dengan gembira, dan pergi dengan gembira pula. Menyatu dan terpisah seperti ini sempat terjadi beberapa kali. Ketika baru akan membentuk mudra, Ia pun turun. Sebelum menyalakan api homa pun sudah turun. Terakhir, ketika hampir selesai, Ia turun lagi.

Yidam yang satu ini sangat dahsyat, sebab Ia sendiri adalah guru, yidam, dan Dharmapala Padmasambhava. Simhamukha Dakini ini sekaligus menyandang tiga status. Yidam pertama dari segala Bhagawati, yakni Bhagawati Prajna. Asal usul dari Simhamukha Dakini adalah Bhagawati Prajna. Dharmakaya Simhamukha Dakini adalah Bhagawati Prajna. Sambhogakaya-Nya adalah Dorje Pagmo, yakni Tara Merah atau Vajravahari. Nirmanakaya adalah Simhamukha Dakini. Jadi, Beliau adalah tri-tunggal dari Bhagawati Prajna, Vajravahari, dan Simhamukha Dakini. Boleh dikatakan, Simhamukha dakini adalah yang paling utama dari semua Bhagawati dan Tara, Dharmabala-Nya paling dahsyat.

Saya ingat suatu kali saya membaca catatan sejarah titisan Guru Rinpoche, Padmasambhava bertemu 500 penekun aliran sesat, bergabung menyerang Padmasambhava. Saat Padmasambhava berada dalam kondisi sangat kritis, Simhamukha Dakini muncul, mengajarinya mantra pembalik Simhamukha Dakini. Selesai menjapa, ke-500 penekun aliran sesat pun musnah. Kekuatannya sangat dahsyat. Mantranya adalah "Agasama. Lazasada. Lasamalaya. Pei." Mantra ini seharusnya tidak dijapa terlalu keras, sebab kekuatan mantra ini sangat luar biasa. Bila dijapa terlalu keras, seluruh dewa dari keempat penjuru bisa kabur. Barusan kita japa sangat keras. (Mahaguru tertawa) Namun, jika dijapa di dalam lingkup simabandhana Mahaguru, tidak apa-apa, kalau tidak, banyak roh bisa musnah begitu kena mantra ini, termasuk Raja Naga. Itu sebabnya, mantra ini tidak boleh dijapa di tepi sungai atau tepi laut. Banyak sadhaka menjapa mantra ini tanpa bersuara, hanya menjapa dalam hati.

Vajravahari disebut "Dorje Pagmo", Sansekertanya "Simhamukha". Di dalam buku ke-122 "Upanishad Tantra", tercantum penekunan Simhamukha Dakini. Yang istimewa dari-Nya adalah berwajah singa. Mengapa menggunakan wajah singa? Sebab, dari antara semua binatang, singa yang paling perkasa, di tempat yang ada singanya, semua binatang takut padanya, sehingga Ia menggunakan wajah singa. Kepala-Nya mengenakan mahkota lima tengkorak, berlengan 2; tangan kiri membawa alat tengkorak, yakni tulang kepala, di dalamnya terisi amrta putih, tangan kanan memegang kapak, yakni kapak yang melengkung. Tubuhnya memakai banyak perhiasan, di samping itu juga ada 50 buah kepala manusia. Di atas kakinya menginjak sebujur mayat, berdiri di atas teratai cakra candra. Selain itu, tangan kiri menjepit Khatvanga, ada tiga tengkorak, melambangkan "loba, dosa, dan moha". Satu tangan memegang kapak, yakni menebas seluruh "loba, dosa, dan moha", menebas seluruh kerisauan hidup. Selain itu, Dharmabala-Nya sangat luar biasa, Ia bisa menaklukkan bencana alam, yang terdiri dari: matahari, bulan, bintang, tanah, air, api, dan angin. Ada satu lagi, jika ada perang atau bencana buatan manusia, dengan menekuni Sadhana Simhamukha Dakini, bencana tersebut juga bisa ditaklukkan.

Bencana alam dan bencana buatan manusia termasuk kelaparan. Beberapa hari ini kita menonton berita, di Hong Kong semua orang sedang berebutan beras Thailand, sebab utamanya, harganya melonjak tinggi. Sepertinya, bahan pangan di seluruh dunia pun mengalami kenaikan harga. Bahkan, berita pun melaporkan bahwa stock bahan pangan di seluruh dunia hanya cukup buat dikonsumsi 60 hari saja. Berita ini terdengar seakan-akan 60 hari kemudian tidak ada makanan yang bisa dimakan lagi. (Mahaguru tertawa) Untuk kelaparan, asalkan Anda menjapa mantra Simhamukha Dakini, Anda juga bisa terhindar dari kelaparan. Jadi, hari ini kita menekuni homa ini, setidaknya membantu masalah seputar bahan pangan, (Hadirin tepuk tangan) Saya lihat dua bulan kemudian, saya percaya Anda semua masih ada makanan yang bisa dimakan, jangan takut. Kedahsyatan-Nya sangat luar biasa, sungguh luar biasa.

Menyingkirkan "loba, dosa, dan moha" sangat penting bagi kita sebagai umat manusia. Di sini ada sebuah lelucon sindiran, ada seorang pemborong proyek, ia ingin memborong sebuah proyek yang sangat besar, sehingga ia berencana menyuap pejabat, ia pun membeli sebuah rumah mewah untuk diberikan pada pejabat tersebut. Ia berkata, "Rumah mewah saya ini adalah milik Anda." Demi mendapatkan proyek ini, si pemborong membeli satu unit rumah mewah untuk si pejabat. Pejabat berkata, "Anda tahu saya sangat bersih, saya tidak pernah serakah, Anda ingin menyuap saya, jangan harap." Pemborong berkata, "Saya tahu Anda sangat bersih, tidak pernah serakah, namun, saya ada usul, saya jual saja rumah ini, saya jual pada Anda 100 dollar Amerika." Murah sekali! 100 dollar Amerika dapat membeli satu unit rumah. Si pejabat pun ragu-ragu dan berkata, "Saya ini sangat bersih, saya beli saja dua unit." (Hadirin tertawa) Ini adalah sebuah cerita lucu. Kebanyakan negara di dunia itu serakah. Tahukah Anda negara yang memiliki tingkat korupsi tertinggi adalah negara XX. Sejujurnya, jika keserakahan ini dapat disingkirkan, orang ini sangat luar biasa.

Dulu, saya pergi ke negara A, orang yang berpengalaman telah berpesan untuk menyelipkan 5 dollar Amerika di dalam paspor saat melewati bea cukai, sekarang harga barang naik, berapa uang yang harus diselipkan di paspor saat melewati bea cukai? Visa on Arrival harus bayar 25 dollar Amerika! Wah, naik 5 kali lipat. Saat pergi, kalau ada barang, ia bahkan bisa mengambil sedikit. Ini sangat terang-terangan. Suatu kali saya pergi ke negara B, pejabat bea cukai bandara bertanya pada saya berapa dollar Amerika yang saya bawa, saya bilang saya membawa 2000 dollar Amerika. Ia bilang benarkah? Keluarkan. Saya pun memberikan uang padanya, ia pun hitung satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, satu, dua, tiga,.... setelah dihitung, sekali tangannya lepas, uang pun jatuh ke lantai. Begitu saya melihat ia menjatuhkan uang ke lantai, saya lebih cepat darinya, sebelum ia memungutnya, saya segera menyusup ke bawah meja, memungut semua uang saya, selembar pun tidak tinggal. Alhasil, ia pun tidak berdaya, setelah menunda sebentar, ia pun membiarkan saya lewat. (Hadirin tertawa) Konon, sekali uang jatuh ke lantai, kakinya pun dengan cepat menginjak beberapa lembar, kemudian, setelah dipungut, diambilnya beberapa lembar, sehingga, jumlahnya sudah tidak mencukupi. Kemudian, ia pun berkata, mengapa kurang beberapa lembar, ia berkata ada ada ada, di sini ada beberapa lembar, beberapa lembar itu dikembalikan pada Anda, itu uang palsu. Uang asli masih diinjaknya. Suatu kali saya pergi ke negara C, laci meja pejabat imigrasi bea cukai di bandara tersebut terbuka. Ia bertanya pada Anda, "Apa tujuan kedatangan Anda?" Saya berkata, "Saya datang Tour, just tour." Ia bertanya, "How many days?" "One week." Ia pun melihat paspor, ia bolak-balik seharian, ia berkata, "Sepertinya Anda tidak murni datang berwisata." Saya bilang, saya benar-benar datang berwisata. Di samping saya ada satu orang segera berbisik pada saya, lempar 50 dollar! Saya berkata, lempar ke mana? (Hadirin tertawa) Ia berkata, lempar ke lacinya. Saya pun lempar 50 dollar ke dalam lacinya. Tanpa melihat lagi, begitu menutup lacinya, ia berkata, "Go! Go Ahead."

Suatu kali kami satu rombongan pergi ke negara D, tiba di bea cukai bandara, pejabat bea cukai pun memanggil Guide pemandu wisata dan berkata, "Kalian baris di satu sisi. Satu orang sekian dollar." Kami berkata, kami tidak bawa apa-apa, mengapa harus memberikannya uang? Setelah kami berbaris, pejabat bea cukai meminta kami membuka semua koper kami dan mengeluarkan barang kami. Begitu ia melihat pratima, beberapa di antaranya adalah pratima Simhamukha Dakini baru, ia berkata, ini buatan baru; ada sebagian lebih usang, ia pun berkata ini barang antik. Sebenarnya, bukan barang antik, tapi terbuat dari besi hitam. Pejabat berkata, pokoknya, pesawat sudah hampir lepas landas, saya tidak peduli pada kalian, kalian cari berusaha sendiri saja! Akhirnya, kami angkat kedua tangan sebagai tanda menyerah, cepat-cepat serahkan uang, begitu ia menerima uangnya, ia pun membiarkan kami segera lewat, bahkan tidak perlu stempel pun sudah boleh naik pesawat terbang. Semua lancar setelah uang diberikan. Suatu kali, saya pergi ke negara XX, dalam rute perjalanan pulang lewat kendaraan mobil, kami harus bertemu 11 lintasan. Lintasan tersebut hanya menggunakan sebatang bambu yang dipasang melintang. Ada polisi yang berjaga di sana. Kalau lewat sana, mobil harus berhenti, polisi datang memeriksa, menyuruh sopir turun dan bicara dengannya. Setelah bicara sebentar, polisi berkata bahwa plat polisi mobil yang kalian tumpangi agak buram. Saya sengaja turun, jelas-jelas sangat terang! Buram apaan. (Hadirin tertawa) Pokoknya mau uang. Total 11 lintasan, setiap lintasan mau uang, semuanya punya alasan, misalnya, "Koper kalian terlalu banyak", "Paspor kalian sangat rumit", "Plat polisi buram", "Ke mana tujuan kalian", dan lain sebagainya. Setiap lintasan ada masalah yang dipersulit. Sekarang, Buddha Sakyamuni malu, anak dan cucu-Nya melakukan hal demikian. Di dunia ini, dalam aspek bersikap, keserakahan adalah ujian tahap pertama.

Sekarang kita tidak berani mengatakan bahwa acarya kita adalah acarya yang telah melewati ujian "kejujuran", malah sering ada petugas khusus di sisi mereka, memperhatikan apakah mereka mempunyai "pendapatan tambahan", (Hadirin tertawa) atau meminta uang dari orang lain. Maksud saya adalah sebagai acarya, Anda boleh menerima apa yang orang lain berikan dengan ikhlas dan sukarela. Jika tidak secara ikhlas dan sukarela, Anda jangan terima. Lagipula, jangan meminta uang dari orang lain. Ini sangat penting. Orang yang serakah akan jatuh ke neraka; orang yang "marah" akan jatuh ke alam setan kelaparan; orang yang "bodoh" akan jatuh ke alam hewan. Jadi, Simhamukha Dakini terlebih dahulu membasmi ketiga alam samsara dari "keserakahan, kemarahan, dan kebodohan". Ia bisa membawa Anda terus ke atas dari alam manusia, alam dewa, hingga ke alam suci Buddhaloka. Makanya, baik bersikap maupun prinsip kehidupan. Semua orang seharusnya menjalankan tugas/kewajban sendiri, basmi "keserakahan, kemarahan, dan kebodohoan", apalagi Anda adalah seorang sadhaka. Sadhaka harus lebih mematuhi sila, membasmi "keserakahan, kemarahan, dan kebodohan". Sekian untuk hari ini.

Om Mani Padme Hum.

Mantra Pembalik dan Penangkis dari Simhamukha Dakini



Mantra Pembalik dan Penangkis dari Simhamukha Dakini

DARI BUKU KE 198 - PERMAINAN DEWA VAJRA

Suatu ketika. Seorang Mahabhiksu yang berkedudukan tinggi, sangat populer, dan memiliki daya gaib, datang ke daerah domisili saya untuk membabarkan Dharma. Banyak umat Buddha, begitu mendengar Mahabhiksu ini telah datang, datang dari segala penjuru untuk menghadiri upacaranya.

Sambil membawa beberapa cenderamata dan beberapa buku karangan saya, saya mengunjungi Mahabhiksu ini. Saya mengunjunginya lebih dulu sebagai tanda penghormatan. Begitu Si Mahabhiksu melihat kedatangan saya, ia pun membalikkan badan, tidak sudi bertemu dengan saya, di tempat itu juga saya kena paku lunak.

Mahabhiksu berkata:

"Lu Sheng-yen si raja mara kecil ini pun berani datang menemui saya. Ia seorang penipu umat dan pencuri reputasi, ia mara sesat, buddha hidup palsu, hanya orang bodoh dan tidak tahu apa-apa baru bisa percaya ajaran sesatnya."

Mahabhiksu berkata:

"Saya pasti penggal kepala Lu Sheng-yen dengan daya gaib saya, demi membantu Sang Buddha menegakkan kebenaran."

Saya sangat sedih begitu mendengarnya.

Namun, saya tahan juga.

Mahabhiksu menyampaikan pesan pada saya:

"Anda dilarang membabarkan Dharma dan menyeberangkan insan, pergilah menyepi dan bertobat dengan sungguh-sungguh atau nyawa Anda akan terancam!"

Saya tidak mengindahkannya.

Saya tetap membabarkan "Dharma Tantra Zhenfo", umat saya makin banyak dari hari ke hari, Mahabhiksu lebih murka lagi.

*

Suatu hari.

Saya lupa melakukan Sadhana "Simabandhana", lalu bermain bola keranjang di belakang Vihara Ling Shen Ching Tze, bola lari ke luar batas, saya mengejarnya, tiba-tiba kaki saya keseleo, kena tulang sendi.

Saya terluka.

Lianhua Yihui dan Lianhua Biyan, sibuk menyembuhkan luka di kaki saya, luka di kaki saya memang serius, kena tulang dan sendi, sehingga saya pun berjalan terpincang-pincang.

Kebetulan upacara akbar pula. Saya hanya bisa terpincang-pincang naik ke Dharmasana.

(Saat bersamaan, putra saya Lu Fo-qi, Lama Lian Xu, Lama Lian En, dan lain-lain juga mengalami luka pada kaki, jumlah keseluruhannya belasan orang, ini sungguh aneh, mengapa pada saat bersamaan, setiap orang terluka pada kaki)

Saya sangat terkejut begitu meramal dengan gerakan jari!

Ternyata Si Mahabhiksu menjalankan "ritual kapak vajra", "ritual kapak vajra" ini tak disangka hebat juga, tadinya mau penggal kepala saya Lu Sheng-yen, dikiranya saya pasti mati. Untung, sehari-harinya saya telah banyak melakukan "ilmu tubuh pengganti".

Sehingga, penggal kepala menjadi penggal kaki.

Juga memenggal kaki belasan murid saya.

Begitu Si Mahabhiksu mendengar saya tidak meninggal dunia, hanya melukai kaki saya dan beberapa murid saya.

Si Mahabhiksu berkata pada orang-orang, "Anggap saja nasibnya lagi mujur, tapi, biarkan dia tahu daya gaib siapa yang lebih hebat, saya Si Mahabhiksu atau dia, kapak vajra saya akan melayaninya kapanpun."

Saya sendiri tidak kuatir begitu mendengarnya. Namun, saya menguatirkan murid-murid saya, saya mempunyai banyak murid, mereka sungguh tidak sanggup melawan "ritual kapak vajra".

*

Ketika saya sedang resah dan gelisah, saya melihat di tengah angkasa muncul sesosok Tara, berwajah singa, sekujur tubuh memancarkan cahaya api yang menyala-nyala, luar biasa dahsyat.

Tara berwajah singa berkata:

Dulu Guru Rinpoche menghadapi musuh kuat. Hanya mengandalkan mantra pembalik dan penangkis dari Tara.

Kini Lian Sheng menghadapi guru iri. Mohon dilawan dengan menggunakan Simhamukha.

Simhamukha Dakini memberitahu saya:

"Dulu, ketika Padmasambhava Guru berada pada saat-saat genting menghadapi jampi-jampi dari 500 guru sesat, saya mengajarkannya mantra pembalik dan penangkis, 500 guru sesat pun terbunuh seluruhnya. Hari ini, Anda Buddha Hidup Lian Sheng mengalami dampak ritual kapak vajra dari guru iri, juga hanya dapat dilawan dengan mantra pembalik dan penangkis."

Saya berkata:

"Saya tidak ingin membunuhnya!"

Simhamukha Dakini berkata:

"Itu karena Anda berwelas asih, begini saja! Anda juga hanya melukai kakinya saja, satu dibalas satu. Sekarang saya transmisikan esensi Dharma Tantra dari mantra pembalik dan penangkis pada Anda, balikkan ritual kapak vajra, di dalamnya terdapat delapan jenis sadhana melawan musuh, tiga esensi rahasia utama."

Tiga esensi rahasia utama, antara lain:
  1. Pembalik -- Dharmabala akan membalik sebesar Dharmabala musuh.
  2. Penangkis -- sebesar apapun Dharmabala musuh tetap dapat ditangkis.
  3. Mantra -- rumus menjalankan ritual, mudra, mantra, pikiran. (Mencakup alat-alat menjalankan ritual)

Karenanya, saya tidak melakukan apa-apa, hanya pikiran bergerak dan mengucapkan mantra.

*

Hanya seminggu, Mahabhiksu itu juga terpeleset, kondisinya lebih parah, tidak bisa bangun.

Muridnya memapahnya ke rumah sakit, dipasang gips, kakinya digantung.

Belakangan, duduk di kursi roda.

Saya menulis sebuah gatha:

Belajar Agama Buddha harus belajar jalan kesucian, jangan iri pada mahasiddha.

Yang terpenting adalah melakukan kebajikan dan menyelamatkan umat manusia, inilah ajaran suci dari Tathagata.

Beradu daya gaib sama sekali tidak berguna, mohon dengarkan nasihat Lian Sheng.

Sangharamapala / Guan Gong



Sangharamapala / Guan Gong

Mantra : Om Jia Lan Xi Di Hum



Asal Beliau adalah tokoh pada masa Tiga Kerajaan, kemudian terbunuh, setelah kepala Guanyunzhang (關雲長) terpenggal, dia meninggal dengan rasa benci, sehingga berubah menjadi hantu gentayangan….


Kemudian di jaman Dinasti Sui (隋朝—Sui chao) (581-618), arwahnya bertemu dengan Mahaguru Zhezhe (智者大師) dari aliran Tiantai (天台宗) dan menerima Trisarana, dan bertekad menjadi Dharmapala dari Buddhism.

Menurut catatan Guandizhi Qingjianlong (清乾隆版《關帝志•靈異•建玉泉》):
Tahun (592),malam hari Mahaguru Zhezhe di datangi arwah Guangong (關公)dan bersumpah ” Pada seketika ini juga Ku persembahkan golok Ku untuk melindungi Buddha Dharma” , Guangong juga menerima Pancasila, dan menjadi pelindung kuil.

Tidak hanya kalangan Buddhisme yang menghormati Guangong sebagai Dharmapala,bahkan kalangan Taoisme juga memuja Beliau sebagai Yiyongwuanwang (義勇武安王) yang berarti Raja Pelindung Kedamaian yang Seta dan Gagah Berani ,gelar ini adalah yang diberikan oleh 宋真宗 (sòngzhēnzōng) pada tahun 1014.Inilah awal pemujaan Guanyu di tradisi Tao.

(Oke… dari sejarah kita bisa membuktikan bahwa pemujaan Guangong sebagai Dewa Pelindung adalah di dahului oleh kalangan Buddhism dan bukan Tao.)

Masa Songzhenzong , pimpinan Tao Zhangtianshi (張天師) lah yang pertama kali mengundang Guanyu untuk mengenyahkan siluman dan roh jahat. barulah membawa Guangong masuk pintu Tao. Oleh karen itulah kemudian umat Tao juga mulai memuja Guangong.

VAJRAYANA BUDDHISM

Tibetan Buddhism juga memuja Guangong sebagai Dharmapala,kira kira mulai dari Mahaguru Panchen yang ke 5, saat Beliau memasuki Tiongkok, melihat seorang jenderal bermuka merah dan berjenggot panjang datang menyambut Nya, karena Beliau tidak pernah melihat Nya, maka bertanya pada Kaisar Qianlong (乾隆皇帝) ,Kaisar mengatakan :” Mungkin Beliau adalah Guangong!” mulai pada saat itulah Beliau dihormati sebagai Dharmapala dari Vajrayana.

Mahaguru Panchen yang ke 5 bahkan mengatakan : “Barang siapa yang hendak membabarkan Dharma di bumi Tiongkok maka hendaknya mempersemayamkan Dharmapala ini!”

Dalam Riwayat Guru Negara Lcangskya 《章嘉國師若必多吉傳》tercatat pula penghormatan pada Guangong sebagai Dharmapala. Saat Mahaguru Lcangskya (章嘉大師) sampai di Sizhou (四川) dan tinggal di kaki Gunung Xiangling . Lcangskya Rinpoche (ke-3) bermimpi seorang pahlawan berwajah merah mengatakan : “Puncak gunung ini adalah rumah Ku, mohon tinggal disana.” kemudian Rinpoche melakukan perjalanan ke puncak gunung, ternyata di sana terdapat sebuah bangunan yang indah sekali, Pahlawan bermuka merah menyambut Nya memasuki bangunan tersebut, mempersembahkan berbagai makanan, bahkan memnyuruh keluarga Nya untuk memberi penghormatan, kemudian mengatakan: “Dari tanah ini sampai seluruh bumi Tiongkok ada dalam kekuasaan Ku, sedangkan Rakyat Tibet yang berdana makanan pada Ku juga tidak sedikit, bahkan seorang Sangha Mulia yang telah berusia lanjut di Tibet selalu memberi Ku pujana minuman dan makanan, mulai saat ini, Aku jadi Pelindung Mu, besok Engkau akan menemui sedikit kesulitan, Aku yang akan membantu Mu mengenyahkannya.”

Keesokannya di hutan ada seekor kera yang membawa batu besar, dan melemparkannya kepada pengiring Rinpoche, namun hanya mengalami luka ringan.

Dalam bahasa Tibet, Guanyunzhang disebut Zhenrangjiabu “珍讓嘉布” (artinya adalah Raja Negara Zhangyun — 長雲國王),sedangkan yang dikatakan oleh Guanyu : “Di Tibet ada yang memberi Ku dana makanan.” adalah menunjuk pada Panchen Lama yang memberi persembahan.

Lcangskya Rinpoche menderita penyakit semacam stroke, kaki dan tangan seakan lumpuh, juga menderita penyakit mata, telah diderita sangat lama dan telah mengundang banyak tabib terkemuka untuk mengobati.
Kemudian diadakan sadhana permohonan kesehatan, namun tidak kunjung membaik.
Kaisar sangat khawatir, mengundang beberapa Tabib terkenal di Tiongkok, beliau sendiri juga secara langsung menengok Rinpoche, dengan bakti yang tak terhingga berusaha melindungi Rinpoche. Saat itu diadakan upacara memohon petunjuk dari Dakini, akhirnya muncul penampakan bahwa tubuh Rinpoche ditempeli banyak sekali laba laba raksasa. Kemudian muncul seorang pahlawan Han berwajah merah dan membawa pedang mestika, dan mengusir laba laba menggunakan pedang Nya. Malam itu Rinpoche bermimpi pahlawan berwajah merah mengatakan “setan setan yang melukai tubuh jasmani Mu telah Aku usir.” Rinpoche bertanya “Pahlawan Ku, Anda tinggal dimana?” Pahlawan itu menjawab “Aku tinggal di sebelah kanan pintu utama di depan Istana Raja.” Keesokan harinya , dilakukan pemeriksaan akhirnya ditemui bahwa di tempat tersebut adalah sebuah kuil Guandi (關帝廟)
Kemudian semua akhirnya mengetahui bahwa Guandi lah yang menolong dan melindungi Rinpoche, akhirnya dibuat upacara penghormatan secara megah untuk Guandi. Kemudian akhirnya Rinpoche menggubah sebuah doa kepada Guandi.

Dari sini bisa diketahui, bahwa Gaunyunzhang dipuja tidak hanya oleh kalangan tradisi rakyat, bahkan kalangan Buddhist baik itu Tiongkok maupun Tibet dan sampai Taoisme semua menghormati Nya.

Tidak hanya Guanyunzhang, namun kisah Adinata yang sama, dan dihormati di agama yang berbeda masih ada lagi, misalnya Palden Lhamo (Dewi Sri atau Jixiang Tiannv 吉祥天母)、Sarasvati (Miaoyintiannv—妙音天女) dan masih banyak lagi….

Dalam Tibetan Buddhisme bahkan juga telah digubah doa, tata cara puja pada Guanyunzhang , diantaranya oleh Mahaguru Liansheng, Lcang Skya Rinpoche, Mahaguru Shiguan (土觀大師) dan Karmapa 17 (大寶法王) ,Aqiu Rinpoche (阿秋仁波切) dan masih banyak lagi Rinpoche yang memuji Guanyunzhang.


Source : Dharma-raja Liansheng Dharmatalk 19 / 11 / 2011
Translated by Lianhua Ĵυή Shi An


Hari ini kita melakukan Upacara Api Homa Arya Sangharamapala Boddhisattva (伽藍尊者菩薩 / Qie-lan Zhun-ze Pu-sa), sesungguhnya Beliau adalah Guan-sheng-di-jun yang dihormati oleh kita orang Tionghoa.
Kenapa Beliau bisa menjadi Dharmapala dalam Agama Buddha ? Ada sebuah kisah kuno, di masa lampau di Tiongkok, ada seorang Maha-bhiksu yang di dalam samadhinya berjumpa dengan Guan-sheng-di-jun (Guan-yun-zhang / 關雲長) , Beliau membawa banyak jenderal dan bala tentara alam Yin di medan perang menembus garis perbatasan musuh. Maha-bhiksu itu memohon supaya Guan-sheng-di-jun menjadi Dharmapala Buddha. Karena Beliau mempunyai kekuasaan, wibawa dan kekuatan, sehingga mampu menjadi seorang Arya yang agung.

Di dalam vihara-vihara di Tiongkok, ada Veda Deva dan Arya Sangharamapala. Sangharamapala Deva ini, kemudian menjadi seorang Dharmapala Senapati Agung di dalam vihara. Biasanya di vihara-vihara Tiongkok, di sebelah kiri adalah Veda Bodhisattva dan sebelah kanan adalah Arya Sangharamapala, pratimanya sama dengan Guan-sheng-di-jun.

Dua aksara, Qie-lan「伽藍」,disebut juga Vihara「寺院/si-yuan」., atau Sangharama (僧伽藍 / sheng-jia-lan / Tempat tinggal Sangha) seperti halnya Vihara Vajra-garbha 「雷藏寺/lei-zang-si」,juga adalah sangharama. Di masa lampau, vihara yang lebih kecil disebut cetya , selain itu ada sebutan lain lagi yaitu 「阿蘭若 / A-lan-ye」(Aranya). Cetya dan Aranya juga merupakan vihara. Sehingga Arya Sangharamapala adalah Suciwan di vihara, juga merupakan Deva pelindung vihara, Buddha Dharma-pala, juga merupakan Dharmapala yang sangat agung, Dewata Pelindung Dharma.

Tiap keluarga Tionghoa biasanya ada mempersemayamkan Guan-yin (觀音 / Avalokitesvara), atau mempersemayamkan Mazu (媽祖), ada juga yang mempersemayamkan Guan-sheng-di-jun (關聖帝君). Sehingga Beliau juga merupakan Arya yang agung, Arya yang terhormat.
Di luar negeri, hampir tiap toko, seperti restaurant, semua mempersemayamkan Guan-yin, bukan hanya rumah makan, berbagai tempat usaha, semua mempersemayamkan Guan-yin dan Guan-sheng-di-jun. Di tempat orang Tionghoa bermukim, mereka juga mempersemayamkan Guan-sheng-di-jun sebagai Dewa Rejeki. Namun, saya juga tidak mengetahui kisahnya kenapa Guan-sheng-di-jun bisa dianggap sebagai Dewa Rejeki (財神/cai-shen), mungkin karena Beliau mampu menangkal para dewa jahat maupun hawa jahat supaya tidak masuk, sehingga dengan alamiah hawa berkah dapat masuk, dengan demikian Beliau juga merupakan Dewa Rejeki.

Guan-sheng-di-jun (關聖帝君 / Yang Mulia Suciwan Guan / Kuan-kong ) disimbolkan dengan dua aksara yaitu zhong-yi「忠義」(Loyalitas dan Kebenaran). Apa makna Zhong ( 忠 / Loyalitas) ? Yaitu loyal pada pimpinan Shu-han (蜀漢昭烈帝 / shu-han-zao-lie-di), yang saat itu di Shu Barat (西蜀 / xi-shu). Saat itu ada tiga pilar tiga negara (三國鼎立/san-guo-ding-li), yaitu Cao-cao (曹操), Liu-bei (劉備) dan (孫權). Juga ada Tao-yuan-san-jie-yi 「桃園三結義 / ikatan tiga persaudaraan di kebun peach」, akhirnya Guan-sheng-di-jun gugur di Kota Bai-di 「白帝城」. Pada mulanya Cao-cao memperlakukan Guan-sheng-di-jun dengan sangat ramah, memberikan hadiah yang paling mahal supaya Guan-sheng-di-jun memihak Wei「魏」. Guan-yun-zhang (關雲長) atau Guan-gong (關公) tak tergoyahkan, tetap loyal pada Shu-han. Selain itu, mengenai Yi 「義 / kebenaran」, Beliau telah melalui lima rintangan dan memenggal enam jendral, melindungi iparnya, yaitu dua isteri Liu-bei , menghantarkan sampai dua iparnya dapat kembali di sisi Liubei. Loyalitas dan pengorbanannya ini, loyalitas pada ikatan sumpah persaudaraan, dijalankan dari awal sampai akhir. Beliau loyal pada negara, bertindak sesuai kebenaran pada teman dan para insan, sehingga disimbolkan dengan dua aksara Zhong-yi. "Melewati 5 rintangan dan memenggal 6 jendral merupakan kondisi yang sangat sukar. Jadi Guan-yun-zhang merupakan seorang yang memiliki loyalitas dan prinsip kebenaran, merupakan tokoh mulia yang sangat agung.

Hari ini kita melakukan Api Homa Arya Sangharamapala, merupakan tindakan menghormati Guan-yun-zhang. Arya Sangharamapala merupakan Dharmapala Buddhisme, memperoleh perlindungannya, maka tidak akan terjerumus oleh mara dan tiga alam rendah.

untuk memperoleh perlindungan Nya, Anda harus menekuni sadhana Arya Sangharamapala, Beliau mempunyai mantra, mantra ini adalah Nama Nya : " Om. Qie-lan. Xi-di. Hum" 「嗡。伽藍。悉地。吽。」, mudra Nya adalah Vajranjali 「金剛合掌印」, visualisasinya, bisa memvisualisasikan Beliau menunggangi kuda, yang disebut Chi-tu-ma 「赤兔馬」,juga mempunyai satu golok yaitu Qing-long-yue-dao 「青龍偃月刀」, adakalanya Beliau membaca Chun-qiu《春秋》, kita juga bisa memvisualisasikan Guan-gong seperti yang di thangka. Jadi, ada visualisasi, ada menjapa mantra dan juga mudra, sehingga menjadi sebuah tata ritual tantra. Tata Ritual dan gatha pujian akan disusun oleh True Buddha Foundation, sama dengan Arya Veda, Arya Sangharamapala juga bisa disusun tata ritualnya. Keduanya merupakan Dharmapala, terlebih di Tiongkok.

Kelak kita akan melakukan inisiasi Sadhana Bunda Suci Surga 「天上聖母 / Tian-shang-sheng-mu」. (suara tepuk tangan hadirin), penduduk Taiwan semua merupakan umat Tian-shang-sheng-mu. Tentu saja dalam Tantrayana belum ada Tian-shang-sheng-mu, baik itu di Tibetan maupun Tantra Timur masih belum ada Tian-shang-sheng-mu. Namun, kita orang Taiwan memuja Tian-shang-sheng-mu. Tian-shang-sheng-mu ada mudra, mantra dan pratimanya, sehingga dapat kita sebut sebagai Tata Ritual Sadhana Tantra. (suara tepuk tangan hadirin)

Jadi jika orang bertanya pada Anda : "Zhenfo zong adalah tantra yang bagaimana ?"
Mudah sekali ! Saudara Sedharma Wu zizai (舞自在) pernah mengatakan : "Tantra yang beralkulturasi dengan kebudayaan setempat." (tepuk tangan hadirin)Kebudayaan setempat adalah kita semua, sedangkan semua deitys mempunyai metode tantra. Seperti Tian-shang-sheng-mu (Mazu) dipuja di seluruh pelosok Taiwan, juga di Tiongkok dan Peng-hu (澎湖), bahkan di banyak tempat, saat ini bahkan telah berimigrasi ke Amerika, di Amerika juga ada Tian-shang-sheng-mu, mereka berimigrasi tanpa perlu Visa, sungguh istimewa. Para Dewata dapat berimigrasi, bahkan setelah berimigrasi, dengan alamiah mereka akan bersemayam di negeri tersebut. Kalian lihat, Datuk Bumi (土地公 / Tu-di-gong) pun telah berimigrasi ke Seattle, di Rainbow Villa juga ada Tu-di-gong. (Tepuk tangan hadirin)